Bangun Kesehatan “Dinkes BS Riset Kesehatan Dasar Masyarakat”

by
Pelepasan Enumerator oleh Kadinkes BS Redhwan Arif S.Sos MPH

LINTASBENGKULU.COM, BS – Untuk memberikan arah kebijakan pembangunan kesehatan masyarakat
kedepan, Kementerian Kesehatan RI melalui Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) melaksanakan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).

Riset kesehatan dasar masyarakat ini dilaksanakan selama 36 hari yang dilaksanakan secara serentak di 34 Provinsi di Indonesia, dimulai sejak tanggal 19 April 2018 kemarin.

Untuk di Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, dalam rangka mensukseskan program Kemenkes ini, petugas Dinas Kesehatan telah merekrut dan melepas sebanyak 16 orang Enumerator (petugas Riskesdas).

16 petugas Riskesdas yang terdiri dari 4 tim, dengan 1 tim berjumlah 4 orang itu telah dilepas oleh Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan Redhwan Arif, S.Sos MPH Rabu (18/04/18) lalu.

Kadinkes BS Redhwan Arif mengharapkan kepada 16 Enumerator untuk dapat bertugas sebaik-baiknya sesuai yang diharapkan. Kepada Enumerator yang sudah diberi pembekalan dan bimbingan oleh pelatih nasional ini untuk bekerja sesuai fakta dilapangan.

“Bekerjalah dengan jujur sebagaimana semboyan Enumerator yang menghasilkan Real Data,” seru Redhwan Arif, dalam sambutannya saat pelepasan 16 Enumerator di Aula Dinkes, Jalan Raya Padang Panjang Kota Manna, Rabu (18/04/18).

Ke-16 Enumerator yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu dibidang kesehatan ini, akan bertugas melakukan pendataan dimasing-masing Blok Sensus (BS) yang sudah ditetapkan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kecuali Kecamatan Bunga Mas.

Menurut Ipi Handri MPH, selaku penanggungjawab operasional (PJO) Riskesdas di Bengkulu Selatan, ia mengatakan, sebanyak dari 4 tim Enumerator ini, nantinya masing-masing tim akan melakukan pendataan pada 10 blok sensus.

“Massing-masing blok sensus terdiri dari 10 kepala keluarga. Artinya satu Tim ini nanti akan mendata 120 rumah tangga, yang akan ditanya persoalan kesehatan sesuai kuesioner,” terang Ipi Handri.

Dia menambahkan, Riskesdas yang dilaksanakan pada tahun 2018 ini terintegrasi dengan Susenas yang dilaksanakan oleh BPS pusat. Jadi lanjut Ipi Handri, rumah tangga yang di terpilih sebagai Responden adalah rumah tangga yang di survey pada waktu Susenas oleh Statistik.

Selain pendataan melaui pertanyaan kuesioner, responden juga akan di diperiksa tinggi badan, dan lingkar lengan serta lingkar perut untuk perempuan.

“Selama 10 hari kedepan Enumerator akan di awasi oleh PJO Kabupaten dan bimbingan langsung dari PJT Balitbangkes Kemenkes RI. Saat ini Enumerator telah bertugas di lapangan, mohon dukungan dari semua pihak, mulai dari Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Lurah dan semua unsur terkait dalam mensukseskan program ini,” harap Ipi handri. (tom)

Petugas Riskesdas sedang melakukan pengukuran lingkar lengan
Petugas Enumerator sedang mengukur tinggi badan responden