Dituduh Jual Bangkai Sapi “Warga Seginim dan Air Nipis Lapor Pencemaran Nama Baik”

by

LINTASBENGKULU.COM, BS – Tidak terima di tuduh menjual dan membeli bangkai sapi, Jarwan (50) serta anaknya Dindo (23), warga Desa Darat Sawah, Kecamatan Seginim ini akan melaporkan balik pihak media atas pencemaran nama baik.

Tuduhan pencemaran nama baik ini di muat pada pemberitaan salah satu media online, yang di onlinekan pada Rabu (28/03/18) kemarin.

“Saya tidak senang dituduh menjual dan membeli bangkai sapi. Ini jelas pencemaran nama baik kami. Kami akan melaporkan masalah ini ke pihak penegak hukum, sebab nama baik kami sudah tercemar,” kata Dindo dan orang tuanya Jarwan.

Menurut Dindo, sapi tersebut bukan bangkai seperti yang di muat dalam pemberitaan di media online.

“Sapi itu milik Wawan (33) warga Desa Penandingan, Kecamatan Air Nipis. Sapi itu berada di kebun sawit milik Wawan di hamparan dusun Lame. Kami beli seharga Rp 5 juta. Sapi itu tidak bisa lagi berjalan karena patah kaki pada bagian paha sebelah kanan. Karena patah kaki dan tidak bisa lagi berjalan oleh pemiliknya Wawan, lalu sapi itu di potong (disembelih), lalu diangkut menggunakan turing kerumah Wawan dan kemudian di jual kepada kami Seharga RP 5 juta. Kurang lebih daging sapi tersebut sekitar 60 kg,” terang Dindo di iyakan orang tuanya Jarwan.

Selanjutnya sekitar pukul 10.15 WIB pagi pada Rabu kemarin sapi tersebut di bawa ke Kota Manna, dengan diangkut menggunakan mobil Pic Up Mega Carry warnah hitam BD 9633 BD untuk dijual kepada Buyung Lufti (35) Warga Jalan Gerak Alam (Padang Pematang) kota Manna.

“Daging sapi itu masih ada didalam box, belum kami jual. Rencananya hari ini akan kami jual ke Pasar Ampera, tapi terhalang karena ada panggilan polisi,” kata Yung kepada lintasbengkulu.com.

Dikatakan Yung, dirinya meminta kepada pihak media yang membuat pemberitaan ini untuk dapat datang ke Polres BS untuk klarifikasi atas pemeberitaan tersebut.

“Kami harap pihak media yang membuat berita itu untuk datang ke Polres dan meminta maaf kepada kami,” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK. MH melalui Kasat Reskrim Iptu A Khairuman akan memanggil pihak media yang membuat pemberitaan tentang hal ini.

“Kita akan panggil pihak media ataupun wartawan yang membuat berita tentang menjual bangkai sapi ini. Kalau pemilik dan pembelinya sudah datang ke Polres untuk klarifikasi. Setelah selesai pemeriksaan klarifikasi penjual dan pemilik ini, pihak media ataupun wartawannya juga akan kita panggil untuk klarifikasi. Hal ini sangat meresahkan masyarakat dengan adanya pemberitaan daging sapi bangkai ini, ” kata A Khairuman. (tom)