Category: Kaur

Permalink to Pejabat BKD Kaur Kena OTT Tim Saber Pungli Polda Bengkulu
Daerah, Headline, Kaur

Pejabat BKD Kaur Kena OTT Tim Saber Pungli Polda Bengkulu

LINTASBSNGKULU. COM,  Kaur – Bengkulu kembali dihebokan dengan kejadian OTT (Operasi Tangkap Tangan).

OTT kali ini dilakukan oleh Tim Saber Punggli Polda Bengkulu yang menangkap Pejabat Kaur berinisial Bu, Kasi Kepegawaian di BKD Kabupaten Kaur.

Informasi di peroleh, Bu ditangkap Tim Saber Pungli Polda Bengkulu ini sekitar pukuk 18.01 WIB petang tadi, Sabtu (15/7/17).

“Ya benar informasi yang saya dapat ada OTT oleh Tim Saber Pungli Polda Bengkulu, yang menangkap Bu sebagai Kasi di BKD Kaur.  Bu ditangkap di Pustu Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning,” kata salah seorang mantan anggota DPRD Kaur saat dimintai informasi media ini, yang namanya tidak mau di sebutkan.

Mantan dewan ini berharap agar KPK dapat memantau peristiwa penangkapan pejabat Kaur ini oleh Tim Saber Pungli Polda Bengkulu tersebut.

Dia berharap kepada Tim Saber Pungli Polda Bengkulu untuk mengusut tuntas kemana dan untuk siapa uang tersebut akan diberikan.

“Kalau jumlah uang yang tertangkap OTT itu saya belum tahu berapa totalnya.  Tapi informasi OTT itu ya ada, TKP di Pustu Beriang Tinggi,” uajarnya. (tom)

Permalink to SPBU Khusus Jerigen, Tidak Terima Kendaraan Bermotor  “Polres Kaur di Cap Terkesan Pembiaran”
Daerah, Headline, Kaur

SPBU Khusus Jerigen, Tidak Terima Kendaraan Bermotor “Polres Kaur di Cap Terkesan Pembiaran”

rps20170414_141526LINTASBENGKULU. COM, Bengkulu Selatan – Menumpuknya puluhan jerigen minyak di salah satu SPBU Kabupaten Kaur, hal ini di duga hampir setiap hari sehingga warga yang ingin mengantri minyak merasa resah.

Keresahan warga msyarakat Kabupaten Kaur ini di curahkan melalui media sosial (medsos)  facebook dengan nama akun Bang Week.

Dalam akunnya, Bang Week menggugah foto-foto puluhan jerigen yang menumpuk di bawah pompa bensin SPBU. Sehingga memancing sedikit suasana panas para netizen dalam komentarnya.

Pada statusnya Bang Week menuliskan “Penomena Pom Bensin di kampung kami pagi ini” yang menanpilkan beberapa foto jerigen yang menumpuk dan diambilnya dari salah satu SPBU di Kabupaten KAUR ini.

Dalam komentarnya, netizen dengan nama akun Nurma Yoningthea mengatakan kalau SPBU disalah satu Kabupaten Kaur ini merupakan Pom Bensin khusus jerigen.  “Kebiasaan yang sulit dihilangkan, tutup saja.   Pom bensin khusus jerigen,  tidak terima kendaraan bermotor, ” kata Nurma Yonongthea berkomentar.

Menariknya lagi,  ada salah seorang anggota  polisi yang membalas komentar atas nama akun Toni Haryanto Yahir,  yang menyindir pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Kaur yang di cap sepertinya terkesan membiarkan para pelaku yang mengisi BBM menggunakan jerigen. Haryanto meminta langsung kepada Polda Bengkulu untuk menangangi keresahan masyarakat ini.

“kenapa polres kaur bungkam?ada apakah di balik ini,solusi au cubau langsung polda yg berantas,itungan betangisan…tpi SPBU itu khusus jerigen bukan SPBU untuk kendaraan kali.he…he..” tulis Toni Haryanto Yahir.

Komentar Toni Haryanto Yahir ini di jawab oleh salah seorang anggota polisi dengan nama akun Pipin Apriadi, yang berkomentar agar para netizen tidak asal ngomong,  dan melaporkan kepenegak hukum kalau ada yang salah.

screenshot_2017-04-14-14-09-54-93

Dengan komentar salah seorang anggota polisi ini sedikit suasana menjadi panas,  sehingga membuat saling adu argumen. (tom)

 

Permalink to Sosialisasi DAS Padang Guci Hanya Undang PNS “Tanpa Mengundang Masyarakat”
Daerah, Kaur, Terkini

Sosialisasi DAS Padang Guci Hanya Undang PNS “Tanpa Mengundang Masyarakat”

das-pd-guci

Sosialisasi DAS Padang Guci oleh Balai DAS Ketahun

 

LINTASBENGKULU.COM, Kaur – Kamis (29/12/16) Bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kaur, di laksanakan acara sosialisasi DAS (Daerah Aliran Sungai) Padang Guci.

Dalam acara tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Kaur tidak bisa hadir, karena masih ada urusan penting di Bengkulu dan di wakilkan kepada Kabid Penelitian dan Pengendalian (LITI) Bappeda Kabupaten Kaur, Mardi SPd.

Bertindak sebagai Nara sumber dalam acara sosialisasi Derah Aliran Sungai Padang Guci ini langsung dari Pegawai Balai DAS Ketahun Provinsi Bengkulu. Peserta yang di undang adalah perwakilan dari seluruh SKPD di Kabupaten Kaur.

Saat di komfirmasi terkait yang diundang dalam acara sosialisi itu, Kabid LITI Bappeda Kaur Mardi mengatakan, kalau dirinya tidak paham mengenai siapa saja yang diundang. Apakah ada undangan atau perwakilan dari tokoh masarakat, “saya tidak paham,” kata Mardi.

“Saya tidak tahu hal itu. Yang saya tahu undangan yang datang di acara sosialisasi ini adalah Pegawai Negeri perwakilan dari seluruh SKPD Kabupaten Kaur,” ujarnya.

Sementara itu Pegawai DAS Ketahun yakni Pindi, saat di komfirmasi wartawan, Ia mengatakan, kalau dirinya tidak ada wewenang untuk menjelaskan. “Sebenarnya untuk memberikan keterangan bukanlah wewenang saya, karna saya punya atasan. Tetapi bisa saya sampaikan sedikit bahwa, sosialisasi berkaitan dengan peninjauan DAS (Daerah Aliran Sungai) Padang Guci seluas lebih kurang 61.000 Hektar,” kata Pindi.

Saat dimintai penjelasan apakah sudah sesuai dengan Tata Ruang Wilayah atau RTRW Kabupaten Kaur, Ia mengatakan, bahwa sosialisasi ini bukannya materi untuk penanaman di DAS. “Itu saja Pak ya, kalau mau lebih jelas Bapak tanyakan dengan atasan kami di Balai DAS Ketahun. Kantornya ada di Bengkulu,” demikian tutur Pindi singkat.

Sosialisasi DAS yang di selenggarakan Balai DAS bertempat di Aula kantor Bappeda Kabupaten Kaur, dilaksanakan hanya Satu Hari saja, setiap peserta yang di undang di beri uang transportasi atau uang saku. (rza)

Permalink to Beginilah Kondisi Jalan Menuju Ke-SDN 101 Kabupaten Kaur
Daerah, Headline, Kaur

Beginilah Kondisi Jalan Menuju Ke-SDN 101 Kabupaten Kaur

jalan-sdn-101-kaur

Inilah kondisi jalan menuju SDN 101 kaur

LINTASBENGKULU.COM, Kaur – Jalan menuju Sekolah Dasar Negeri 101 Kabupaten Kaur ini sangat memprihatinkan. Apalagi saat musim penghujan seperti sekarang ini. Untuk menempuh Sekolah SDN 101 Kaur ini, harus rela berjalan di jalan tanah sepanjang lebih kurang 14 kilometer dari Desa Linau, Kecamatan Maje.

Dari beberapa warga yang melintas dijalan ini, ditemui Lintasbengkulu.com mengatakan, pada jalan menuju sekolah SDN 101 Kaur yang masih tanah merah itu, mereka sangat berharap agar jalan ini di tingkatkan.

“Paling tidak di laksanakan pengerasan (telford) supaya badan jalan tidak licin pada saat musim penghujan seperti saat ini,” kata Ringki,  Kepsek SDN 101 Kaur yang setiap harinya melintas di jalan ini.

Hal senada disampaikan Herdi warga setempat, dikatakannya bahwa warga sangat berharap jalan menuju SDN 101 Linau ini agar dapat ditingkatkan.

“Terus terang kami sangat membutuhkan peningkatan jalan ini. Terutama dari kilometer 3 sampai dengan kilometer 14,”  ujar Herdi.

Menurut Herdi, sekarang ini banyak warga yang tinggal di sekitar SDN 101 kaur itu. Selain itu kata dia, di wilayah Kilometer 14 itu merupakan daerah sentra pertanian masyarakat. Sehingga selain jalan menju ke SDN 101,  jalan itu juga merupakan jalan sentraproduksi, ujarnya. (rza)

Permalink to Warga Buka Stone Crusher di Desa Sukutiga “Batu Dibeli Dari Tambang”
Daerah, Kaur, Terkini

Warga Buka Stone Crusher di Desa Sukutiga “Batu Dibeli Dari Tambang”

stone-crusher

Azen Manulu dan Stone Crusher yang berlokasi di Desa Sukutiga Nasal

LINTASBENGKULU.COM, Bengkulu Selatan – Pada Tahun 2016 tepatnya di Desa Sukutiga Kecamatan Nasal telah beroperasi mesin Stone Crusher (pemecah batu). Batu yang dipecah tersebut di buat dengan berbagai macam ukuran, tujuannya supaya konsumen tinggal mencari kebutuhan sesuai ukuran yang mereka butuhkan dalam bangunan konstruksi Pemerintah maupun bangunan milik pribadi.
Salah seorang karyawan usaha Stone Crusher Desa Sukutiga, Kecamatan Nasal, yakni Arsen Manulu, saat diwawancarai media ini,  mengatakan, batu yang dipecahkan menggunakan mesin crusher tersebut terdiri dari ukuran yaitu,  5/7 ,  3/5, 2/3, 1/2, 1/1 dan terakhir abu batu.
“Harga jual batu pecah ini bervariasi, kalau batu yang berukuran 3/5 harganya Rp 225 hingga  250.000/M3. Ukuran 2/3 harganya Rp 325 s/d 350 /M3, dan untuk ukuran 1/2 Rp 350 s/d 400.000/M3. Uukuran 1/1  Rp 450 s/d  Rp 500.000/M3, sementara abu batu Rp 700.000/M3. Harga tersebut di ambil di lokasi,” ujar Arsen Manulu.
Dikatakan Manulu, usaha Stone Crusher ditempatnya bekerja ini merupakan usaha perorangan. Kepada Lintasbengkulu.com dirinya mengaku kalau pemilik usaha pemecah batu di Desa Sukutiga Kecamatan Nasal ini tidak memiliki lokasi pertambangan.
“Kami beli dengan orang yang memiliki izin pertambangan, salah satunya Pak Buyung Gisai, setelah batu di olah dan di pecahkan, di jualkan secara bebas. Kepada siapa saja yang membutuhkan, baik dengan kontraktor atau dengan perorangan. Kami berusaha memenuhi keperluan konsumen dengan sebaik-baiknya dan tanpa ikatan,” tutur Arsen. (rza)
Permalink to Perpusda Kaur Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Sekolah Paud
Daerah, Kaur, Terkini

Perpusda Kaur Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Sekolah Paud

lomba-menggambar-copy

Suasana lomba menggambar anak sekolah Paud di Kaur

 

LINTASBENGKULU.COM, Bengkulu Selatan – Kamis 15/12 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kaur mengadakan lomba mewarnai, acara lomba tersebut undangannya di sebarkan ke 15 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Kaur dan pendaptaran acara lomba mewarnai ini tidak di kenakan biaya (gratis).

Acara Lomba mewarnai tingkat sekolah PAUD / TK di selenggarakan di Taman Binneka Kecamatan Kaur Selatan. “Bagi juara lomba mewarnai di siapkan piagam serta hadiah berupa Uang tunai. Juara pertama hadiahnya sebesar 500 Ribu Rupiah, juara kedua sebesar 400 ribu Rupiah, dan juara ketiga sebesar 300 Ribu Rupiah. Kemudian untuk anak sekolah PAUD/TK yang mendapatkan juara harapan satu, hadiahnya 200 Ribu Rupiah, juara harafan Dua sebesar 150 Ribu Rupiah, Kepala Kantor Perpustakaan-Arsip Daerah Kabupaten kaur, Ujang Syafiri.SPd SIp

Ditambahkan Ujang, peserta kali ini tidak hadir semua, karna ada acara lain di Gedung Serba Guna tetapi, kita tetap optimis acara lomba mewarnai tetap berjalan lancar dan sukses,demikian Ujang Syafiri. (rza)

Permalink to Mantan Kades Tanjung Agung Kaur Kembalikan Kerugian Negara
Daerah, Kaur, Terkini

Mantan Kades Tanjung Agung Kaur Kembalikan Kerugian Negara

anti-korupsi

LINTASBENGKULU.COM, Bengkulu Selatan – Alwin (45), mantanKades Tanjung Agung, Kecamatan maje Kabupaten Kaur bersama TPK  ( Tim Pengelola Kegiatan) Dana Desa tahun 2015 yang lalu itu, terpaksa harus mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 52.910.000.

Uang tersebut dikembalikan setelah pihak Kejaksaan Negeri Kaur melakukan pemeriksaan terhadap adanya indikasi  penyimpangan Dana Desa yang dilaporkan masyarakat. Dan ternyata setelah dilakukan penyelidikan dan ditingkatkan kepenyidikan ternyata dugaan tersebut benar. Sehingga Kades Tanjung Agung yakni Alwin yang tidak lagi menjabat sebagai Kades, karena habis masa jabatannya itu, bersama TPK kegiatan DD tahun 2015 yang lalu tersebut harus mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp 52.910.000.

Dikonfirmasi lintasbengkulu.com, Alwin mengatakan, bahwa uang sebesar Rp 52.910.000 tersebut langsung ditransfer  kerekening desa setempat.

“Betul, saat kami diperiksa oleh Jaksa, ditemukan kerugian Negara sebesar Rp 52.910.000 dalam kegiatan DD tahun anggaran 2015 lalu itu. Namun uang tersebut sudah saya kembalikan ke Kas Desa. Pertama saya setor ke Bank Rp 26 juta, kedua Rp 24 juta, dan ketiga Rp 2.910.000. Uang tersebut langsung saya tranfer kerekening Desa,” kata Alwin kepada Lintasbengkulu.com.

Alwin mengesalkan dengan ketidak hadiran 15 orang saksi saat dipanggil Jaksa penyidik untuk dimintai keterangnya. “Kalau seandainya 15 orang saksi itu mau hadir saat dipanggil Jaksa, mungkin ada keringanan bagi saya, dan kerugian Negara tidak sebesar itu,” keluhnya.

Alwin diketahui sudah tidak lagi menjabat Kades, karena pada tahun 2015 yang lalu itu adalah tahun terakhir dirinya menjabat Kades Tanjung Agung, Keamatan Maje. (rza)

Permalink to Tunjangan Sertifikasi Guru Kabupaten Kaur Terancam Hangus
Daerah, Headline, Kaur

Tunjangan Sertifikasi Guru Kabupaten Kaur Terancam Hangus

 Rafi'ie tengah bersama pengurus PGRI Kabupaten Kaur


Rafi’ie tengah bersama pengurus PGRI Kabupaten Kaur

Lintasbengkulu.com, Kaur – Tahun ini tunjangan guru PNS dan guru Non PNS Kabupaten Kaur baru terealisasi sampai dengan triwulan ke II atau terhitung Januari hingga Juni 2016. Informasi yang berkembang, tunjangan sertifikasi guru PNS dan guru non PNS tersebut, terhitung triwulan ketiga akan diupayakan dicairkan dua bulan saja ( Julu-Agustus) 2016. Hal ini diungkapkan ketua PGRI Kaur Rafi’ie.

Lebih lanjut kepada media ini Rafi’ie melalui sambungan telepon mengatakan, Jika benar demikian, maka tunjangan sertifikasi guru PNS dan guru Non PNS terhitung 4 Bulan belum bisa dibayarkan pada tahun 2016, mengingat 20 Desember 2016 waktunya tutup buku. “Sepertinya tunjangan sertifikasi guru 2016 selama 4 Bulan terancam hangus (tidak cair),” katanya.

“Tunjangan sertifikasi guru memang benar baru cair terhitung selama 2 triwulan (satu semester) atau Januari hingga Juni 2016, tunjangan sertifikasi guru triwulan tiga akan diupayakan dibayar 2 Bulan dulu (Juli-Agustus) 2016, apabila triwulan ketiga ini di bayar 2 Bulan maka sisa tunjangan yang belum terbayar terhitung 4 Bulan (September-Desember) 2016,” beber Rafi’ie”.

Rafi’ie menambahkan, tunjangan sertifikasi guru Tahun 2016 pada triwulan ketiga akan dibayarkan 2 Bulan dulu, alasan DPPKAD kalau tunjangan sertifikasi guru dibayarkan sampai Desember 2016 anggaran tidak mencukupi.

Sebenarnya anggaran SILPA 2015 memang ada, tambah Rafi’ie, tetapi tetap tidak bisa di gunakan, karna tunjangan sertifikasi guru tidak masuk dalam SILPA 2015. “PGRI Kabupaten Kaur akan menanyakan persoalan ini ke pemerintah pusat dan akan berkoordinasi dengan Kemendiknas,” tutup Rafi’ie. (rza)

Permalink to PT. QEP Siap Beroperasi Murnikan Uranium di Kaur
Daerah, Kaur, Terkini

PT. QEP Siap Beroperasi Murnikan Uranium di Kaur

pt-qep

Lintasbengkulu.com, Kaur – Meski sebelumnya sempat vakum, PT.Quantum Energy Perkasa (QEP)dengan nomor register 421 K/30/DJB/2014 saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan pemurnian atau penyaringan pasir biji besi (Uranium) di Kabupaten Kaur.

Menurut salah seorang karyawan PT QEP Wandi, mengatakan bahwa perusahaan tersebut siap beroperasi kembali. “PT.QEP telah mengantongi izin HO dengan Nomor 503/1.087/KPTSP/KK/VI/2015 yang dikeluarkan pada tanggal 11 Juni 2015 tentang usaha Pemurnian/penyaringan pasir biji besi,telah di perpanjang demikian juga dengan UKL UPL nya,” ujar Wandi.

Untuk bahan yang dibutuhkan rencananya PT QEP akan membeli bahan dasar dari PT. Bengkulu Mega Steel. Hal ini dikarenakan PT. QEP tidak memiliki kegiatan penambangan. “Kita hanya bergerak dibidang usaha pemurnian atau penyaringan saja,” terang Evi Burlianto salah seorang karyawan PT QEP.

Lebih lanjut Wandi mengatakan, material yang saat ini berada di lokasi penyaringan, merupakan stock barang lama yang diperkirakan dibeli dari koperasi Wahana Bahari Kaur.

“PT. QEP milik Mr Kiem dari Korea sebagai Meneger Mr. Soun dan yang membidangi menejemennya adalah Pak Wiko sebagai pelaksana di lapangan Pak Wandi,” kata Evi di iyakan Wandi. (rza)

Permalink to Warga Pertanyakan Pajak Galian C di Kaur
Daerah, Kaur, Terkini

Warga Pertanyakan Pajak Galian C di Kaur

iksan

Khairul Iksan

LINTASBENGKULU.COM, Kaur – Pembangunan fisik yang  sumber dananya dari  APBD maupun  APBN,  seperti bangunan konstruksi gedung, jalan dan jembatan. Pembanguna ini tidak terlepas dari penggunaan material galian C, seperti Pasir, Batu dan Koral sungai.

Salah seorang warga Bintuhan Khairul Iksan kepada awak media mengatakan, perusahaan tambang galian C, setiap penjualan material, diwajibkan membayar PAD (Pendapatan Asli Daerah). Menurut Khairul Iksan, Pajak Batu kali yang di bayar oleh pengusaha galian C (Kuari) ataupun Ijin Pertambangan Rakyat harus bayar 3600 permeter kubiknya.

“Batu kali, Pasir dengan Koral sungai di jualkan dengan kontraktor yang membutuhkan, terutama untuk gedung jalan dan jembatan. Kontraktor tersebut di wajibkan membayar Pajak Batu, Pasir dengan Koral. Pembayaran Pajak tersebut sebagai kontribusi Pendapatan Daerah dari sektor tambang galian,” ujarnya.

Khairul Iksan ber-asumsi, Pembayaran Sektor Pajak galian C diduga tumpang tindih,  sebab menurutnya penjual maupun pembeli material sama-sama di kenakan pajak galian. “Seperti pajak Batu Pasir dengan Koral, kalau Pajak Batu setau saya adalah 3600 permeter kubik (M3) untuk PAD. Saya berharap Pajak galian (Pasir Batu Koral) benar-benar di pergunakan untuk pembangunan Daerah, dan tidak terjadi kebocoran PAD,” demikian Iksan. (rza)