Berlakukan Status Quo “Jalan Menuju PT ABS di Buka”

by
Warga memperlihatkan bukti kepemilikan lahan kebun mereka
Warga memperlihatkan bukti kepemilikan lahan kebun mereka

LINTASBENGKULU.COM, BS – Empat dari 9 orang warga yang melakukan pemblokiran jalan menuju PT ABS (Agro Bengkulu Selatan) pada Rabu (13/12/17) kemarin, sekitar pukul 10.15 WIB hari ini Kamis (14/12/17) pagi tadi mendatangi markas Polres Bengkulu Selatan di jalan A Yani Kota Manna.

Kedatangan ke-empat warga tersebut tidak lain adalah untuk memenuhi undangan yang dilayangkan Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan (BS).

Ke-empat warga yang memenuhi undangan Sat Reskrim Polres BS itu yakni, Hakimin (Sekdes Desa Cinto Mandi), Rasikin warga Desa Najungan, Setandi warga Desa Cinto mandi dan Fauzan juga warga Desa Cinto Mandi.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu A Khairuman mengatakan, ke-empat warga itu sengaja diundang terkait aksi blokir jalan menuju PT ABS. “Besok akan kita undang 5 orang lagi warga yang melakukan pemblokiran jalan menuju PT ABS. Selain itu, juga dari pihak PT ABS besok akan kita undang,” kata Kasat Reskrim.

Disampaikan A Khairuman, 4 orang warga yang diundang hari ini sepakat membuka blokiran jalan. Hal ini kata Kasat, untuk menghindari terjadinya konflik ditengah-tengah masyarakat. Namun walaupun blokiran jalan dibuka, pihak PT ABS belum boleh melewati jalan tersebut,tegas Kasat Reskrim.

“Empat warga tadi sepakat membuka blokiran jalan, namun pihak perusahaan belum boleh melewati jalan itu. Pihak PT ABS nanti akan kita hubungi. Saat ini kita berlakukan Status Quo,” Ujar Ahmad.

Dari pengakuan warga saat dikonfirmasi awak media, aksi pemblokiran jalan itu dilakukan dikarenakan pihak PT ABS tidak menepati janji untuk mengganti rugi tanah mereka yang dijadikan jalan menuju lokasi PT. Selain itu warga juga menuntut tanah kebun milik mereka yang digusur PT ABS tanpa sepengatahuan pemilik.

“Satu tahun yang lalu, pihak PT ABS pernah berjanji akan mengganti tanah lahan kebun kami yang dijadikan jalan menuju lokasi PT ABS itu. Per-orang dijanjikan Rp 10 juta, namun hingga hari ini tidak ada realisasinya. Selain itu kami juga menuntut kebun kami yang sudah digusur dan di tanami sawit,” kata Rasikin warga Desa Nanjungan.

Informasi diperoleh, ada sekitar 13 orang warga yang menuntut ganti rugi tanahnya yang dijadikan jalan menuju lokasi PT ABS. Dan ada sebanyak 12 Warga yang menuntut ganti rugi tanah lahan kebun mereka yang digusur tanpa sepengetahuan pemiliknya. (tom)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *