Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Cabut Izin Penjualan Material Normalisasi Sungai Air Nipis

by
Pengerukan Alur sungai
Aktivitas Normalisasi Sungai Air Nipis

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu menghentikan pengerukan material sungai Air Nipis di Kecamatan Seginim Bengkulu Selatan. Dihentikannya kegiatan Normalisasi sungai Air Nipis ini atas desakan warga di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Seginim dan Kecamatan Air Nipis.

Desakan terakhir  datang dari Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) yang di ketuai oleh Wadimin (37)  warga Desa Babatan Kecamatan Seginim. Kepada lintasbengkulu.com, Wadimin mengatakan kalau warga sejak awal menolak aktivitas pengerukan material untuk Normalisasi sungai Air Nipis tersebut. Sebab menurutnya dampak yang ditimbulkan dari kegiatan itu lebih besar modaratnya daripada keuntungannya.

“Saya bersama rekan-rekan, yakni Doni, Yuarsin, dan Ali sebagai penanggulangan resiko bencana, sekarang masih di Kota Bengkulu, barusan saja selesai hering bersama pejabat ESDM Provinsi. Alhamdulillah dari pertemuan kami bersama Kabid ESDM Provinsi Bengkulu, mereka memenuhi permintaan kami untuk menghentikan aktivitas normalisasi di sungai Air Nipis, dan izinnya segera dibekukan,” kata Korlap FMPL Wadimin saat dihubungi media ini via telpon, Senin (3/10/2016).

Sementara itu Kabid ESDM Provinsi Bengkulu Askar, dihubungi wartawan melalui telepon selulernya membenarkan aktivitas pengerukan dan penjualan material Normalisasi sungai Air Nipis Di Bengkulu Selatan tersebut dihentikan. Ia mengatakan, bahwa dari hasil kunjungan pihaknya beberapa hari yang lalu kelokasi, aktivitas normalisasi sungai Air Nipis tersebut tidak seimbang dengan material yang diangkut.

“Kami hanya mengeluarkan izin untuk penjualan material dari hasil Normalisasi tersebut. Namun setelah kami cek dilapangan, dari pengerukan material yang diangkut dan di jual itu tidak seimbang dengan normalisasi yang dilakukan oleh PT PKA. Jadi untuk sementara izinnya kami cabut, surat rekomendasi penghentian segera akan disampaikan kepada PT PKA,” tutup Askar. (tom)