Kades Tanjung Aur II Sebut PT Jatropha Solution Peramba HPT

by

LINTASBENGKULU.COM, BS – Kepala Desa TanjungbAur II, Kecamatan Pino Raya, Taswin, sangat menyayangkan tindakan PT Jatropha Solution (JS) yang diduga melakukan perambahan hutan.

“Ada sekitar 20 Hektar kebun kepala sawit milik PT JS yang diduga masuk dalam kawasan HPT Bukit Rabang. Saat ini sebanyak 20 hektar sawit itu sudah berumur lebih kurang 5 tahun dan sudah mulai di panen,” kata Taswin kepada lintasbengkulu.com via telpon selulernya.

Selain itu, ia juga menduga beberapa warga juga ikut melakukan perambahan HPT Bukit Rabang, bebernya.

“Bukan hanya PT Jatropha, masyarakat biasa saya duga juga ada yang ikut-ikutan melakukan perambahan,” terangnya.

Dengan tindakan perambahan Hutan Produksi Terbatas oleh PT Jatropha tersebut, Kepala Desa Tanjung Aur II, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan ini mengharapkan Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan untuk segera menegur dan memberhentikan seluruh aktifitas pada HPT Bukit Rabang tersebut dan dikembalikan ke hutan semula.

“Kalau hal ini dibiarkan maka akan berdampak buruk terhadap ekosistem hutan dan diperkirakan akan menimbulkan bencana alam yang berdampak buruk bagi masyarakat di daerah hilir aliran sungai Pino,” ujarnya.

Terakhir Taswin menegaskan, kepada pihak terkait dari Pemkab BS untuk segera cek kebenaran apa yang disampaikannya.

“Laporan secara resmi sudah saya sampaikan ke DPRD pada bulan Mei kemarin. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Saya harap laporan saya ini segera dapat ditindaklanjuti, ” harap Kades (tom)