Diduga Jalan Terlalu Licin, Hanya Hitungan Menit 2 Mobil dan 2 Motor Begasing Masuk Siring

by
Kecelakaan di Desa Batu Kuning

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Diduga faktor jalan terlalu licin, tempo 10 menit, di Jalinbar Desa Batu Kuning Kecamatan Pasar Manna, 2 unit mobil begasing (berputar) balik arah hingga nyunsep masuk kedalam siring (parit). Beruntung tidak ada korban jiwa pasca kejadian laka tunggal persis di depan Masjid itu. Kecalakaan ini merupakan laka tunggal yang terjadi sekira pukul 10.01 WIB Minggu (10/02/2019) pagi.

Sebelumnya, pada Sabtu (09/02/2019) kemarin malam, sekira pukul 20.15 WIB mobil Escudo warna Hitam BD 1000 EVK milik warga Kabupaten Kaur menghantam rumah warga, akibatnya mobil rinsek dan tembok rumah warga rusak.

Mobil Escudo hantam rumah warga

Menurut keteragan warga desa Batu Kuning, Lufti (45), laka tunggal yang terjadi pagi tadi ini sebanyak 3 kali. “Pertama mobil pikup Futura warna putih warga Lubuk Tapi, melaju dari arah kota Manna tujuan Kaur. Selang sekitar 10 menit motor BD 2042 MA warga Sulau, anak korban yang dibonceng luka robek pada kaki. Setelah itu berselang sekitar 10 menit lagi Mobil Fortuner warna hitam BD 1583 AH warga Kaur. Kejadiannya sama, dari arah kota Manna lalu berputar balik arah dan masuk siring. Tidak ada korban jiwa,” terang lufti.

Sementara itu dari keterangan sopir Mobil Fortuner BD 1582 AH, Sumardi (47) warga Kaur, kepada lintasbengkulu.com, ia mengaku kalau mobil yang dikendaraainya itu berkecapatan paling tinggi 20 KM/jam.

“Paling cepat jalan 20, tiba-tiba mobil langsung mutar balik arah dan nyasar masuk siring. Tidak ada yang saya dihindari, mungkin faktor jalannya terlalu licin karena basah kena air hujan,” tuturnya.

Dari pantauan media ini langsung di tempat kejadian perkara (TKP), saat sedang mengambil gambar mobil Fortuner yang mengalami kecelakaan tersebut, sekira pukul 10.50 WIB tiba-tiba 2 unit sepeda motor remaja puteri SMA yang baru saja pulangdari menghadiri acara Milenial Road Safety Festival yang digelar Satlantas Polres Bengkulu Selatan juga terjatuh disekitar TKP.

Karena factor kecelakaan diduga akibat licinnya jalan, warga berharap, Pemerintah dapat menegur Instansi pelaksana pembangunan jalan yang baru saja selesai dikerjakan sekitar 2 bulan tersebut untuk segera dapat dibongkar dan kembali diperbaiki.

“Dulu pernah saya sampaikan kepada tim pemeriksa saat memantau kondisi jalan, kalau jalan ini licin. Tapi informasi yang saya sampaikan tidak digubris,” kata Pendri warga desa Batu Kuning.

Disampaikan Pendri, kalau sebelum-sebelumnya sudah sering terjadi laka tunggal di Jalinbar Desa Batu Kuning ini. “Sudah banyak yang kecelakaan di desa Kami ini, dulu pak Kapolsek Kedurang, yakni Kusyadi hingga keningnya luka robek dan mendapat berapa jahitan. Sebelum dan sesudah pak Kapolsek itu juga sudah banyak yang kecalakaan di desa  Batu Kuning ini, baik mobil ataupun motor,” terangnya. (tom)