Cetak Sawah Batal “Bangunan Bendung Air Nindaian Rusak Parah”

by
Kondisi Bangunan Bendung AIr Nindaian saat ini
Kondisi Bangunan Bendung AIr Nindaian saat ini

LINTASBENGKULU.COM, BS – Pada APBD 2017 yang lalu, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menganggarkan dana sebesar Rp 2,263 M untuk pembangunan Bendung dan Saluran Irigasi Air Nidaian Desa Keban Jati, Keamatan Ulu Manna.

Rencananya pembanguan bendung tersebut guna untuk mengairi 3 ratus hektar sawah yang akan di cetak baru oleh Kementerian Pertanian melalui TNI di tahun 2017 kemarin, namun tertunda. Sangat disaayangkan, dari hasil investigasi lintasbengkulu.com, pada (5/4/18) beberapa hari yang lalu, pisik bendung yang dikerjakan  oleh PT Azora21Gorup itu belum bisa dimanfaatkan sesuai yang diharapkan.

Dari pantauan lintasbengkulu.com dilapangan, bangunan bedung yang ada sat ini rusak parah. Diduga tidak sesuai dengan specifikasi pekerjaan bangunan yang sebenarnya, sehingga bangunan bendung Air Nindaian ini hancur berantakan.

“Seperti pekerjaan mercu bendung yang patah dan tergerus, diduga setelah batu disusun yang material batunya diduga diambil dari lokasi setempat tersebut, hanya dicor dan di semen pada bagian atas dan sampingnya saja. Sehingga diduga saat datang hujan lebat dan banjir, dinding mercu yang dicor dan di semen itu terkoyak dan airpun menghantam tumpukan batu dan akhirnya patah”

Bukan hanya itu, terlihat juga dari pasangan pelapis dinding bendung dan pintu pembagi air diduga pula tanpa menggunakan pondasi samasekali. Begitupun untuk bangunan lantai mercu depan, diduga tanpa adanya pembesian sehingga bangunan tersebut ikut patah dan ambruk.

“Berat dugaan kami, pekerjaan pembangunan Bendung dan Saluran Irigasi Air Nindaian Desa Keban Jati, Kecamatan Ulu Manna ini sarat dengan korupsi. Diharapkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta pihak penegak hukum dapat mengaudit nilai pisik bangunan pekerjaan Bendung dan Saluran Irigasi Air Nindai tersebut”.

Informasi diperoleh pekerjaan Bendung dan Saluran Irigasi Air Nindaian yang dikerjakan oleh PT Azora21Gorup ini hanya berjalan 42% dan akhirnya diputus kontrak oleh Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, M Suhadi, ST dikonfirmasi mengaku belum tahu mengenai ambruknya bendung tersebut. “Saya belum tahu masalah ini. Semua pembanguan KPA nya ada pada setiap bidangnya masing-masing. Silahkan  tanya langsung ke KPA nya,” kata Suhadi beberapa waktu yang lalu kepada media ini. (tom)