Hari Buruh 2020, Tetap Semangat Bangun Bengkulu

by

Rohidin Tekan Pengangguran dan Kemiskinan di Angka Terendah

Lintasbengkulu.com – Tiap 1 Mei, peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day selalu sarat dengan tuntutan peningkatan kesejahteraan hidup buruh atau pekerja hingga pada persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Pengangguran dan kemiskinan di provinsi Bengkulu terus mengalami penurunan di angka terendah sejak 5 tahun terakhir era kepemimpinan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Dari data Badan Pusat Statistik Bengkulu menunjukkan angka kemiskinan Bengkulu dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan signifikan sepanjang sejarah provinsi Bengkulu beridiri.

Tercatat sejak September 2015, angka kemiskinan Bengkulu berada di angka 17,16%. Pada tahun 2016 turun jadi 17,03%. Tahun 2017 kembali turun jadi 15,59%. Sementara tahun 2018 juga mengalami penurunan di angka 15,41% dan pada tahun 2019 turun hingga angka 14,91%.

Sementara angka pengangguran provinsi Bengkulu terus digenjot ke angka terendah. Mulai di angka 4,91% pada tahun 2015 hingga terus mengalami penurunan pada tahun 2018 di angka 3,51% dan terendah di angka 3,39% pada tahun 2019. Sehingga provinsi Bengkulu berhasil menurunkan angka pengangguran terendah se Sumatera dan terendah ketiga nasional.

Kerja keras Gubernur Rohidin terbayar dengan perolehan berbagai prestasi tingkat nasional dan mendapat mengakuan publik dari berbagai kategori. Dalam ketegori tata Kelola birokrasi, Bengkulu berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut.

Pada ketegori insfrastrujktur potensial dan pelayanan publik, Bengkulu dua kali berhasil raih penghargaan platinum dalam ajang Indonesia’s Attractiveness Award yang diselenggarakan oleh PT. Tempo inti Media TBK dan Frontier Group.

Kepiawaian Gubernur Rohidin membangun koordinasi dengan lintas sektor, membawa provinsi Bengkulu dinobatkan sebagai pengendali inflasi terbaik nasional untuk wilayah pulau Sumatera.

Tidak hanya itu, indeks pembangunan pemajuan kebudayaan provinsi Bengkulu juga berhasil menempati posisi ke 4 terbaik nasional setelah Jawa Tengah, Bali dan Jogjakarta serta mengungguli angka rata-rata nasional.

Begitu juga kualitas pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat terus meningkat sehingga indeks pembangunan manusia di provinsi Bengkulu berhasil masuk dalam pembangunan manusia kategori tinggi dengan angka sebesar 70,64%.

Selain itu, indeks pembangunan pemuda di provinsi Bengkulu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 45,50% naik menjadi 59,83%.

Gubernur Rohidin yang dikenal sederhana dan akrab dengan semua kalangan ini juga berhasil membawa laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu meningkat. Serta berhasil meningkatkan indeks pembangunan desa dalam rentan waktu sejak memimpin hingga 2018 tahun lalu.

Kepiawaian Gubernur Rohidin melakukan berbagai aksi dan terobosan juga berhasil meningkatkan investasi sejak lima tahun terkahir. Yang sebelumnya hanya 0,216  triliun melonjak menjadi 6,733 triliun.

Pada penyelenggaraan pemerintah daerah secara nasional, provinsi Bengkulu juga berhasil menempati posisi yang sangat baik jika dibandingkan sebelum kepemimpinan pemerintahan saat.

Hari Buruh di Musim Pandemi, Gubernur Rohidin Ajak Buruh Bersatu Lawan Covid-19

Momentum hari buruh tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Tahun ini dunia sedang dihadapkan pada penanganan dan penanggulangan wabah Virus Corona atau Covid-19.

Wabah Covid-19 ini berdampak pada perekonomian masyarakat dan dunia usaha. Sehingga menyebabkan para pekerja terpaksa dirumahkan bahkan diPHK. Akibatnya, para pekerja atau buruh kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dalam rangka membantu kesulitan para buruh ini, pemerintah provinsi Bengkulu bersama Polda Bengkulu menyalurkan bantuan bahan pangan kepada para pekerja yang terdampak Covid-19 di wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bengkulu. Selain bahan pangan, para pekerja juga mendapatkan masker untuk dipakai saat bekerja atau keluar rumah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang memimpin langsung menyaluran bantuan berharap bahwa penyaluran bantuan juga dapat diikuti oleh bupati/ walikota, pelaku usaha yang masih eksis, pimpinan partai politik, serta semua pihak yang mampu untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Saya berharap kita semua dapat berperan. Saling membantu satu sama lain. Bergotong royong. Saling menguatkan. Karena saat ini merupakan masa sulit untuk kita semua,” kata Gubernur Rohidin.

Rohidin juga mengingatkan agar para pekerja serta masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 tidak meluas. Yaitu dengan cara sering cuci tangan dengan sabun, mengenakan masker ketika ke luar rumah dan menerapkan physical distancing (jaga jarak).

“Perang melawan wabah ini luar biasa,  saya berharap  teman-teman pekerja  tetap semangat agar bisa survive dan mari kita bergandeng tangan membantu satu sama lain,” ujar Rohidin.

Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Periyadi mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Polda Bengkulu kepada para pekerja di wilayahnya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak gubernur dan kapolda beserta jajaran, yang telah amemberikan bantuan kepada masyarakat khususnya para pekerja di hari may day ini,” kata Wabup Septi.

Ia berharap, para pekerja dan masyarakat menjalankan apa yang sudah disampaikan oleh bapak gubernur terkait protokol Kesehatan serta untuk tidak lupa tetap menjaga kekompakan selama pandemi ini berlangsung.

Senada juga disampaikan Ketua SPSI Kabupaten Bengkulu Tengah Haulan Ismadi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Bengkulu. Menurutnya bantuan seperti ini dapat langsung dirasakan oleh para pekerja dan buruh yang kini sangat merasakan dampak dari Covid-19.

“Inilah yang memang kita butuhkan karena dengan adanya bantuan – bantuan seperti ini kami selaku masyarakat, masih bisa melanjutkan kehidupan kami ditengah pandemi Covid-19 ini,” ungkap Haulan.

Haulan pun penjelaskan kondisi buruh saat ini sangat memprihatinkan dimana banyak pekerja yang telah dirumahkan, bahkan ada yang sudah di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

“Banyak buruh yang dirumahkan bahkan sudah ada yang di PHK, kami selaku serikat sangat prihatin dengan hal ini, di momen hari buruh ini kami berharap dengan adanya bantuan ini bermanfaat bagi seluruh kaum buruh di Kabupaten Bengkulu Tengah,” harap Haulan.

Hal senada juga disampaikan Ngatijan yang berkeseharian sebagai buruh di salah satu Pabrik Karet di Bengkulu Tengah, ia merasakan sulitnya kondisi perekonomian akibat Covid-19, ia pun juga sempat dirumahkan namun dapat kembali bekerja.

“Kerjaan kita terhambat, kemarin sempat di istirahatkan dari tanggal 6 sampai tanggal 16 April, sekarang sudah mulai aktif lagi, cuma ya belum normal,” jelas Ngatijan berkaca-kaca.

Bantuan yang ia terima paling tidak dapat meringankan beban yang harus ia tanggung. Ia berharap kondisi saat ini dapat segera usai.

(MC Pemprov. Bengkulu)