Category: Daerah

Popular

Recent News

Daerah, Headline, Terkini

Dirwan Kunjungi Usaha Rumahan Warga Sulau

//Lima Lansia Dapat Santunan//

Lintasbengkulu.com – Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, Senin (27/6/16) mengunjungi beberapa usaha rumahan warga di Trans Sulau Kecamatan Kedurang Ilir. Dalam kunjungannya, Bupati Dirwan Mahmud mendengarkan beberapa keluhan yang disampaikan warganya.

Seperti yang disampaikan salah seorang pengusaha kerupuk Rengginang, bahwa mereka sangat butuh sekali perhatian dan bantuan dari Pemerintah setempat. “Saat ini permintaan pembeli cukup meningkat, tapi kami kekurangan modal untuk memenuhi permintaan konsumen,” kata pengusaha kerupuk Rengginang kepada Bupati BS Dirwan Mahmud.

Menanggapi keluhan warganya yang mempunyai usaha Home Industri itu, Bupati Dirwan Mahmud berjanji akan memberikan bantuan pinjaman lunak kepada pengusaha rumahan di Trans Sulau tersebut.

“Saya akan meberikan bantuan kredit lunak untuk  modal usaha bagi pelaku usaha kecil seperti ini.Untuk mngucurkan dana bantuan ini tentunya akan kita bahas terlebihdahulu dengan dinas terkait,” kata Dirwan.

Selain itu Bupati BS ini juga menyempatkan diri mengunjungi 5 orang Manula (Manusai Usia Lanjut). Dalam kesempatannya Dirwan memberikan santunan secara pribadi kepada ke lima manula ini. (cw)

Permalink to Polisi Larang Anak Dibawah Umur Bermotor
Daerah, Headline, Terkini

Polisi Larang Anak Dibawah Umur Bermotor

 

Lintasbengkulu.com – Untuk menjaga keselamatan pengendara dan terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif, Sat Binmas Polres Bengkulu Selatan terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi Undang-undang kepada masyarakat.

Belum lama ini jajaran polisi wilayah ini melalui Satuan Binmasnya melakukan penyuluhan UU Lalulintas (Lalin) ke sekolah-sekolah. Dalam penyuluhan UU Lalin keberbagai sekolah itu, Kasat Binmas Polres Bengkulu Selatan, AKP Arie Yansyah mengimbau agar anak-anak yang masih dibawah umur (belum cukup umur) atau masih 17 tahun dilarang mengendarai kendaraan bermotor.

“Sesuai UU Lalulintas nomor 22 Tahun 2009  Anak dibawah umur, atau umurnya masih dibawah 17 tahun dilarang mengendarai sepeda motor ataupun mobil, karena belum bisa diberikan SIM (Surat Izin Mengemudi),” imbau Arie Yansyah.

Menurut Kasat Binmas, anak yang umurnya masih 17 tahun kebawah itu mentalnya belum siap untuk berkendaraan dan belum menguasai teknis berkendaraan yang benar, serta belum mengetahui sepenuhnya peraturan dalam berlalulintas. Dikhawatirkan nantinya dapat membahayakan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain, imbau Kasat Binmas.

Selain itu kata Kasat Binmas yang dikenal ramah dan murah senyum ini, dirinya juga mengimbau kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak-anaknya yang masih dibawah umur untuk berkendaraan.

“Kepada orang tua yang merasa anaknya belum cukup umur untuk jangan dahulu diberikan kunci kendaraan bermotor kepada anaknya, sebelum mendapat SIM dari pihak kepolisan,” demikian Arie Yansyah. (tom)   

Permalink to Begini Tanda-tanda Balita yang Terkena Vaksin Palsu
Headline, Nasional, Terkini

Begini Tanda-tanda Balita yang Terkena Vaksin Palsu

Lintasbengkulu.com – Polda Metro Jaya menggerebek praktik bisnis vaksin palsu di sejumlah kota besar. Menyikapi dampak vaksin palsu ini, vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD mengatakan bahwa pemberian vaksin palsu pada bayi memiliki dua dampak negatif.

“Ada dua dampak negatif yang pertama dampak keamanan vaksin palsu tersebut bagi bayi, dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan,” kata Dirga Sakti Rambe di Jakarta, Minggu (26/6).

Vaksinolog lulusan University of Siena, Itali tersebut menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan oleh pembuat vaksin palsu.

Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Polri dan Badan POM.

“Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan,” katanya kepada Antara.

Dia menambahkan kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi.

“Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernapasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran,” katanya.

Dampak jangka pendek tersebut, kata dia, bisa terjadi dalam dua minggu pertama dan orang tua bisa memeriksakan anaknya ke dokter jika terjadi gejala tersebut.

“Kalau dampak yang bersifat jangka panjangnya belum bisa dipastikan, masih menunggu hasil analisis yang masih berjalan mengenai kandungan apa yang ada di dalam vaksin palsu,” katanya.

Sementara itu, dampak kedua selain dampak keamanan adalah dampak proteksi.

“Vaksinasi bertujuan mencetuskan kekebalan pada seseorang sebelum dia sakit, jika seorang anak mendapatkan vaksin palsu tentu tujuan vaksinasi tidak tercapai, kekebalan tadi tidak pernah ada,” katanya. (Merdeka.com)

Permalink to Peringati HANI, Mahasiswa, Pelajar dan BNN Bengkulu Selatan Bagikan Stiker
Daerah, Headline, Terkini

Peringati HANI, Mahasiswa, Pelajar dan BNN Bengkulu Selatan Bagikan Stiker

Lintasbengkulu.com – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2016, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) menggelar aksi bagi-bagi stiker.

Kegiatan yang dipusatkan di bundaran jalan Sudirman depan kantor DPRD BS ini, sebelumnya dimulai dengan konvoi kendaraan mengelilingi Kota Manna. “Kita tadi terlebih dahulu kumpul di sekretariat PMII, kemudian konvoi bersama mengelilingi Kota Manna,” Ujar Erfina Murliati koordinator kegiatan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut, dari pantaun lintasbengkulu.com, berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan antuas dari para pengguna jalan yang melintas.

Selain PMII, turut bergabung dalam aksi itu diantaranya Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) BS, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) BS dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum PMII BS Mafahir menjelaskan, tujuan aksi tersebut yakni, untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya Narkoba. “Barang haram Narkoba dan obat-obatan terlarang dan sejenisnya harus betul-betul dijauhi, karena akibat yang ditimbulkan bagi penggunanya sangat berbahaya,” kata Mafahir.

“PMII, IPNU, IPPNU serta BNN dalam aksi ini tentu memiliki andil besar dalam rangka turut menyelamatkan generasi muda kita dari bahaya Narkoba, khususnya di BS. Jangan pernah mencoba atau bahkan menggunakan Narkoba, karena jika terjerumus, maka yang akan jadi taruhannya adalah masa depan atau bahkan nyawa,” tambah Erfina Murliati yang juga merupakan Sekretris Umum PC PMII BS. (AN)

Permalink to Wisata Kuala Alam Pantai Panjang Tergerus Abrasi
Daerah, Headline, Terkini

Wisata Kuala Alam Pantai Panjang Tergerus Abrasi

Lintasbengkulu.com – Kawasan wisata Kuala Alam Pulai Baai Pantai Panjang Kota Bengkulu tergerus abrasi. Parahnya, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan maupun kebersihan dari dinas terkait. Menurut petugas setempat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, akibat abrasi tersebut pengunjung mulai sepi.

“Abrasinya itu sekira 1 minggu yang lalu, biasanya setiap hari pengunjungnya ada, apa lagi kalau hari minggu pengunjung lumayan banyak. Tapi sekarang malah tidak ada sama sekali,” jelasnya, Minggu (26/06/2016).

Ia mengatakan, wisata tersebut saat lebaran sangat diminati oleh wisata dari desa.

“Kalau lebaran yang makai mobil dari desa banyak berkunjung ke sini,” cetusnya.

Dia menambahkan, tarif karcis berkunjung di wisata tersebut untuk motor Rp 200 ribu dan mobil Rp 5 ribu sekali masuk. “Melihat kondisi saat ini, saat lebaran nanti pendapatan disini terancam merosot lantaran kondisi wisata tersebut belum ada perbaikan sama sekali,” tandasnya. (AN)

Permalink to Vaksin Palsu Diproduksi sejak 2003 dan Ditemukan di Tiga Provinsi
Headline, Nasional, Terkini

Vaksin Palsu Diproduksi sejak 2003 dan Ditemukan di Tiga Provinsi

Lintasbengkulu.com – Penyidik Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membongkar sindikat pemalsu vaksin untuk balita.

Dari operasi tersebut, diketahui bahwa sindikat tersebut telah memproduksi vaksin palsu sejak tahun 2003 dengan distribusi di seluruh Indonesia.

“Dari pengakuan para pelaku, vaksin palsu sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Sejak kapannya, yaitu sejak 2003,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Hingga saat ini, penyidik baru menemukan barang bukti vaksin palsu di tiga daerah, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Agung menjelaskan, pelaku berjumlah 10 orang. Dari 10 orang itu, lima orang bertindak sebagai produsen, dua orang sebagai kurir, dua orang sebagai penjual dan satu orang bertindak sebagai pencetak label vaksin palsu.

Kelompok penjual dan produsen masing-masing mendapat keuntungan paling besar dari praktik ilegal tersebut. “Untuk produsen mendapat keuntungan Rp 25 juta per pekan. Sementara penjual Rp 20 juta per pekan,” ujar Agung.

Vaksin palsu itu dijual dengan harga miring. Hal inilah yang diduga menjadi alasan vaksin palsu tersebut cukup laku di pasaran.

Kini, penyidik tengah menyelidiki apakah ada oknum dari rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan yang turut terlibat dalam sindikat tersebut atau tidak.

Agung mengatakan, pengadaan vaksin di tempat pelayanan kesehatan mempunyai mekanisme sendiri yang diatur oleh BPPOM.

Gabungan cairan tetanus dan infus

Agung menjelaskan, pelaku, khususnya kelompok produsen, kebanyakan merupakan lulusan sekolah apoteker. Namun, mereka tidak menerapkan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dalam memproduksi vaksin itu. Misalnya, cairan yang mereka gunakan sama sekali bukanlah cairan yang seharusnya menjadi bahan baku vaksin.

Dari penggeledahan dan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, diketahui para pelaku menggunakan cairan antitetanus dicampur dengan cairan infus sebagai bahan dasar vaksin palsu tersebut.

“Zat dasarnya dua itu. Cairan infus dan antitetanus. Dia campur, lalu dimasukkan ke dalam botol bekas. Untuk seperti sempurna, ada alat pengemasan dan diberikan label palsu juga. Setelah itu, baru didistribusikan,” ujar Agung.

Selain itu, vaksin tidak dibuat di laboratorium yang higienis, tetapi di sebuah gudang yang “disulap” menjadi tempat peracikan vaksin.

Awal kasus

Agung memaparkan, terungkapnya sindikat pemalsu vaksin balita ini berawal dari ditemukannya fakta bahwa banyak anak yang kondisi kesehatannya terganggu setelah diberikan vaksin.

Selain itu, ada apula laporan pengiriman vaksin balita di beberapa puskesmas yang mencurigakan. Penyidik kemudian menganalisis dan melakukan penyelidikan.

Pada 16 Mei 2016, penyidik menangkap pelaku bernama Juanda yang merupakan penjual vaksin palsu melalui dua toko obat miliknya, CV Azka Medical yang terletak di Jalan Raya Karang Santri Nomor 43 Bekasi, dan Bumi Sani Permai, Tambun, Bekasi.

Penyidik turut menggeledah rumah kontrakan milik pelaku yang terletak di Dewi House, Jalan Pahlawan Nomor 7, Tambun, Bekasi.

“Setelah digeledah dan diperiksa, diketahui toko obat yang dimiliki J ini tidak memiliki legalitas sekaligus tidak mengantongi izin pengedaran vaksin,” ujar Agung.

Penyidik menetapkan J sebagai tersangka dan mengenakan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 milyar.

Penangkapan J mengarah ke pengembangan berikutnya.

Pada 21 Juni 2016, penyidik menggeledah enam titik. Keenam titik itu yakni Apotek Rakyat Ibnu Sina, sebuah rumah di Jalan Manunggal Sari, sebuah rumah di Jalan Lampiri Jatibening, sebuah rumah di Puri Hijau Bintaro, sebuah rumah di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur, dan Kemang Regency.

Di tiga lokasi, penyidik menangkap sembilan pelaku yang masing-masing terdiri dari lima orang sebagai produsen, dua orang sebagai kurir, satu orang sebagai pencetak label palsu, dan seorang lainnya merupakan penjual vaksin palsu.

Dua dari lima produsen berinisial R dan H adalah pasangan suami istri.

Dalam seluruh penggeledahan, penyidik mengamankan barang bukti, yakni 195 saset hepatitis B, 221 botol vaksin polio, 55 vaksin antisnake, dan sejumlah dokumen penjualan vaksin. Kesembilan orang tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar dan Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti berpesan, penyidik harus mengusut perkara tersebut sampai tuntas.

Ia juga menekankan agar diusut dugaan keterlibatan oknum tempat pelayanan kesehatan untuk mengedarkan vaksin palsu tersebut.

“Kembangkan sampai ke jaringan-jaringannya sehingga semua itu bisa diungkap dan masyarakat tidak dirugikan,” ujar Badrodin. (Kompas.com)

Permalink to Hidayat Nur Wahid: Pak Ruki Tentu Tak Asal Ngomong soal Sumber Waras
Headline, Nasional

Hidayat Nur Wahid: Pak Ruki Tentu Tak Asal Ngomong soal Sumber Waras

Lintasbengkulu.com – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid mendukung langkah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiequrachman Ruki yang angkat bicara soal kasus dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Pak Ruki tentu tidak asal ngomong. Karena KPK periode beliau yang minta audit investigasi. Pak Ruki tak akan gambling dengan kredibilitasnya,” kata Hidayat di Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Hidayat pun mendorong agar ada pertemuan lanjutan antara pimpinan KPK saat ini dengan pimpinan KPK periode sebelumnya untuk duduk bersama. Sebab, jelas ada perbedaan pandangan antara pimpinan KPK saat ini dan KPK yang dipimpin Ruki periode lalu.

Ruki sebelumnya menyebut ada indikasi kerugian negara dalam audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap pembelian lahan RS Sumber Waras. Namun, KPK saat ini menyebut tidak ditemukan kerugian tersebut.

“Rakyat sudah terlanjur paham mengenai masalah ini. Jadi kredibilitas KPK yang dipertaruhkan,” ucap Wakil Ketua MPR ini.

Hidayat tak menampik, dengan kasus Sumber Waras yang masih belum jelas ini, maka pintu bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja untuk diusung oleh PKS pada Pilgub 2017 akan semakin tertutup.

“Sejak dari awal juga PKS menegaskan, kami parpol tak dukung perseorangan. Ini bukan SARA, tapi pilihan politik,” ucap Hidayat.

Taufiequrachman Ruki yang kini menjadi Ketua Mahkamah PPP dan digadang-gadang sebagai cagub DKI sebelumnya buka suara soal kasus Sumber Waras. Ruki menceritakan, audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan berawal saat laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemda DKI tahun 2014 terbit.

“Ada temuan nomor 30 saya ingat karena saya teliti betul kesimpulan temuan itu antara lain mengatakan bahwa pembelian Rumah Sakit Sumber Waras telah mengakibatkan Pemda DKI sebesar Rp 191miliar,” kata Ruki di Masjid Baiturahman, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/6/2016) malam. (Baca: Taufiequrachman Ruki Buka Suara soal Penyelidikan RS Sumber Waras di KPK)

Ruki mempelajari laporan hasil pemeriksaan tersebut dari perspektif auditor. Ia pun melihat adanya indikasi perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut. Ia pun memerintahkan penyelidik KPK untuk melakukan penyelidikan.

Ruki juga meminta kepada BPK untuk melakukan audit investigasi untuk menjelaskan apakah ada fraud atau kecurangan yang menimbulkan kerugian negara. (Kompas.com)

Permalink to Pasal selingkuh: Warga Tuntut Kades Diberhentikan.
Daerah, Headline, Terkini

Pasal selingkuh: Warga Tuntut Kades Diberhentikan.

Lintasbengkulu.com – Perbuatan yang di lakukan Kades Padang Serasan Kecamatan Pino Raya sepekan yang lalu membuat gerah warganya. Akibat ulah Kades tersebut, jum’at (24/6) sekitar pukul 09.00 WIB warga Desa Padang Serasan, mendatangi kantor Bupati Bengkulu Selatan (BS).

Sayangnya ketujuh warga yakni Saripudin, Sutarbrin, Suhan, Lihim, Burdin, Zul dan Wawan gagal menemui Bupati BS Dirwan Mahmud yang saat itu sedang ada tugas keluar kota.

Saat ditemui wartawan, ketujuh warga Desa Padang serasan itu menyampaikan, bahwa kedatangan mereka ke kantor Bupati untuk menindaklanjuti perihal perbuatan Kades yang dianggap telah melanggar norma.

“Kami sangat malu dengan perbuatan yang dilakukan Kades kami itu, sebagai tokoh dan pejabat desa mestinya kami diberi contoh yang baik, bukan seperti ini,” ungkap Suhan tokoh agama desa Padang Serasan kepada wartawan.

Seperti diketahui bahwa Desa Padang Serasan merupakan hasil pemekaran dari Desa Tanggo Raso, yang memiliki 250 kepala keluarga. “Intinya kami meminta Kades itu diberhentikan,” Ketus Suhan diaminkan enam warga lainnya.

Selain itu, warga juga mengancam akan gabung ke Desa Tanggo Raso jika tuntutan mereka tidak diakomodir Bupati. “Apabila Kades Padang Serasan tidak di berhentikan, maka 80% warga akan pindah secara administrasi ke Desa Tanggo Raso yang dulu desa sebelum pemekaran dan kami mintak untuk secepatnya kades Padang Serasan diberhentikan “tambah Sutabrin.

Sebelumnya, sehari menjelang bulan Ramadhan sekitar pukul 17.35 WIB, Sa yang merupakan Kades Padang Serasan ditemukan berduaan dengan Wi (32) perempuan bersuami yang juga warga setempat di kawasan Pantai Sekunyit.

Saat dipergoki, Sa saat itu sedang bermesraan sambil tidur-tiduran di atas pangkuan Wi. Tanpa mereka  sadari oleh keduanya (Sa dan Wi -red), tiba-tiba datanglah Arpin dan Ujang yang merupakan Ayah dan Suami Sa. (CW)

Permalink to Kontras: Anggota Polisi Paling Banyak Lakukan Penyiksaan
Headline, Nasional, Terkini

Kontras: Anggota Polisi Paling Banyak Lakukan Penyiksaan

Lintasbengkulu.com – Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam kasus penyiksaan di Indonesia, dari sebelumnya sekitar 90 kasus menjadi 134 kasus.

Staf Divisi Hak Sipil Politik Kontras, Satrio Wirataru mengatakan, dari penelitian yang dilakukan Kontras, mayoritas pelakunya merupakan petugas kepolisian.

“Pelaku penyiksaan masih didominasi Polri. Dari 134 kasus, 91 tindakan penyiksaan dan perbuatan tidak manusiawi dilakukan polisi,” ujar Satrio dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (25/6/2016).

Hasil tersebut didapat Kontras dari hasil pemantauan melalui pemberitaan media periode Mei 2015-Mei 2016. Sebanyak 134 kasus itu melibatkan 260 korban yang mayoritas berusia 15-25 tahun.

Sementara di urutan kedua pelaku penyiksaan paling banyak yakni anggota TNI dengan 24 tindakan dan petugas lembaga pemasyarakatan sebanyak 19 tindakan.

Menurut Satrio, umumnya tindak penyiksaan ini terjadi di daerah yang padat penduduk dan banyak disorot oleh media seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Tindakan oleh polisi ini kebanyakan terjadi pada tingkatan polsek dan polres, di wilayah Indonesia,” kata Satrio.

Dari hasil pemantauan media juga, didapati sebanyak 66 persen penyiksaan dilakukan di sel tahanan dan peristiwa terjadi saat dilakukan pemeriksaan. Sementara sisanya dilakukan di tempat publik, rumah korban, dan juga kantor.

“Ini menunjukkan watak kekerasan dan brutalisme aparat masih tinggi dalam mengelola dinamika penyidikan,” kata Satrio.

Satrio mengatakan, salah satu kasus yang menonjol adalah kasus terduga teroris asal Klaten, Siyono. Siyono tewas di dalam mobil karena melawan anggota Densus 88 yang mengawalnya. Bahkan, ada upaya dari kepolisian agar keluarga tidak memperkarakan kematian Siyono.

“Berusaha mengiming-imingi keluarga korban dengan uang agar tidak teruskan kasus. Ada juga pembunuhan karakter Siyono, setelah meninggal dibuat profil dia jenderal kelompok teroris,” kata dia. (Kompas.com)

Permalink to Dibawa ke Masa Muda, Habibie Sampaikan Sumpahnya Untuk Ibu Pertiwi
Headline, Nasional, Terkini

Dibawa ke Masa Muda, Habibie Sampaikan Sumpahnya Untuk Ibu Pertiwi

Lintasbengkulu.com – Presiden III B.J Habibie mengaku bernostalgia ke masa mudanya ketika menyaksikan film yang kembali mengulas tentang dirinya. Yakni, Rudy Habibie, sekuel kedua dari film Habibie dan Ainun.
‎
“Saya dibawa kembali ke masa-masa waktu muda. Ceritanya benar semua,” ujarnya usai menyaksikan screening film besutan Hanung Bramantyo itu di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/6)

Lantas, dalam film itu diulas satu sumpah Habibie yang dia ucapkan ketika sakit keras dan ternyata sumpahnya tertulis dalam bentuk puisi.

“Sumpahku. Terletang! Jatuh! Perih! Kesal!‎ Ibu Pertiwi engkau pegangan dalam perjalanan. Janji pusaka dan sakti, tanah tumpah daraku makmur dan suci. Hancur badan tetap berjalan. Jiwa besar dan suci, membawa aku padamu,” tuturnya lugas.

‎Kecintaan Habibie pada Indonesia membuatnya rela melepaskan cinta pertamanya, ‎Ilona Lanovska. Seorang gadis keturunan Polandia-Jerman semasa awal perkuliahan di Rhenisch Wesfalische Tehnisce Hoscule (RWTH), Aachen, Jerman Barat.

“Makanya di film Chelsea (pemeran Ilona) mengatakan, masalahmu kamu cinta Indonesia. Solusinya kalau menurut dia (Ilona), kamu tinggal di sini jadi mata air sini dan mengalir ke Indonesia. Tapi dijawab Habibie, menuju rahmat ini, solusinya saya cinta Indonesia. Itu konsisten dengan sumpahnya,” ulas Habibie yang masih ingat betul perkataannya kepada si gadis Polandia-Jerman itu.

Pria yang pernah membuat pesawat itu mengatakan bahwa dirinya selalu konsisten dengan perkataann dan sumpahnya. “Saya melihat bahwa sampai detik ini konsisten. Sejak umur kecil, diajarin orang tua ngaji sampai sekarang saya 80 tahun dan sama saja,” ucap pria yang dipanggil eyang itu.

Di sisi lain, Habibie mengaku bangga dengan para pihak yang membuat kisahnya. Melalui produksi film katanya mencerminkan bahwa kualitas masyarakat Indonesia meningkat.

“Belum tentu orang mempunyai verita tetapi diterjemahkan dengan teknologi paling canggih. Sehingga, semua sampai pesan-pesannya. Itu penuh dengan nilai-nilai,” pungkas suami. (Jawapost)

Random News