Ini Penyebab Limbah Medis RSUD-HD Dibiarkan Menumpuk

by
Limbah padat medis yang ditumpuk di lingkungan penampungan limbah non medis RSUDHD

//Kadis Dinkes Akan Panggil Direktur RSUDHD//

LINTASBENGKULU.COM, BS – Terkait ditemukannya tumpukan limbah medis oleh pengunjung rumah sakit disekitar tempat penampungan sampah RSUD-HD Kota Manna, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Redwan Arif, langsung melakukan cek ke lokasi.

Kadis Kesehatan BS saat cek limbah medis RSUDH
Kadis Kesehatan BS saat cek limbah medis RSUDH, Jumat (28/12/18)

Namun sayangnya temuan masyarakat itu saat dicek oleh Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan ini sudah tidak ditemukan lagi.

“Tadi sudah kita cek, namun sudah tidak ada lagi. Karena sudah di muat di koran mungkin sudah di angkut,” kata Redwan Arif saat ditemui lintasbengkulu.com diruang kerjanya, Jumat siang (28/12/18).

Menurut Redwan, penyebab menumpuknya limbah padat medis RSUD-HD Kabupaten Bengkulu Selatan ini, akibat Incinerator (alat pengolah limbah) saat ini dalam kedaan rusak, sehingga tidak dapat gunakan untuk pengolahan limbah medis.

“Saat ini alat Incinerator rumah sakit itu rusak dan biaya perbaikannya cukup tinggi. Karena tadinya itu ada rencana dari pihak ketiga yang menawarkan akan mengolah limbah ini, sehingga pihak RSUDHD tidak memperbaiki alat tersebut dan tidak akan membeli alat baru lagi. Tapi selanjutnya saya belum dapat informasi realisasinya dengan pihak ke tiga itu,” kata Redwan Arif.

Disampaikan Kadis Kesehatan BS, limbah medis tersebut sangat berbahaya karena mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sehingga kalau tidak di olah dengan baik maka akan terjadi penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh mikroba yang berkembang didalam limbah tersebut sehingga akan membahayakan manusia di sekitarnya.

“Tadi waktu kita sidak, saya tidak ketemu dengan direkturnya. Jadi belum tahu bagaimana pengolahan limbah ini kedepannya. Akan kita panggil dulu Heri direktur RSUDHD ini nanti,” tegasnya. (tom)