Dibohongi PT JS “Dewan BS Tak Punya Nyali”

by
Tampak Pohon sawit milik PT JS yang ditanam dipinggir sungai Air Keruahan Pino Raya
Tampak Pohon sawit milik PT JS yang ditanam dipinggir sungai Air Keruahan Pino Raya
Tampak Pohon sawit milik PT JS yang ditanam dipinggir sungai Air Keruahan Pino Raya
Tampak Pohon sawit milik PT JS yang ditanam dipinggir sungai Air Keruahan Pino Raya

LINTASBENGKULU.COM, BS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) diduga tak punya nyali dalam menindaklanjuti beberapa laporan warga terkait aktifitas PT Jaropha Solution (JS).

Bukan hanya laporan Kades Tanjung Aur II Kecamatan Pino Raya terhadap perambahan hutan oleh PT JS. Namun tanaman kelapa sawit dipinggir sungai milik PT JS ini masih saja tumbuh segar walaupun sudah ditegur oleh anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, agar pohon sawit yang ditanam dipinggir sungai harus ditebang.

Padahal jelas dalam UU perkebunan, jarak tanam yang diperbolehkan untuk menanam pohon sawit dari bibir sungai kecil/anak sungai, paling dekat 50 meter dan dari sungai besar adalah 100 meter.

Pantauan lintasbengkulu.com langsung dilokasi perkebunan milik PT JS pada 01 Oktober 2018 beberapa hari yang lalu. Tanaman pohon sawit pada pinggir sungai Air Keruhan terlihat tidak sesuai peraturan perundang-undangan yang ada.

“Memang ada yang sudah ditebang oleh PT JS, namun tidak seberapa, dan masih lebih banyak yang tidak ditebang dari pada yang ditebang. Hal itu dilakukan PT JS untuk meloloskan dari Dewan saja,” kata Kades Tanjung Aur II,” Taswin kepada media ini.

Mengingatkan kembali, pada beberapa waktu lalu pihak PT JS pernah membuat laporan yang disampaikannya kepada anggota Dewan Komisi II Faizal Mardianto. Laporan tersebut di buat atas rekomendasi Dewan yang berdasarkan dari hasil kesepakatan rapat pihak PT JS, Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD BS.

Dalam laporan disampaikan bahwa pohon sawit yang ditanam dipinggir sungai, seluruhnya sudah ditebang, hal ini terlihat pada dokumentasi penebangan pohon sawit pada foto yang dilampirkan PT JS dalam laporan. Yang menyampaikan laporan manajer PT JS saat itu yakni Erlan didampingi Humasnya yaitu Khalidin.

Namun pada kenyataannya tidak seluruhnya ditebang, dan ternyata hanya di beberapa titik saja, sehingga terkesan Dewan BS ini di bohongi.

Namun hal ini sudah pernah kembali disampaikan kepada anggota DPRD BS, sehingga anggota dewan dari Komisi yang membidangi mengatakan “Laporan PT JS masih mentah,” kata Faizal Mardianto.

Hingga saat ini informasi yang disampaikan kepada DPRD Bengkulu Selatan tersebut terkesan di abaikan tanpa tindaklanjut, sehingga juga terindikasi sengaja dibiarkan dan di diamkan. Ada apa dengan dewan BS yang mau saja dibohongi dan tak punya nyali menindak tegas pelanggaran yang dilakukan oleh PT JS ini…???. (tom)