Diduga Faktor Asmara, Pelajar SMA di BS ini Akhiri Hidupnya Gantung Diri

by
Korban Gantung Diri saat di RSUDHD Kota Manna
Korban Gantung Diri saat di RSUDHD Kota Manna

LINTASBENGKULU.COM, BS – Diduga karena faktor asmara, DG (17) pelajar kelas VII IPA” SMA 05 Kabupaten Bengkulu Selatan ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dapur Kosannya di Jalan SMA 2 Kelurahan Ibul, Kota Manna, Selasa (16/10/18).

Informasi diperoleh, korban warga desa Bangun Jiwe, Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur itu pertama kali ditemukan oleh teman sekolahnya sendiri yakni, Mustika, sekitar pukul 09.01 WIB pagi tadi.

Menurut teman-teman sekolahnya, yakni Wika, Nadia dan Della, korban ditemukan berawal dari teman-teman sekolahnya mencari keberadaan korban untuk diajak bermain Voli.

“Kebetulan korban ini atlit Voli provinsi (Volprov), bahkan sudah pernah menang dalam pertandingan. Nah tadi itu saat dicari untuk diajak main Voli disekolah oleh kawan-kawan, rupanya teman kami ini tidak masuk sekolah. Lalu kami berempat pergi ke kosan korban untuk mencari keberadaan korban. Karena kosan korban pada ruangan dalamnya itu gelap, saya dan dua orang teman saya tidak berani masuk, lalu menunggu dipintu gerbang. Yang masuk kedalam kosan korban yakni Mustika sendiri. Kalau faktor penyebabnya kami tidak tahu, yang pasti orangnya pendiam,” kata teman korban Nadia kepada lintasbengkulu.com

Saat mendengar jeritan Mustika yang menemukan mayat korban yang berpakaian seragam olahraga sekolah tergantung diantara kamar mandi dan sumur kosannya itu, ke-empat teman korban ini langsung berlarian menuju sekolah menemui gurunya untuk melaporkan kejadian ini.

Sementara itu Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Enggarsa Alimbaldi, dikonkonfirmasi awak media, ia membenarkan adanya kejadian ini.

“Iya benar ada korban meninggal dunia diduga karena gantung diri. Dari penyelidikan yang kita dilakukan, yaitu dari kita baca buku diary dan percakapan di hape milik korban, kami menemukan ada dugaan korban ini nekat gantung diri karena asmara,” kata Enggarsyah.

Untuk memastikan kematian korban apakah betul-betul disebabkan karena gantung diri, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari pihak dokter RSUD-HD Kota Manna.

“Dari penyelidikan awal yang kita lakukan, tidak kita temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Untuk lebih pastinya nanti kita tunggu dulu hasil visum dari dokter,” demikian kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan. (tom)