Lahirkan Ide Kreatif, DPMD BS Gelar Bursa Inovasi Desa

by

 

//Pembangunan Desa Jangan Terfokus Pada Infrastruktur Saja//

LINTASBENGKULU. COM, BS -Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang maju dan mandiri. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Senin (08/10/18) menggelar Bursa Inovasi Desa (BID).

Acara pamer inisiatif desa ini, digelar di halaman Kantor DPMD BS, di buka oleh Penjabat Sekkab BS Drs Yulian Fauzi yang dihadiri para FKPD BS, Kabid Pemdes Provinsi Bengkulu Lukmam Nurhakim dan 142 orang Kepala desa beserta perangkatnya.

Dalam sambutannya, Sekkab BS Yulian Fauzi mengharapkan, dengan dilaksanakannya acara BID ini, nantinya dapat menumbuhkan insiatif masyarakat desa untuk berinovatif yang berdampak signifikan pada kemajuan desa yang mandiri dan sejahtera.

“Acara ini merupakan forum pertukaran inisiatif. Dengan dilaksanakannya Bursa Inovasi Desa ini, diharapkan lahir ide-ide kreatif di desa, sehingga berdampak pada kemajuan dan perkembangan desa,” kata Yulian Fauzi.

Dilain pihak, Kabid Pemdes DPMD Provinsi Bengkulu, Lukman Nurhakim, menyampaikan dalam sambutannya, penggunaan dana desa (DD) sebaiknya jangan terfokus pada pembangunan fisik saja, masih banyak sumberdaya lainnya, paparnya.

“Penggunaan DD jangan terfokus pada pembangunan infrastruktur saja. Munculkan ide-ide kreatif yang berdampak positif terhadap peningkatan dan kesejahteraan masyarakat di desa,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DPMD Kabupaten BS, Siswanto, dalam sambutannya menjelaskan, pelaksanaan Bursa Inovasi Desa ini, selain untuk menumbuhkan inisiatif juga bertujuan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa dalam penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Kegiatan yang dipamerkan dalam acara Bursa Inovasi Desa ini, yaitu kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa.

“Bukan berupa barang, akan tetapi bentuk ide-ide yang lahir dan berkembang di desa,” tuturnya.

Dijelaskan Kadis BPMD BS, dalam acara ini ada tiga bursa yang dipamerkan. Untuk Bursa A yaitu Infrastruktur, Bursa B Kewirausahaan dan Ekonomi, sedangkan Bursa C yakni SDM,” demikian Siswanto. (tom)