Kepala KPTSP Kaur Ultimatum Pengusaha Tambak Udang

by
mesin-penyedot-air-laut-disalah-satu-tambak-udang
mesin-penyedot-air-laut-disalah-satu-tambak-udang

 

//KOLAM LMBAH HARUS TERTUTUP DAN DILUAR SEPADAN//

Lintasbengkulu.com, Kaur-Sehubungan dengan berbondong-bondongnya Investor tambak udang datang ke Kabupaten Kaur, hal ini membuat Pemda Kaur khususnya KPTSP lebih agresif mengawasi perkembangan usaha budidaya udang tambak di daerah ini.

Kepala Kantor KPTSP Kabupaten Kaur Anuar Sanusi mengatakan, tambak udang tidak di perbolehkan berada di dalam kawasan sepadan pantai. Menurutnya bukan hanya kolam tambak yang tidak boleh dalam sepadan pantai melainkan kolam limbah tambak juga tidak di benarkan lokasinya terletak di dalam kawasan sepadan pantai, tegasnya.

Dia menambahkan, selain itu kolam limbah tidak di benarkan terbuka. Kolam limbah harus tertutup sebab apabila kolam limbah dengan kondisi terbuka akan membahayakan. “Kemudian bau limbah kan meyebar kemana-mana, maka dari itu saya sebagai Kepala KPTSP Kabupaten Kaur akan memberikan teguran tertulis, apabila ternyata terbukti tidak mematuhi peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Anuar Sanusi kembali menegaskan, tambak udang yang lokasinya dalam sepadan pantai, SOP (Standart Operasional Prosedur) tidak akan dikeluarkan, apabila lokasi tambak dalam kawasan sepadan pantai (100 meter) dari pasang tertinggi di daratan, karena melanggar Undang-Undang (PERDA) Nomor 04 Tahun 2012 tentang RTRW Tahun 2012-2032. Hal ini di sampaikan Anuar Sanusi melalui siaran RRI Bintuhan, Kamis (9/9/2016) yang lalu.

Menanggapi hal yang di sampaikan Anuar Sanusi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kaur itu. Ketua LSM LIPPAN JAYA Bengkulu, H.Zulkifli Jafar S.Ip, dirinya berharap, pihak KPTSP Kaur harus bertindak tegas, apabila ada tambak yang terletak di sepadan pantai. Lakukan SIDAK, dan kalau dari hasil sidak tersebut ternyata benar, kegiatan tersebut harus di hentikan, apalagi tampa izin, artinya itu Illegal, tegas Mantan Ketua DPRD kaur ini.

Zulkifli Jafar yang akrab disapa Zul Japuk ini berharap, agar aparat penegak Hukum untuk cepat bertindak apalagi pelanggaran sepadan pantai adalah pelanggaran Undang-Undang.

“Hukum Harus di terapkan tampa pandang bulu, jangan sampai terkesan membiarkan hal yang melanggar aturan Negara Republik Indonesia ini. Kami dari LSM LIPPAN JAYA tetap akan mengawal Investor yang masuk ke kabupaten kaur ini. Kita dukung Investor demi Kemajuan Daerah tetapi harus patuh terhadap aturan yang ada, kalau ada tambak yang tidak memiliki perizinan saya tidak akan segan-segan melaporkan kasusnya ke Pemerintah Pusat serta ke Mabes Polri,” kata Zul Japuk. (rza)