Camat Manna Kembalikan 3 Nama Kepada Kades Untuk Memilih dan Dilantik Sebagai Sekdes Gunung Sakti

by
Surat Camat merekomendasikan agar Kades Memilih diantara tiga nama

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan РCamat Kecamatan Manna, Yuhil Dani, S. Sos, mengembalikan 3 nama peserta nilai tertinggi dalam tes perekrutan calon Sekretaris desa (Sekdes) Gunung Sakti kepada Kepala Desa Nadiman, untuk memilih dan diangkat serta  dilantik sebagai Sekdes.

Padahal sebelumnya, Kades Gunung Sakti Nadiman telah menyerahkan 3 nama tersebut yakni, Haryanto, Leni Pusvita Dewi dan Dovi, agar Camat merekomendasikan salah satu diantaranya untuk disetujui serta direkomendasikan sebagai Sekdes.

Surat Rekomendasi Kades Kepada Camat

Anehnya, rekomendasi dari Camat Manna yang diterima Kades Gunung Sakti Nadiman itu, ketiga nama tersebut semuanya direkomendasikan kembali agar Kades memilih satu orang dari ketiga nama tersebut untuk diangkat dan lantik menjadi Sekdes Gunung Sakti.

Berikut bunyi rekomendasi Camat Manna:

Surat Camat merekomendasikan agar Kades Memilih diantara tiga nama

Hal ini tentunya membuat Kepala desa Gunung Sakti bingung, dan harus melakukan rapat desa kembali.

Disampaikan Kades kepada media ini, belum diterbitkannya SK pengangkatan Sekdes Gunung Sakti dikarenakan masih dalam sengketa. Karena dari tiga nama yang diusulkan kepada pihak Kecamatan beberapa waktu lalu itu kata Kades, Leni Pusvita Dewi, melakukan gugatan terhadap keterlibatan Haryanto dalam berpartai pokitik. Haryanto merupakan peserta yang memperoleh nilai tertinggi pada tes calon Sekdes tersebut.

Padahal menurut Haryanto, jauh hari sebelum mengikuti tes calon Sekdes dirinya telah menyampaikan surat keterangan pengunduran diri dari partai politik.

“Saat penjaringan dan seleksi calon Sekdes, dan pada saat pendaftaran memang tidak diminta untuk dilampirkan surat keterangan tidak berpartai politik. Tapi surat keterangan tidak berpartai politik tersebut jauh hari sebelum penjaringan sudah saya serahkan kepihak Kecmaatan,” tutur Haryanto.

Haryanto mengakui kalau dirinya pernah terdaftar pada partai politik Perindo, namun sudah mengundurkan diri sebelum pencalonan Sekdes, ujarnya.

Dengan belum menerima SK sebagai Sekdes definitif desa Gunung Sakti, Haryanto merasa hal ini ada keganjilan dan patut dipertanyakan.

“Saya merasa kecewa hak saya tidak di setujui selaku nilai tertinggi berdasarkan hasil tes calon Sekdes, patut di pertanyakan ada apa ini. Dan saya akan melakukan upaya hukum,” tegasnya terlihat kesal.

Haryanto menambahkan, bahwa dirinya pernah dikunjungi Kades Nadiman. Kades mengatakan kepada dirinya bahwa tiga nama ini untuk di rembukan kembali.

“Saya kira untuk mengantarkan SK, ternyata melainkan untuk menyampaikan untuk berembuk kembali. Dan bahkan Nadiman mengatakan untuk hompimpa. Ntah apa maksudnya saya kurang paham,” pungkas Haryanto. (And)