4 Calon DPRD BS Dinilai Labrak Aturan Kampanye “Bawaslu Tak Berani Ambil Tindakan Tegas”

by
Sosialisasi Kampanye oleh Bawaslu BS
Sosialisasi Kampanye oleh Bawaslu BS

LINTASBENGKULU.COM, BS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) menegaskan 4 Calon Legislatif dari 4 partai labrak aturan Kampanye.

Pernyataan ini ditegaskan 3 orang Komisioner Bawaslu BS kepada pimpinan atau pemilik media cetak maupun elektronik dan online serta beberapa Parpol yang hadir pada acara sosialisasi pengawasan kampanye yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat (28/09/18).

Penegasan ini berawal dari salah seorang perwakilan dari media cetak Radar Selatan (Rasel) yang tidak ingin medianya terkena sanksi hukum pidana terhadap aturan kampanye, sehingga mempertanyakan 4 caleg dari tiga partai politik yang memasang iklan di media Radar Selatan saat ini.

Ke-empat caleg tersebut yakni, Dodi Martian dan Denni Susman dari Partai Golkar, Juli Hartono dari Partai Nasdem serta H Supin dari Partai PKPI.

Atas pertanyaan tersebut, awalnya dari pihak KPU sendiri terlihat kebingungan untuk menyampaikan jawabannya atas pertanyaan  redaktur media cetak Radar Selatan itu.

“Saya minta ketegasan kepada Komisioner Bawaslu, apakah 4 orang caleg dari 3 Partai Politik yaitu Golkar, Nasdem, dan PKPI yang memasang iklan di media cetak Rasel saat ini dikatakan kampanye atau bukan. Kalau itu merupakan kampanye tolong disampaikan kepada ke-4 caleg tersebut untuk menurunkan iklan yang dipasang di media kami. Mohon jawabannya, kampanye atau bukan,” tegas Andre.

Pertanyaan tersebut sontak membuat suasana hening, dan ketiga komisioner Bawaslu BS ini terlihat kebingungan serta tidak dapat memberikan jawaban secara langsung. Namun setelah beberapa waktu kemudian, setelah beberapa kali didesak oleh Andre agar pihak Bawaslu menjawab pertanyaannya. Secara bersama-sama akhirnya ketiga komisioner Bawaslu BS ini mengatakan itu adalah kampanye.

“Iya, itu adalah termasuk Kampanye,” tegas ketiga Komisioner Bawaslu BS, Azes Digusti, Erina Okriani dan Tomi M Nur secara bersama-sama.

Dijelaskan divisi pengawasan Bawaslu BS, Erina, sesuai pasal 276 ayat (2) UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Sebagaimana dijelaskan pada pasal 275 ayat (1) huruf f dan huruf g, kampanye boleh dilaksanakan di media cetak, media massa elektronik, dan internet hanya dapat dilaksanakan selama 21 hari dari dan berakhirnya sampai dengan dimulainya masa tenang, tegas Erina.

Sementara itu Apdian Utama, yang merupakan salah satu wartawan media online, menilai pihak Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan tidak berani mengambil tindakan tegas terhadap caleg yang curi start kampanye.

Hal ini terbukti dengan 4 orang caleg, yang hingga hari ini iklan kampanyenya masih tayang di media Radar Selatan. Padahal menurut pihak Komisioner Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan itu sendiri, ke 4 caleg tersebut sudah pernah dipanggil dan diberi penjelasan untuk tidak memuat iklan kampanye di media sesuai huruf g pasal 276 UU Pemilu tahun 2017.

“Hingga saat ini tidak ada tindakan tegas serta sangsi yang diberikan oleh pihak Bawaslu terhadap ke 4 pelanggar pemilu tersebut,” kata Apdian menyampaikan.

Sosialisasi kampanye ini dihadiri Ketua KPU Yulian SH, Kasat Intelkam Polres BS Iptu Candra Permana, beberapa caleg dan perwakilan dari Partai Politik, serta wartawan dan beberapa pimpinan media online. (tom)