Dibayar 10 Ribu Perjam, Guru Honorer Dibengkulu Selatan Berencana Kedewan

by

 

Ilustrasi
Ilustrasi

 

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Besok, Jumat (23/09/2016), rencananya 18 Guru Honorer SMKN 3 Bengkulu Selatan (BS) akan mendatangi DPRD setempat. Hal ini terkait dengan adanya kebijakan Bupati Dirwan Mahmud dan Wakil Bupati Gusnan Mulyadi melarang pihak sekolah melakukan pungutan kepada murid.

Dengan peniadaan alias tidak diperbolehkan lagi pihak sekolah memungut uang komite oleh Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan tersebut, hal ini sangat berdampak terhadap para guru honorer di Kabupaten ini.

Informasi diperoleh lintasbengkulu.com, akibat adanya kebijakan Bupati Bengkulu Selatan tersebut, tidak sedikit para umar bakri honorer di Kabupaten ini yang mengeluh dan berhenti mengajar akbiat kebijakan yang menurut Bupati Dirwan Mahmud dan Wakil Bupati Gusnan Mulyadi yang cukup membantu meringankan beban masyarakat miskin untuk menyekolahkan anaknya itu.

Salah seorang guru honorer SMKN 3 BS Deko Rio Putera, dihubungi media ini via telepon membenarkan adanya rencana mereka yang akan mendatangi DPRD Bengkulu Selatan tersebut. “Ya, Insyaallah besok kami akan ke DPRD. Ini baru kami dari SMKN 3 saja,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMKN 3 BS Muhammad Ikhwanuddin, dikonfirmasi lintasbengkulu.com Kamis (22/9/2016), mengenai adanya rencana ke-18 guru honorer dari sekolah kejuruan yang dipimpinnya itu, yang akan mengadu kedewan BS tersebut, dirinya belum mengetahuinya persis. “Saya belum tahu adanya rencana tersebut, belum ada koordinasi dengan saya. Tapi bisa jadi mereka hanya sekedar ingin mempertanyakan realisasi dana Bosda,” ujar Kepsek M Ikhwan.

Namun dalam hal ini lanjut Ihkwan, dirinya mendapat informasi kalau dari pihak Dinas Dikpora BS sendiri saat ini sedang merekap data mengenai tenaga honorer ini. “Kalau saya pernah baca di koran, dana Bosda (Bantuan opersional Sekolah Daerah) tersebut sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan. Tapi hingga hari ini belum sampai ke sekolah. Jadi kemungkinan besar mereka (guru honorer) hanya sebatas ingin kepastian kapan realisasi mengenai adanya anggaran tersebut,” ungkap Kepsek.

Dijelaskannya, sebab sampai saat ini pihak sekolah belum mendapat kucuran dana tersebut. Sehinga pihaknya hanya bisa membayar gaji untuk guru honorer sebesar Rp 10 ribu perjamnya, itupun diambilkan dari dana talangan, tutup M Ikhwanuddin. (tom)