Angkut Kayu HL, Mantan Kades Babatan Ulu Bobok di Sel

by

LINTASBENGKULU.COM, BS -Mantan Kades Babatan Ulu, Kecamatan Seginim, Bengkulu Selatan, Nin Permana (56), resmi ditetapkan penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Bengkulu Selatan (BS) sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan 40 keping kayu Kruing yang berasal dari Hutan Lindung (HL).

Data terhimpun, setelah penyidik mendapatkan saksi-saksi dari dan atas nama Yan Sastra, Wiwin, Saharman, Anuar Cakur dan Jumli selaku tukang angkut/pikul atas suruhan atau perintah tersangka. Sehingga penyidik unit Tipiter Satreskrim Polres Bengkulu Selatan berkesimpulan, tindakan sang Mantan Kades Babatan Ulu Kecamatan Seginim ini telah memenuhi unsur Tindak Pidana melawan Hukum. Nin Permana akhirnya di tahan, Sabtu, (10/03/18) kemarin.

Menurut Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu A Khairuman, penetapan TSK dan penahanan mantan kades ini atas pengembangan laporan Polisi Nomor : LP/45-A/XI/2017/SPKT, Tanggal 02 November 2017.
Atas Nama Tersangka, Soni Firdiansyah (27) warga Desa Babatan Ulu, Kecamatan Seginim, yang di amankan pada pada hari Jumat tanggal 20 oktober 2017 yang lalu di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Air Nipis.

Tersangka Soni mengangkut kayu olahan jenis Lagan atau Kruing sejumlah 40 keping, yg di duga kayu olahan berasal dari Kawasan Hutan Lindung, akan di bawah ke depot Piter Permana milik bapak tirinya yaitu Nin Permana.

“Tersangka Soni ini sudah tahap dua dan telah kita limpahkan ke Kejaksaan. Sementara Nin Permana yang diduga melanggar Pasal 83 ayat (1) b huruf b jo pasal 12 huruf e UU RI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ini masih di tahan di Sel Tahanan Negara Polres BS sejak Sabtu kemarin,” demikian Ahmad Khairuman. (tom)