Empat Wartawan Dipanggil Penyidik Tipiter “Terkait Pengaduan Direktur PT PKA”

by
Wah Yeyen Vs Iksanuddin
Wah Yeyen Vs Iksanuddin

LINTASBENGKULU.COM, BS – Terkait pengaduan dugaan pencemaran nama baik, yang disampaikan direktur PT Pesona Karya Abadi (PKA) Yeyen Permayanti, kepada pihak kepolisian Polres Bengkulu Selatan beberapa waktu lalu.

Besok Kamis (18/10/18), penyidik Tipiter (tindak pidana tertentu) Polres Bengkulu Selatan akan memeriksa 4 wartawaan untuk dimintai keterangan sebagai saksi terhadap unggahan berita pada media sosial (facebook) .

Ke-empat wartawan tersebut yakni, Fongki Triolanda Putera dari Bengkulutoday.com, Asiun dari kejarfakta.com, Mas Yan dari ronin98.com serta Ade Putera dari media BE TV.

Pemanggilan serta pemeriksaan ke-4 wartawan ini merupakan awal mulai dilakukannya penyelidikan atas dugaan pencemaran nama baik oleh Iksanuddin kepada Yeyen Permayanti terhadap pemberitaan pekerjaan Jalan Hotmix desa Muara Danau Kecamatan Seginim yang dikerjakan oleh PT PKA pada tahun 2018.

Dalam pengaduannya, Direktur PT PKA yang akrab disapa Wah Yeyen itu menyampaikan bahwa Iksanuddin sebagai narasumber dalam sebuah pemberitaan, ia menyebut kalau pekerjaan hotmix Jalan Muara Danau yang dikerjakan oleh PT PKA  tidak sesuai spesifikasi, diantaranya yaitu:

  1. Pekerjaan proyek tersebut Hancur lebur
  2. Dirinya mengaku warga setempat (desa Muara Danau)
  3. Menyebut bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut melanggar ketentuan spesifikasi teknis yang tercantum dalamdokumen lelang dan SPK.
  4. Menyebut lapis pondasi agregat pondasi kelas B, seharusnya berupa adukan batuan pecah 2″ diganti dengan ukuran 5″ keatas dan bahkan sebagian bukan berupa koral (batu bulat)
  5. Menyebut lapis pondasi agregat kelas A semestinya berupa adukan batu pecah 1,5″ diganti batu berukuran 3″ keatas.
  6. Menyebut lapisan paling atas (AC-BC) mengandung begitu banyak campuran pasir (bukan abu batu)
  7. Menyebut mekanisme pekerjaan, proses pemadatan aspal dan temperatur bahan saat pengerjaan juga ditengarai menyalahi aturan dan mengakibatkan gemburnya hasil pengaspalan.
  8. Menyebut sepeda motor menjadi korban akibat gemburnya aspal.

Merasa atas ke 8 poin tersebut tidak benar dan dianggap telah melakukan pencemaran nama baik, sehingga Direktur PT PKA ini menuduh tindakan maupun perbuatan Iksanuddin tersebut telah melanggar pasal 27 ayat (3) UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.