Diduga Tidak Layak Pakai “Aspal Hotmik Tetap Saja Digunakan Untuk Proyek”

by
Pembangunan
Proyek Jalan Hotmix yang dikerjakan Jimas Group

//Satu Item Alat Kerja Diduga dihilangkan //

LINTASBENGKULU.COM – Adanya pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, kepada awak media beberapa hari yang lalu, yang mengatakan aspal homik proyek pembangunan jalan yang dikerjakan oleh Jimas Group “tecimpiak luak tai sapi” (numpuk seperti kotoran sapi). Hal ini diduga benar adanya.

Dari pantauan media ini langsung kelapangan pada dua lokasi proyek pekerjaan jalan hotmix, bersama Ketua LSM LID Semaku Habiburahman, Kamis (25/01/18) ditemukan dibeberapa titik jalan yang di aspal hotmix diduga pengerjaannya tidak sesuai specifikasi yang sudah ditentukan.

Bukan saja pekerjaan hotmix  Padang Nibung, akan tetapi pekerjaan peningkatan jalan Padang Gunang desa Batu Lambang yang dikerjakan pada tahun 2017 yang lalu itu. Diduga saat pengerjaan jalan (pengamparan Aspal Hotmix), tanpa menggunakan alat ASPHALT FINISHER. Pengamparan aspal diduga langsung di curahkan dari mobil Dump Truck, sehingga terlihat dari hasil pekerjaan amburadul dan terkesan asal jadi.

Selain itu, juga ditemukan bongkahan aspal hotmix yang tidak bisa digunakan lagi. Hal ini terindikasi aspal hotmik saat tiba dilokasi sudah dingin dan tidak layak pakai, namun tetap saja digunakan.

“Diduga aspal yang digunakan itu sudah tidak layak pakai. Namun aspal hotmix yang diangkut dari Kota Bengkulu dengan memakan waktu cukup lama itu masih saja di paksakan untuk di pergunakan. Sehingga hasilnya sangat jelek dan kualitas pekerjaan tidak maksimal seperti yang diharapkan,” kata Ketua LSM LID Semaku, Habiburahman.

Habibur menambahkan, bahwa dirinya juga mengidikasikan beberapa paket proyek jalan hotmik yang dikerjaan oleh Jimas Group tersebut tidak menggunakan mesin alat pengampar aspal hotmix. Hal ini terindikasi faktor sengaja oleh pihak kontraktor, untuk memperkaya diri sendiri.

Padahal kata Habib, pada analisa pekerjaan, ASPHALT FINISHER (alat pengampar aspal hotmix) itu dipastikan ada anggaran dananya, namun karena ingin mencari keuntungan yang besar sehingga alat tersebut diduga sengaja dihilangkan atau tidak digunakan. Hal ini terindikasi merugikan daerah, negara dan masyarakat.

“Jadi wajar pekerjaan tersebut seperti kata Pak Ketua DPRD BS, Yevri Sudianto itu, tecimpiak luak tai sapi,” ujar Ketua LSM LID Semaku.

Habib mengharapkan kepada aparat penegak hukum, untuk dapat melakukan penyelidikan sesuai prosedur hukum yang berklaku. Sebab kata dia, pekerjaan yang dilaksanakan Jimas Group pada tahun-tahun sebelumnya itu juga terdapat banyaknya temuan BPKP, ujar Ketua LSM LID Semaku ini. (tom)