Kontraktor Kembali Datangi Dewan “Gusnan Tegaskan Hutang Kontraktor Masih Proses”

by
Ketua Gaoeksindo BS Hendra Lapino Saat diwancarai awak media
Ketua Gaoeksindo BS Hendra Lapino Saat diwancarai awak media

//Pasti Dibayar Kata Sekretaris BPKAD//

LINTASBENGKULU.COM, BS – Hari ini Senin (29/10/18), Puluhan Kontraktor kembali mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan (BS).

Adapun tujuan para kontranktor ini tidak lain adalah untuk memastikan kejelasan pembayaran hutang Pemkab BS terhadap proyek pembangunan yang mereka kerjakan di tahun 2017 lalu.

“Tujuan kami datang ke DPRD ini untuk memastikan kepastian realisasi pembayaran proyek yang sudah kami kerjakan di tahun 2017 kemarin. Karen isu berkembang yang diterima kawan-kawan kontraktor, walaupun anggarannya sudah di sahkan, isunya Pemerintah tetap tidak akan membayarkan. Makanya kami ingin ketemu langsung dengan Ketua DPRD Yevri Sudianto, untuk memastikannya, ” kata ketua Gapeksindo Bengkulu Selatan, Hendra Lapino, kepada wartawan.

Namun rencana pihak rekanan ini untuk ketemu langsung dengan Ketua DPRD Yevri Sudianto gagal. Akan tetapi keraguan ini dijawab langsung oleh Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi.

Usai rapat pembahasan anggaran, dikonfirmasi terkait tuntutan para kontraktor itu, kepada wartawan Plt Bupati Gusnan Mulyadi mengatakan, kalau hutang kepada pihak rekanan masih dalam proses.

“Masih dalam proses,” kata Gusnan Mulyadi singkat,  sambil menuju mobil dinasnya.

Senada disampaikan Sekretaris BPKAD BS Diki Zulkarnain, ia menegaskan, kalau hutang senilai Rp 13,5 M kepada pihak kontraktor itu pasti dibayar.

“Harusnya tidak usah lagilah rekan-rekan Kontraktor itu datang ke dewan. Tugas DPRD sudah selesai, mereka sudah menganggarkan dananya. Saat ini kita masih menunggu surat dari pengecara Pemerintah, dalam hal ini pihak Kejaksaan,” katanya kepada lintasbengkulu.com.

Setelah surat dari Goverment Law Office (LO) di terima lanjut Diki, proses selanjtunya nanti dari Inspektorat akan turun untuk mengaudit hasil pekerjaan. Usai audit baru dilakukan proses pembayaran, jelasnya.

“Saya harap pihak kontraktor yang terkait masalah ini  tenang-tenang sajalah, pasti akan dibayar. Tunggu saja proses selesai, ” tegas Diki Zulkarnain. (tom)