Enam Kelas, SDN 101 di-Kabupaten Kaur Ini Hanya Memiliki 4 RKB

81 views
Lintasbengkulu.com, Kaur – SDN 101 di Kabupaten Kaur ini terletak di daerah terpencil. Yaitu berada di dalam Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Sambat, Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje. Dengan lokasi yang cukup terpencil itu, serta masuk dalam hutan kawasan HPT,  sehingga sekolah ini kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah setempat.

Seperti yang di sampaikan Kepala SDN 101 Kaur, Sumaryana, kepada lintasbengkulu.com Kamis, (18/8/2016), Ia mengatakan, gedung Sekolah SDN 101 Kaur tersebut baru memiliki Empat lokal. Sementara satu lokal dari ke-4 Ruang Kelas Belajar (RKB) yang ada tersebut, di pakai untuk Ruang Guru dan Kepala Sekolah. Kemudian untuk tiga lokal lagi, yakni masing-masing lokal, di buat Dua kelas. “Dibuat dua kelas per-lokalnya yaitu untuk mencukupi menjadi enam kelas. Karena muridnya sekarang sudah sampai kelas enam,” ungkap Kepsek.

Disampaikan Kepsek, mengenai  lokasi sekolah yang berada di dalam HPT itu, dirinya segera akan menanyakan kepada pihak Dinas Kehutanan Pertambangan dan ESDM Kaur tentang kejelasan status SDN 101 tersebut.
“Dalam waktu dekat saya akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan mengenai  status sekolah ini. Kalau status hutan HPT ini sudah di alihkan pungsikan menjadi Hutan Peruntukan Lain (HPL), saya akan coba untuk mengusulkan tambahan lokal ke Dinas Pendidikan Kaur,” ujar Sumaryana.
Ditambahkannya, kalau untuk tenaga guru yang mengajar di SDN 101 Kaur ini sudah dibilang cukup. “Untuk tenaga honorer ada 3 orang, dan guru PNS ada 4 orang.  Untuk jumlah muridnya yaitu 50 orang, namun saat ini muridnya sudah ada yang duduk dikelas 6 (enam). Kalau jumlah muridnya sedikit, maklum saja lokasi sekolah di dalam hutan, dan cukup terpencil,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Pertambangan dan ESDM Kabupaten Kaur, Buyung Wiadi, melalui Kasi PHPH (Pengawasan Hutan dan Pemanpaatan Hutan) Septa, dikonfirmasi tidak dapat memberikan keterangan jelas mengenai status SDN 101 yang berada di BRT Linau tersebut.

Kepada lintasbengkulu.com Septa mengatakan, untuk memastikan lahan tersebut masuk HPT Air Sambat, terlebihdahulu pihaknya harus turun ke lapangan untuk mengecek lokasi. “Kalau bicara di kantor ini,  saya takut salah memberikan keterangan,” kata Septa singkat. (Rza)

 

Related Post

loading...