Ini Pengakuan Pilu “Jokson” Ditinggal Kabur Kontraktor Beronjong

by

Lintasbengkulu.com, Kedurang – Jokson (60) adalah mantan Kepala Desa Karang Agung. Ia merasa telah dibohongi oleh 3 orang berinisial Yo, Da dan Ko yang mengaku sebagai pelaksana serta kontraktor pembangunan Peningkatan Jaringan Irigasi desa Karang Agung Kecamatan Kedurang.

Data diperoleh, kegiatan pembangunan Peningkatan Jaringan Irigasi Pekerjan Pemasangan Beronjong Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Selatan dengan nilai kontrak Rp 125.245.000 sumber dana DAU tahun 2019 itu dikerjakan oleh CV Mando Construction selesai 100 %. Namun sangat disayangkan dalam pengerjaan kegiatan ini meninggalkan kisah sedih Jokson sang mantan Kades Karang Agung.

Diceritakan Jokson, awalnya sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, ketiganya datang menemui dirinya untuk minta bantuan dalam pekerjaan proyek, ia pun bersedia. Namun janji yang pernah di ucapkan oleh ketiganya itu ternyata bohong belaka, sehingga sang mantan kades Karang Agung ini merasa dibohongi oleh ketiganya yang satu orang diantaranya adalah juga merupakan mantan Kades di Kecamatan Manna.

“Awalnya mereka bertiga ini yang datang dan berjanji kepada saya. Kepala tukangnya itu setiap hari dan selama satu minggu istri saya yang memberi makan. Kopi dan makan nya itu 3 kali satu hari dikasih. Tapi hingga hari ini belum juga di bayar ke Istri saya. Begitu pun uang saya pribadi, pertama 300 ribu yang belum dibayar dan kedua 600 ribu yang saya keluarkan untuk membayar warga yang mengumpul material batu di sungai dan me ngisi beronjong, juga tidak dibayar. Saya telpun sudah tidak diangkat lagi oleh pemilik CV dan ketiganya itu. Sampai-sampai gunting besi besar yang tinggal dangau saya ini  mereka tidak berani lagi datang kesini untuk mengambilnya. Padahal sebelumnya merkea sering sekali nelpon saya. Kalau bahasa kami Kedurang ini JANJI NUNGGU KATAU BETARUAH, seharusnya begitu,” kata Jokson mengungkapkan keluh kesahnya kepada media ini, Minggu (05/01/2020).

Ia menjelaskan, pemasangan beronjong sepanjang lebih kurang 25 meter tersebut, rencana awal nya akan dipasang lebih kurang 200 meter di hulu dari yang telah terpasang sekarang, karena disitulah azas manfaat yang akan sangat dirasakan untuk mengatasi amblesnya sawah warga. Diduga pemindahan/pergeseran lokasi pemasangan beronjong tersebut tidak sesuai dari survey awal dan juga diduga pergeseran yang disengaja oleh pihak kontraktor untuk mempermudah memperoleh dan mengangkut material.

“Besi beronjong nya kemarin itu sudah di letakan di hulu sana, bukan di belakang dangau saya ini,” kata Jokson sambil menunjukan lokasi rencana awal. Padahal menurut mantan Kades Karang Agung ini, di lokasi rencana awal itulah yang rawan abrasi saat air sungai kedurang banjir. “Tapi mereka geser ke hilir dan di pasanglah dilokasi sawah saya yang notabennya aman dari Abrasi, ya dengan senang hati mereka pasang di lokasi sawah saya ini,” tutur Jokson.

Selain itu mantan Kades yang satu leting dengan mantan kades di Kecamatan Manna Ko ini membeberkan, terkait material batu isi beronjong yang di gunakan itu juga di ambil dari material setempat. Batu yang digunakan pun terlihat kebanyakan tidak sesuai dengan ukuran diameter lobang beronjong.

“Batunya ada juga yang di ambil disini dan ada juga yang dibawa dari luar,” beber Jokson.

Saat ditanya material batu yang di angkut dari luar lokasi apakah dibeli dari kuari legal atau ilegal, Jokson Nocoment. “Saya tidak tau mereka beli di kuari mana dan bukti pembelian dari mana mereka sampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup..?,” saya ini mantan Kades Ujar Jokson seolah paham apa yang teah terjadi.

Tampak jenis dan ukuran batu yang digunakan

Besar dugaan batu material yang dibeli dari luar untuk mengisi beronjong penahan abrasi yang terpasang di hamparan sawah desa Karang Agung ini di duga di beli dari tambang ilegal, sehingga bukti pembelian material disampaikan pihak rekanan untuk membayar pajak bunga batu ke dinas Lingkungan Hidup patut dipertanyakan ke absahannya. Usaha konfirmasi kepada direktur CV Mando dan Dinas KLH masih diupayakan. (Tom)

Material yang digunakan di duga kuat di ambil dari sungai setempat