Setelah Dilaporkan ke Aparat Hukum “Bumdes Bengkenang Kembalikan Uang 15 Juta Rupiah”

212 views

ilustrasi perdamaian

//Sepakat Damai//

LINTASBENGKULU.COM, BS – Masih ingat dengan Bumdes (Badan Usaha milik desa) desa Tanjung Besar Bengkenang, Kecamatan Manna, yang pengurusnya beberapa waktu lalu dilaporkan warga ke aparat penegak hukum…?

Begini ceritanya. Informasi diperoleh kedua belah pihak antara pelapor dan terlapor akhirnya sepakati perdamaian. Proses damai berlangsung di balai desa Tanjung Besar, pada Selasa (10/10/17) kemarin malam. Disaksikan Kepala Desa, kepolisian dari Polsek Manna dan Babinsa. Dalam kesepakatan  terlapor harus mengembalikan kerugian sebesar RP 15 juta dari total keseluruhan uang Rp 45 juta yang dikelola Badan usaha milik desa (Bumdes). Sementara sisanya Rp 30 juta lagi diantaranya terpakai untuk membeli alat tulis, laptop dan batu hias serta peralatan untuk mensortir batu, dan lain-lainnya.

Ketua Bumdes Desa Tanjung Besar, Sarjono saat dikonfirmasi lintasbengkulu.com Rabu (11/10/17),  membenarkan kalau pihaknya sudah berdamai. “Ya benar, tadi malam kami sudah berdamai. Masing-masing sudah menandatangani surat perdamaian diatas matrai, yang disaksikan oleh pihak kepolisian Polsek Manna, Babinsa dan Kepala Desa,” terang Sarjono saat dihubungi media ini lewat telepon.

Saat dikonfirmasi mengenai Uang Rp 15 juta yang akan dikembalikan ke Kas Bumdes tersebut, Sarjono menjelaskan kalau pengembalian uang itu merupakan bentuk inisiatif dan rasa tanggungjawab mereka atas kerugian selama bisnis batu hias.

Dilain pihak,  yakni Erik sebagai salah seorang pelapor, dia mengatakan kalau pihaknya menerima hasil kesepakatan dalam perjanjian perdamaian tadi malam itu. Namun kata Dia, mengenai pencabutan laporan kepihak kepolisian diserahkannya kepada terlapor.

“Karena mereka mengakui kesalahannya, kesepakatan damai tadi malam kami terima. Namun masalah pencabutan laporan itu bukan kami yang mencabutnya,” kata Erik kepada wartawan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu A Khairuman belum mengetahui mengenai perdamian antara warga dan pengurus Bumdes Desa Tanjung Besar, Bengkenang ini. “Saya belum dapat informasi kalau mereka sudah berdamai,” kata Ahmad. (tom)

Related Post

loading...