Kompetensi dan Tantangan Lulusan STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan

by

Lintasbengkulu.com – Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Maka pengembangan kompetensi harus menyasar pada kreatifitas yang inovatif yang tidak terbatas pada bidang akademik semata.

Pada dasarnya setiap individu mahasiswa memiliki potensi yang sama untuk maju dalam menghadapi tantangan perkembangan Ilmu dan Teknologi (IPTEK) di era kini, kemajuan teknologi, saat ini sumber ilmu pengetahuan sangat terbuka bebas. Semua dapat mengaksesnya dengan begitu leluasa.

Hal ini berkaca pada kemajuan teknologi dan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin baik, yang mengakibatkan disparitas antar perguruan tinggi semakin mengecil, perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini sudah ada yang lebih baik dibandingkan perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi luar pulau Jawa mulai menyaingi dan ada yang lebih baik dari perguruan tinggi di pulau Jawa.

Dalam upaya menciptakan lulusan yang unggul dan kompetitif dalam bidang pendidikan, STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan mendorong mahasiswa agar terus membangun rasa percaya diri tinggi dan jiwa kompetisi untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional namun juga di tingkat global.

Selain gelar akademik, ada empat hal yang harus dimiliki mahasiswa untuk bertarung di era revolusi industri 4.0 yakni, kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya, keterampilan sosial, literasi baru (data, teknologi manusia) dan pembelajaran sepanjang hayat ( lifelong learning).

Jika melihat kecenderungan (trend) pendidikan di masa depan, maka telah terjadi pergeseran dari sistem pendidikan untuk invensi menuju pendidikan yang lebih mengacu pada kebutuhan masyarakat, maka pendidikan vokasi merupakan salah satu jawaban yang sangat sesuai dalam penyiapan lulusan yang mampu bekerja dan siap berprofesi.

 

Pelatihan dan sertifikasi bidang TIK berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)…….