Empat OPD Bengkulu Selatan Belum Serahkan Proses Tender ke UKPBJ

by
Kepala UKPBJ BS Rasidi S.IP MM saat menerima ketua DPRD BS Yevri Sudianto

//Sebanyak 9 Paket Proyek Belum di Lelang//

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Yevri Sudianto, terkait serapan anggaran APBD BS langsung ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang saat ini telah berubah nama UKPBJ tersebut, Senin siang (10/6/2019) sekira pukul 11.45 WIB. Yevri mendapati 9 paket proyek yang belum dilaksanakan proses tender.

Ke-9 paket proyek tersebut berada di empat OPD, yaitu Dinas PUPR sebanyak 2 paket, yakni paket proyek Penataan Tebat Rukis dan Tebat Gelumpai, pagu dana Rp 3,5 Milyar dan Revitalisasi lampu jalan Taman dan Pasar Bawah dana Rp 1,2 Milyar. Selanjutya Dinas Pariwisata, yakni pengadaan perahu karet dengan dana Rp 510 juta dan Pemeliharaan gedung pertemuan wisata pasar bawah pagu dana Rp 475 juta.Semenetara Dinas Peridagkop UM, yaitu Revitalisasi pasar rakyat dana RP 864, 4 juta dan paket revitalisasi pasar Kutau Rp 3,8 Miliyar. Sedangkan untuk Dinas Perhubungan sebanyak 3 paket, yaitu Pengadan rambu-rambu lalu lintas dengan pahu dana Rp 360 juta, Pengadaan alat uji pengerem portable dengan pagu Rp 231,75 juta serta pengadaan alat timbangan portable dengan pagu dana Rp 358 juta.

Adapun penyebab dari sebanyak 9 paket tersebut belum dilaksanakannya proses lelang, dikarenakan OPD terkait belum menyampaikan proses tender ke UKPBJ Bengkulu Selatan.

“Kendalanya  ya itu OPD yang bersangkutan belum menyampaikan permohonan proses tender kepada UKPBJ,” kata Kepala UKPBJ BS, Rasidi S.IP, MM saat dikonfirmasi lintasbengkulu.com, Senin (10/06/2019)

Dari progres tender yang telah dilaksanakan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Bengkulu Selatan hingga bulan ke 6 tahun 2019 ini imbuh Rasidi, yakni baru terealisasi 80 % dari 71 paket proyek yang ada.

” Sebanyak 50 paket proyek telah selesai proses tender, yaitu 29 paket telah selesai kontrak, 21 paket sedang dalam proses dan 13 paket proses e-katalog. Terbesar di Dinas PUPR,” pungkas Rasidi. (tom)