Heboh Tanah Amblas di Desa Banding Agung Seginim

by

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Warga Desa Banding Agung dan Desa Padang Lebar Kecamatan Seginim di hebokan dengan peristiwa aneh tapi nyata ambles nya tanah dan tercipta lobang-lobang besar di hamparan sawah Pematang Bayi desa Banding Agung. Saat ini peristiwa ini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat sekitar.

Lahan sawah milik Nurmi yang ambles

Dari pantauan langsung ke lokasi, Sabtu (11/01/2020), terdapat puluhan titik tanah ambles dan berlobang di area persawahan Pematang Bayi Desa Banding Agung, Kecamatan Seginim tersebut.

Menurut informasi dari Pak Suharman (60) pemilik sawah disekitar lokasi kejadian. Tergerusnya tanah sawah itu awalnya terjadi sekitar tahun 1986-1987 beberapa tahun lalu. Pada tahun 1987 ini sekitar 7 unit lobang tercipta secara alami

“Waktu itu musim hujan dan saya mau cari ikan. Saat posisi saya tepat di lokasi kejadian, saya melihat air dari dalam tanah muncrat persis seperti pipa ledeng bocor,” ujarnya.

Kejadian 33 tahun silam

Karena adanya kejadian aneh itu, dia (Suharman) lalu memanggil tetangga sawah nya untuk memberi tahu kejadian tersebut. Mereka pun menyaksikan bersama kejadian nyata itu.

Belum lama kemudian kata Suharman, tanah pun jatuh dan membentuk lobang seketika.

“Nah, waktu itu oleh oleh Pak Yen tetangga sawah saya ini mengambil satu batang kayu sengon, lalu di masukan kedalam lobang itu dengan maksud untuk mengetahui seberapa dalam lobang tersebut. Pas kayu tadi dimasukan kedalam lobang tersebut, kedengarannya persis seperti suara kaleng (gua-red),” kata Suharman.

Tampak air keluar dari lobang 15 meter dari atas permukaan di lembah lokasi kejadian

Peritiwa ini kembali terjadi sekitar bulan Desember tahun 2019 lalu, letaknya sekitar 300 meter dari lokasi pertama. Tepatnya di lahan sawah milik Nurmi (51) warga Banding Agung.

Pada lokasi yang kedua ini tampak sekitar 10 lobang besar yang tercipta secara alami akibat kejadian yang serupa.

Jembatan air irigasi

Dengan peristiwa terbentuknya lobang-lobang besar tersebut sehingga pemilik sawah pun merugi. Berkisar lebih kurang 5 kubik atau 25 meter per segi lahan sawah milik Nurmi tidak bisa lagi digarap, karena takut kembali terjadi kejadian serupa di sekitar lahan sawah yang akan di garap.

“Sudah ada sekitar 10 tahun saya menggarap sawah ini, namun peristiwa ini baru kali ini terjadi,” kata Nurmi saat di temui di lokasi kejadian.

Menurut cerita, konon kabarnya warga pemilik sawah di sekitar kejadian ini sering kali melihat se ekor ular berbadan cukup besar menampakan diri melintas di areal persawahan warga.

“Belum lama ini pak Kades Banding Agung melihat ular besar yang melintas di depan anjung (dangau) sawah nya,” tutur Surahman.

Karena takut terjadi kembali melihat ular tersebut, lalau dangau milik pak kades Banding Agung ini di geser sekitar 30 meter dari lokasi penampakan.

“Mungkin didekat anjung pak kades itu merupakan jalur (jalan) ular itu lewat. Ularnya itu mempunyai tanduk di atas kepala,” terang Suharman.

Akibat terbentuknya puluhan lobang tersebut, nyaris saja ratusan hektar sawah yang di hamparan Pematang Bayi Banding Agung ini gagal tanam karena saluran irigasi jebol pasca peristiwa aneh tapi nyata itu.

Untuk mengatasi petani sawah gagal tanam, saat kunjungan langsung ke lokasi kejadian. Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi memberikan bantuan plastik dan kayu (papan) serta beberapa batang pipa untuk membuat jembatan air irigasi agar dapat mengairi ratusan hektar sawah dihamparan pematang bayi.

Penulis: Fajrul Tan Tomi