Category: Nasional

Permalink to Hasil OTT di Banten,  Digelandang Ke KPK
Headline, Nasional

Hasil OTT di Banten, Digelandang Ke KPK

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan

 

Lintasbengkulu.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Basaria Panjaitan, mengungkapkan timnya telah membawa 10 orang yang terjaring operasi tangkap tangan di Provinsi Banten ke Kantor KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Salah satu yang tertangkap dikabarkan adalah Wali Kota Cilegon berinisial TIA.

“Sejumlah pihak yang diamankan sudah dibawa ke kantor KPK,” kata Basaria melalui pesan singkatnya, Sabtu, 23 September 2017.

Basaria mengatakan, selain mengamankan 10 orang, tim satuan tugas KPK juga mengamankan uang ratusan juta sebagai bukti.

“Diindikasikan ada transaksi terkait dengan proses perizinan kawasan industri di salah satu Kab/Kota di Banten,” kata Basaria.

Basaria menuturkan, penyidik KPK tengah memeriksa secara intensif kesepuluh orang tersebut. Dalam waktu 1×24 jam, penyidik akan menentukan status para mereka.

“Dalam waktu maksimal 24 jam akan kami sampaikan hasil OTT ini melalui konferensi pers hari ini di KPK,” ujarnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan dalam OTT tersebut, selain kepala daerah, terdapat sembilan orang lainnya yang ditangkap, termasuk pejabat dinas dan pihak swasta.

Berita ini ditulis: viva.co.id

Permalink to CPNS 2017, Berikut Syarat Nyeleneh Tapi Wajib Dipenuhi
Headline, Nasional

CPNS 2017, Berikut Syarat Nyeleneh Tapi Wajib Dipenuhi

Foto Net

Foto/Net

Lintasbengkulu.com – Sebanyak 60 kementerian atau lembaga dan 1 pemerintah provinsi membuka 17.928 lowongan calon pegawai negeri sipil ( CPNS) pada tahun ini.

Hal itu disambut antusias oleh masyarakat. Hingga Jumat pekan lalu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat sudah ada 373.178 orang yang mendaftar.

Namun di tengah gegap gempita itu, terselip beberapa syarat-syarat unik dalam pendaftaran CPNS yang di keluarkan oleh sejumlah instansi pemerintahan. Apa saja? berikut daftarnya:

1. Pawang Anjing

Setiap profesi khusus membutuhkan keahlian yang khusus pula. Barangkali itu yang dipegang oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Lembaga yang membuka lowongan 275 formasi CPNS ini membuat sejumlah syarat.

Salah satu yang unik adalah peserta CPNS harus memiliki sertifikat pawang anjing. Syarat ini dikhususkan untuk formasi pelatih dan pawang anjing pelacak khusus narkotika. Saking pentingnya, BNN memutuskan untuk memprioritaskan pelamar yang sudah berpengalaman sebagai pawang anjing.

2. Bukan Perokok dan Lihai Berenang

Saat pertama membaca syarat ini, pasti yang terbayang adalah profesi yang berkaitan dengan kesehatan dan perairan. Tak salah, sebab syarat ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kementerian yang membuka 1.000 formasi lowongan itu membuat 22 syarat pendaftaran CPNS. Salah satu syaratnya yaitu para pelamar bukanlah seorang perokok. Selain itu, untuk untuk CPNS yang akan ditempatkan di kantor kesehatan pelabuhan, Kemenkes akan mengutamakan laki-laki yang siap bekerja 24 jam serta memiliki kemampuan berenang.

3. Bukan Istri Kedua

Syarat pendaftaran CPNS yang satu ini bukanlah guyonan. Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mencantumkan syarat demikian dalam penerimaan CPNS 2017.

Lembaga yang membuka 53 formasi CPNS itu membuat 13 syarat umum. Syarat ke-12 bertuliskan bagi wanita yang sudah menikah tidak menjadi istri kedua dan seterusnya.

Entah apa alasan di balik syarat tersebut sebab PPATK tak memberikan penjelasan tentang hal itu di dalam surat pengumuman penerimaan CPNS-nya.

4. Berat Badan Ideal

Bila kementerian atau lembaga biasa mensyaratkan tinggi minimal, maka hal itu tak cukup bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kementerian yang membuka 400 formasi CPNS ini mensyaratkan berat badan ideal untuk para pelamarnya. Acuan berat badan ideal yang digunakan mengacu kepada body mass index (BMI).

5. Maksimal Punya 2 Anak

Bila PPATK mencantumkan syarat wanita yang sudah menikah tidak menjadi istri kedua, maka Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mensyaratkan dua anak.

Lembaga yang membuka 157 formasi itu membuat 14 syarat pendaftaran CPNS. Syarat yang paling unik yaitu bagi yang sudah menikah diutamakan memiliki dua anak maksimal 2 orang.

BKKBN menyampaikan bahwa syarat itu sesuai dengan program yang diusung oleh lembaganya yaitu program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

 

 

(berita ini ditulis kompas.com)

Permalink to Pakai Kaos Berlambang “Celurit dan Palu” WNA Asal Hongkong Ini Diserahkan ke Polisi
Nasional, Terkini

Pakai Kaos Berlambang “Celurit dan Palu” WNA Asal Hongkong Ini Diserahkan ke Polisi

LINTASBENGKULU. COM,  Batam – Sabtu (16/09/17) sekira pukul 18.00 WIB, di Lantai 2 Restauran Lingga, Nagoya Hill Mall Batam, seorang WNA asal Hongkong  bernama Yeung Siu Chung diamankan oleh Scurity.

WNA asal negara Hongkong ini diamankan lantaran dia menggunakan baju kaos warnah merah yang dipakainya berlogo palu dan arit.

Adapun kronologis Kejadian, awalnya pihak Scurity mendapatkan informasi dari pengunjung Nagoya Hill Mall bahwa ada salah seorang pengunjung yang menggunakan Kaos warna merah berlogo Palu Arit (lambang PKI).

Mendapat informasi terssbut pihak Scurity pun bergegas mencari kebenaran informasi itu. Ternyata benar memang ada seorang pengunjung WNA asal Hongkong yang menggunakan Kaos berwarna merah bergambar palu arit (logo PKI) sedang makan di Restauran Lingga bersama rekannya yang bertempat di Nagoya Hill Mall Batam.

Oleh pihak scurity WNA tersebut di bawa ke pos Scurity Nagoya Hill Mall, Batam untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan dari yang bersakutan bahwa, kaos tersebut dibeli dari Negara Vietnam.

“Dari pengakuannya saat dimintai keterangan,  yang bersakutan tiba di Batam pada hari Sabtu tanggal 16 September 2017, pukul 80.30 menggunakan Batam Fast melalui pelabuhan Sekupang.  Dia tidak mengetahui bahwa di Indonesia dilarang menggunakan Kaos tersebut,” kata Junior Sinaga salah seorang Scurity Hill Mal Nagoya Batam.

Lanjut dia, yang bersangkutan tinggal di I Hotel, Baloi dan rencananya akan kembali pada hari Minggu, tanggal 17 September 2017, ujarnya.

Setelah dimintai keterangan oleh pihak Scurity,  WNA asal Hongkong yang mengenakan baju kaos warnah merah yang berlambang palu arit itu selanjutnyabdi serahkan kepada pihak kepolisian Polresta Barelang. (Iwo).

Permalink to Romantis dan Bikin Trenyuh, yang Dilakukan Anggota TNI dan Polwan ini
Headline, Nasional

Romantis dan Bikin Trenyuh, yang Dilakukan Anggota TNI dan Polwan ini

Serda Yulianto saat menolong Bripda Oryza (Foto: Instagram puspentni)

Serda Yulianto saat menolong Bripda Oryza (Foto: Instagram puspentni)

Lintasbengkulu.com – Romantisme bak di film tergambar dari aksi prajurit TNI dengan polwan ini. Dengan sigap, prajurit bernama Serda Yuliyanto membantu Bripda Oryza mengganti ban mobil yang bocor. Netizen banyak yang melihat aksi itu sebagai hal yang menyentuh. Ada juga yang malah gagal fokus.

Dari foto yang diunggah lewat Instagram @puspentni, Serda Yuliyanto yang baru saja pulang apel bertemu dengan Bripda Oryza di pinggir jalan. Dia melihat Oryza tengah kesulitan sebab ban mobilnya bocor.

Dengan sigap, Yuliyanto dengan sigap langsung membantu Oryza untuk mengganti ban mobil yang bocor. Aksi itu mengundang perhatian pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut

“Babinsa Koramil 16/Colomadu Kodim 0727/Karanganyar Serda Yuliyanto membantu mengganti ban Mobil Bripda Oryza anggota Polres Karanganyar yang mengalami kebocoran ban mobil saat melaksanakan tugas dalam membantu mengatur lalu lintas di seputaran Alun-alun Karanganyar,” tulis akun @puspentni.

Rupanya bukan cuma aksi ‘romantis’ itu saja yang mengundang perhatian dari netizen. Ada yang gagal fokus pada knalpot mobil yang dikendarai oleh Oryza.

“Itu mobil polisi? Kenapa knalpot nggak standar?” kata seorang netizen di kolom komentar Instagram puspentni.

“Salfok sama knalpot mobilnya hehe,” ujar netizen lainnya.

Namun sebagian besar netizen justru penasaran dengan status Yuliyanto dan Oryza. Apakah keduanya telah memiliki pasangan atau tidak. Jika belum memiliki pasangan, netizen berharap keduanya merajut hubungan usai aksi ‘romantis’ mengganti ban itu.

“Dan kemudian mereka hidup bahagia selamanya,” kata netizen.

“Ayo jadian saja,” tulis seorang netizen lainnya.

Cerita di Balik ‘Romantisme’ Prajurit TNI Bantu Polwan Ganti Ban

Kisah ‘romantis’ prajurit TNI Serda Yulianto yang menolong Bripda Oryza saat mengalami kempes ban, ramai dibahas warganet. Bripda Oryza pun bercerita mengenai kejadian yang dialaminya tersebut. Seperti apa?

“Itu kejadiannya Selasa, tanggal 12 (September),” kata Bripda Oryza saat dihubungi detikcom, Jumat (15/9/2017).

Kala itu, Oryza baru saja melakukan pengaturan lalu lintas dan hendak menuju ke kantor, yakni di Polres Karanganyar, Jawa Tengah. Oryza sendiri di Polres Karanganyar bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Sebetulnya itu bukan pecah ban. Cuma kempes dikit aja. Itu kejadiannya di sekitar Alun-alun Karanganyar,” ujar Oryza dengan logat Jawa yang cukup kental.

Menurut Oryza, di kawasan tersebut memang dekat dengan markas TNI. Ketika dia mengalami kempes ban, kebetulan memang sedang banyak anggota TNI.

“Memang ada tentara banyak, sekitaran Alun-alun. Itu memang dekat Kodim. Aku turun cek bannya. Terus ada yang nyamperin, bantuin,” tutur Oryza.

Baca juga: So Sweet! ‘Romantisnya’ Prajurit TNI Bantu Polwan Ganti Ban Mobil

“Waktu itu yang nyamperin ada beberapa, cuma yang aku inget yang nolongin itu yang aku tahu namanya ya Serda Yulianto itu,” imbuhnya.

Oryza mengaku kaget saat tahu kejadian tersebut ramai dibahas di sosial media karena diunggah oleh akun TNI sendiri. “Ya lumayan kaget aja,” tanggapnya.

Dari foto yang diunggah lewat Instagram @puspentni, seorang prajurit TNI membantu polwan yang ban mobilnya bocor saat hendak melaksanakan tugas. Aksi itu terjadi pada Selasa (12/9/2017) sekitar pukul 08.15 WIB.

Prajurit TNI bernama Serda Yuliyanto, yang baru saja pulang apel, langsung membantunya. Serda Yuliyanto dengan sigap langsung membantu Bripda Orysa untuk mengganti ban mobil yang bocor. Aksi itu mengundang perhatian pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut.

So Sweet! ‘Romantisnya’ Prajurit TNI Bantu Polwan Ganti Ban Mobil

‘Romantisme’ dan kerja sama dua institusi negara, yakni TNI dan Polri, tidak hanya di sektor formal. Di luar tugas, romantisme kedua institusi itu tetap terlihat. Seperti penampakan prajurit TNI dan polwan berikut ini.

Dari foto yang diunggah lewat Instagram @puspentni, seorang prajurit TNI membantu polwan yang ban mobilnya bocor saat hendak melaksanakan tugas. Aksi itu terjadi pada Selasa (12/9/2017) sekitar pukul 08.15 WIB.

Saat itu, polwan yang bernama Bripda Oryza tersebut sedang bertugas mengatur lalu lintas di sekitar Alun-alun Karanganyar. Namun mobil yang dikendarainya tiba-tiba saja mengalami ban bocor di tengah jalan. Prajurit TNI bernama Serda Yuliyanto, yang baru saja pulang apel, langsung membantunya.

Serda Yuliyanto dengan sigap langsung membantu Bripda Orysa untuk mengganti ban mobil yang bocor. Aksi itu mengundang perhatian pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut.

“Babinsa Koramil 16/Colomadu Kodim 0727/Karanganyar Serda Yuliyanto membantu mengganti ban Mobil Bripda Oryza anggota Polres Karanganyar yang mengalami kebocoran ban mobil saat melaksanakan tugas dalam membantu mengatur lalu lintas di seputaran Alun-alun Karanganyar,” tulis akun @puspentni.

“Ini salah satu implementasi dari sosok Babinsa yang Sigap (Santun, Inisiatif, Gagah, Aktif, dan Peduli) yang merupakan salah satu harapan dari para pimpinan TNI-AD,” ujar Dandim 0727/Karanganyar Letkol CZI Santy Carsa Tarigan dalam Instagram @puspentni.

Foto Serda Yuliyanto membantu Bripda Oryza mengganti ban mobil itu menuai komentar positif dari netizen.

“So sweet,” tulis akun @saukihaikal.

“Hati-hati cinlok,” ujar akun @dayat895.

Berita ini ditulis: detik.com

Permalink to Brigjen Pol Yanfitri Halimansyah: Gunakan Medsos Tanpa Etika & Tanpa Moral Siap Saja Berurusan Dengan Hukum
Nasional, Terkini

Brigjen Pol Yanfitri Halimansyah: Gunakan Medsos Tanpa Etika & Tanpa Moral Siap Saja Berurusan Dengan Hukum

 

Karo Multimedia Mabes Polri Brigken Pol. Yanfitri Halimasyah, menrima cendramata dari Ketua IWO Indonesia,  Jodi Yudono

LINTASBENGKULU. COM,  Jakarta – Kepala Biro (Karo) Multimedia Mabes Polri, Brigjen Pol. Yanfitri Halimansyah mengatakan dunia digital sangat berbahaya dan beragam dengan senyapnya, dimana pengguna, penjual dan pembeli bersifat Anonymous.

“Kini pun kejahatan dunia maya atau cyber crime sangatlah beragam. Mulai dari kejahatan penipuan, berita hoax dan juga berita berkonten mengadu domba,” ucap dia ditengah Musyawarah Bersama Ikatan Wartawan Online bertema Membangun Peradaban Pada Era Digital, di Hotel Puri Mega, Jakarta, pada Jumat (8/9/2017) beberapa hari yang lalu.

Dia menjelaskan bahwa upaya meminimalisirnya melalui upaya preventif, upaya-upaya pencegahan, penanggulangan maupun edukatif, yang terakhir apabila tidak teredukasi, Kepolisian dilakukan upaya-upaya penegakan hukum.

Mantan Wakapolda Kepri ini menjelaskan, upaya penegakan hukum tersebut dilakukan karena berita tersebut sudah dinilai terlalu membahayakan persatuan dan kesatuan di masyarakat.

“Bahkan sudah menjatuhkan harga diri seseorang. Jadi jika menyangkut hak-hak orang, tentu hak-haknya orang lain itu membatasi hak-hak kita, nah itu yang harus diwaspadai menggunakan media sosial yang tanpa menggunakan etika dan norma itu sangat memiliki resiko,” ujarnya.

Yanfitri, juga menegaskan kalaupun pelaku mencoba untuk mengelabui petugas dengan memakai nama ataupun akun samaran, tetap saja masih bisa terlacak. Jadi kalau fake akun, tidak ada yang anonim, semuanya bisa kita lihat.

“Jadi kalau dia mau tulis namanya siapa saja, pakai akun apa saja, semuanya bisa dilihat, tidak akan lari ke mana, karena kan jejak digitalnya tidak akan bisa dibohongi,” ungkap dia.

Sementara ahli Cibercrime atau Keamanan Informasi, Gildas Deograt Lumy, mengatakan bahwa kejahatan Siber bisa terintegrasi kepada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT) dan Darkweb atau web gelap.

“TPPU (Money Laundering/pencucian uang), menyembunyikan sumber dana,, TPPT (Terrorism Financing), menyembunyikan tujuan dana dan tidak semua TPPU adalah TPPT. Kebanyakan TPPT adalah TPPU,” ungkap dia.

TPPT menggunakan TPPU berbasiskan teknologi mengunakan sumber dana tanpa batas, dan itu kata dia sulit dicegah dan sulit dilacak.

Sedangkan web gelap atau Darkweb kerap digunakan oleh pengguna, penjual dan pembeli Anonymous dan transaksi berbagai barang dan jasa yang ilegal atau dilarang di Surface
Web.

“Sedangkan, Identitas palsu, senjata, bahan kimia, narkoba, pornografi anak, jasa pembunuh bayaran, dan lain-lain. Sementara, peretas menggunakan Dark Web untuk berkomunikasi, berbagi informasi, menjual jasa peretasan, malware, hacking software, password, data curian, dan lain sebagainya,” papar dia.

Dalam diskusi bertema Teknologi Digital dan Cyber Crime dalam Media Online hadir pembicara lainnya adalah Tenaga Profesional Bidang Kewaspaan Nasional Lemhanas, Mayjen TNI (Purn) I Putu Sastra Wingarta, S. IP, M.Sc, Staf Khusus Menkominfo Prof. Henri Subiakto, Budayawan/Mantan Dirut LKBN Antara Mohamad Sobari, serta Dosen Komunikasi Politik dan Kebangsaan Universitas Muhamadiyah Makassar, yang juga Dewan Etik IWO Sulawesi Selatan, Arqam Azikin. (IWO)

Permalink to Usai Mubes  IWO Bentuk ASPEMO
Headline, Nasional

Usai Mubes IWO Bentuk ASPEMO

LINTASBENGKULU. COM,  JAKARTA – Musyawarah Bersama (Mubes) I Ikatan Wartawan Online (IWO) yang digelar selama dua hari, 8-9 September 2017 kemarin, sukses digelar.

Dalam mubes IWO, juga telah terbentuk Asosiasi Pemilik Media Online (ASPEMO) yang diprakarsai oleh Iskandar Sitorus, Moh Gunawan dan Rival Achmad.

Dari hasil rapat yang digelar Sabtu (9/11), terbentuklah susunan pengurus ASPEMO yang diketuai oleh Iskandar Sitorus, Sekretaris Umum Muhammad Gunawan dan Bendahara Umum Rival Achmad serta sejumlah Koordinator Wilayah di seluruh Indonesia.

Dari sejumlah media yang hadir terkumpul 41 perusahaan media menjadi pendiri ASPEMO . Selain struktur para koordinator wilayah (Korwil) mewakili berbagai daerah di Indonesia. Sementara Sekjen IWO Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Samin dipercaya untuk menjadi Korwil Sumatera yang menaungi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumsel, Sumbar, Jambi, Bangka Belitung dan Bengkulu.

Untuk Korwil Sulawesi dipercayakan kepada Jaena Rondonuwu yang meliputi Sulsel, Sulbar, Sultra, Sulut, Gorontalo, Sulteng dan Sulteng.

Korwil Kalimantan dipercayakan kepada Kundori, S.sos yang meliputi Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kalimantan Utara.

Untuk wilayah timur yakni Maluku, Ternate, Bali, NTB, NTT.

Sementara untuk wilayah Jawa yakni DKI, Jateng, Jabar, Jatim, Banten dan Jogjakarta koordinator wilayah dipercayakan kepada Muhammad Gunawan Abdillah.

Untuk kepulaan Riau dan Batam, dipercayakan kepada Azli Rais.
Korwil Papua di ketuai oleh Herbert Purba yang juga adalah pemilik kobarpapua.com meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sekretaris Umum ASPEMO Moh Gunawan Abdillah, dalam keterangannya bersama ratusan media online dari Aceh sampai Papua mengatakan kepengurusan ASPEMO telah kita bentuk dan saat ini pengurus akan segera menyelesaikan legalitas ASPEMO yang nanti akan didaftarkan secara administratif negara.

“Dalam waktu dekat kita akan segera urus, amanah yang telah disampaikan kawan-kawan dari Aceh sampai Papua akan ia emban dengan sebaik-baiknya,”bebernya.

Dikatakan Gunawan, hadirnya ASPEMO ini, untuk mewadahi para pemilik media online yang ada diseluruh nusantara, demikian Gunawan.  (tom)

 

Permalink to “Subhanallah,” Ternyata Begini Misteri Dibalik Tidurnya Gus Dur
Headline, Nasional

“Subhanallah,” Ternyata Begini Misteri Dibalik Tidurnya Gus Dur

Gus Dur

Lintasbengkulu.com – Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sering sekali tidur dan mudah terlelap di mana saja. Saat baru duduk di kursi tamu undangan pada suatu hajatan, di kendaraan, sidang paripurna DPR, dan banyak momentum penting lainnya.

Misteri kebiasaan tidur Presiden Keempat RI itu kerap membuat orang jengkel. Sang sahabat, KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus menyampaikan, tingkah aneh Gus Dur sudah diketahui banyak orang.

Bahkan, cendekia Muslim Jalaluddin Rahmat menyampaikan kekesalannya atas kebiasaan tersebut. Hal itu disampaikan Gus Mus seperti dikutip dari buku “Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus” karya KH. Husein Muhammad.

Jalaluddin pernah disebut sampai anti-Gus Dur karena hal yang sama.

“Gus Dur dianggap tidak sopan. Bagaimana tidak? Wong salah seorang pemimpin Negara Islam Iran mau bicara dan berdialog, Gus Dur justru tidur, ngorok lagi. Begitu Kang Jalal mengeluh. Kejengkelan Kang Jalal tentu mudah dipahami. Pemimpin tertinggi Iran itu idolanya,” kata Gus Mus.

Kebiasaan tidur Gus Dur juga sudah disaksikan rakyat Indonesia. Misalnya, saat menghadiri sidang pleno di DPR. Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden RI duduk di atas kursi dengan kepala terlihat miring. Jelas tertidur. Ia tertidur saat para anggota dewan tengah berbicara silih berganti.

Meski tertidur, namun saat giliran presiden berbicara, Gus Dur bangun bahkan bisa menjawab dengan tangkas dan cerdas.

Sama seperti saat Gus Dur tertidur di tengah pidato pemimpin Iran. Ia terbangun setelah pidato usai, bahkan mengangkat tangan terlebih dahulu untuk meresponsnya. Menunjukkan bahwa dirinya sangat memahami isi pidato pemimpin Iran tersebut.

Belakangan, Jalaludin yang jengkel dengan kebiasaan Gus Dur pun justru mengidolai sosoknya.

“Kang Jalal terpesona, terpana,” ungkap Gus Mus.

“Sesudah pengalaman itu, orang yang tidak disukainya itu berubah menjadi sahabatnya. Bahkan Kang Jalal mengagumi, menghormati dan mencintainya,” sambung dia.

Gus Mus merasa tak ada yang aneh dari kebiasaan Gus Dur. Menurutnya, ada siasat di balik kebiasaan tokoh Nahdlatul Ulama itu. Manakala menerima undangan untuk diskusi, seminar, simposium, dialog, konferensi, dan sejenisnya, Gus Dur lebih dahulu mencari tahu tentang pembicaranya.

Ia lalu mempelajari pikiran-pikiran, perspektif dan gagasan si pembicara melalui karya tulis maupun ceramah yang ditemukan. Dari bahan-bahan yang dipelajari tersebut, Gus Dur menangkap apa yang akan disampaikan si pembicara kelak.

“Paling-paling tak jauh dari itu juga,” kata Gus Mus menirukan pernyataan yang pernah disampaikan Gus Dur. (kompas.com)

Permalink to IWO Laporkan Kapolres Waykanan ke Propam Polda Lampung
Nasional, Terkini

IWO Laporkan Kapolres Waykanan ke Propam Polda Lampung

LINTASBENGKULU. COM,  BANDAR LAMPUNG – Lantaran menghina profesi wartawan dan masyarakat Lampung, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung Wawan Sumarwan melaporkan Kapolres Waykanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan ke Propam Polda Lampung yang terletak di Jalan WR Supratman.

Wawan Sumarwan didampingi Ketua umum IWO Jodhi Yudono, Sekretaris Jenderal (Sekjend) IWO Witanto dan puluhan pengurus IWO provinsi Lampung mendatangi Polda Lampung sekitar pukul 13:15 Wib.

Wawan yang baru saja dilantik menjadi Ketua IWO Provinsi Lampung menunjukan bukti laporan nomor STPL/B-41/VIII/2017/Yanduan, kepada puluhan wartawan yang menunggu di Mapolda Lampung.

“Hari ini kita resmi melaporkan Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul,” kata Wawan di Polda Lampung Senin (28/8/2017).

Dirinya menambahkan, sebagai tidak hanya sebagai wartawan, sebagai warga Lampung juga tersingguung dengan ucapan Kapolres itu.

“Tidak pantas seorang Kapolres bicara seperti itu. Ada rekaman dia ngomong apa. Tidak pantas saya ulang karena menyakitkan hati dan menyinggung SARA,” ujar Wawan.

Dia berharap, masalah ini menjadi pembelajaran bagi semuanya agar jangan sembarangan mengeluarkan kata-kata. Apalagi sebagai pejabat publik. (tom)

 

Permalink to IWO Karawang Percayakan Kasus Pemukulan  Wartawan ke Polisi
Nasional, Terkini

IWO Karawang Percayakan Kasus Pemukulan  Wartawan ke Polisi

LINTASBENGKULU. COM, KARAWANG – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Cikampek, sepakat untuk mempercayakan kasus dugaan pemukulan terhadap Pemimpin Redaksi media online karawang terkini (www.katernews.com) Dennis Frans Winata, Rabu (16/8/2017) lalu kepada penegak hukum.

Hal ini diketahui, setelah kedua belah pihak melakukan pertemuan untuk mengklarifikasi dan membahas kelanjutan kasus yang diketahui sudah ditangani penyidik dari Kepolisian Sektor Cikampek tersebut.

“Pertemuan ini juga untuk menepis kabar bahwa telah terjadi masalah antara pengurus IWO dan Ormas Pemuda Pancasila,” ujar Ketua IWO Kabupaten Karawang, Ega Nugraha, usai pertemuan dengan Ormas Pemuda Pancasila, Jum’at (18/8/2017) di Karawang.

Ia mengatakan, korban dugaan pemukulan Dennis FW,  sudah menyerahkan kasus tersebut kepada kuasa hukum dari Kantor Advokasi Indonesia (KAI) Karawang.

Untuk itu, lanjutnya, upaya hukum apapun yang ditempuh oleh Dennis saat ini, murni keputusan pribadi dan kuasa hukum.

“Artinya itu sudah tidak lagi masuk ke ranah organisasi kami (IWO). Tapi bukan berarti kami lepas begitu saja, karena sebelumnya kami sudah menawarkan bantuan hukum, namun Dennis lebih memilih kuasa hukum dari KAI. Kita hormati karena itu hak pribadi beliau,” ujar wartawan RMol Jabar (Jawa Pos Grup) tersebut.

Meski begitu, menurut Ega, IWO Karawang sebagai organisasi wartawan media online tetap akan terus mengikuti perkembangan dugaan kasus pemukulan tersebut sampai tuntas.

Dennis FW telah melaporkan tindakan dugaan pemukulan terhadap dirinya di Polsek Cikampek. Menurut Dennis, pemukulan terhadap dirinya diduga akibat pemberitaan pungutan liar (Pungli) di SDN Cikampek Barat IV, Kecamatan Cikampek.

Ditempat yang sama, Ketua PAC Pemuda Pancasila Cikampek, Cecep mengatakan, secara pribadi dan lembaga dia meminta maaf terkait kejadian dugaan pemukulan terhadap salah satu anggota IWO Karawang tersebut.

Namun dia berani menjamin, kronologis kejadian pengeroyokan tidak benar adanya.

Menurut dia, kejadian saat itu memang berlangsung cepat, dan tidak mengetahui bahwa Dennis merupakan seorang wartawan dari media online.

“Karena yang kami tahu Dennis ini Ketua LSM Garda RI. Ini salah paham aja, karena selama ini kami selalu menjalin hubungan baik dengan semua wartawan,” ungkapnya. (tom)

 

Permalink to Terkena OTT, Pejabat Pemkot ini menangis
Nasional

Terkena OTT, Pejabat Pemkot ini menangis

 

Lintasbengkulu.com – Kamis (10/8/2017) petang, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) bersama Ombudsman Sulsel menangkap tangan Kepala Seksi Pengawasan dan Pengaduan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Andi Agung Saputra.

Andi ditangkap saat menerima uang suap perizinan sebesar Rp 4,5 juta yang diberikan oleh pelapor berinisiar R di depan restoran cepat saji Jl Sultan Hasanuddin, Makassar. Andi sedang berada di atas motornya setelah menerima uang.

Saat digelandang polisi, Andi terlihat menangis dan enggan tersorot kamera wartawan. Dia terus menyembunyikan wajahnya di pundak Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anwar Hasan sambil mengeluarkan suara tangis.

Wakil Kepala Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hotman Sirait mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus pungli yang melibatkan tersangka untuk mengungkap jaringannya.

“Bagaimana-bagaimananya, kami belum tahu persis dan kami tersangka belum diperiksa. Tapi tersangka sudah mengakui perbuatannya menerima uang pelicin untuk menerbitkan izin dari ruko jadi restoran. Barang bukti yang kita sita Rp 4,5 juta,” ucapnya.

Ketua Ombudsman Sulsel, Subhan menambahkan, terungkapnya kasus ini setelah pihaknya menerima laporan masyarakat. Dari laporan itu, Ombudsman langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

“Sudah banyak sekali laporan pungli yang kami terima. Hampir setiap hari terima laporan, tapi kami tidak bisa menangkap. Jadi saya koordinasikan dengan polisi. Jadi deal-nya ini izin perubahan ruko jadi restoran Rp 15 juta antara pelapor dengan tersangka. Tapi pelapor hanya sanggupnya Rp 4,5 juta,” kata Subhan. (kompas.com)