Manna dan Kota Manna Kawasan Tertinggi Suspect DBD di Bengkulu Selatan

by

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Masih di awal tahun, yaitu sejak bulan Januari hingga Maret 2019 ini, tercatat sudah sebanyak 43 kasus suspect DBD laporan yang diterima pihak Dinkes Kabupaten Bengkulu Selatan.

Jumlah tersebut cukup pantastis dibandingkan tahun lalu, yang hingga akhir tahun hanya 71 kasus Suspect DBD yang di terima.

Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, M. Redwan Arif didampingi Kabid P2P, Elfa Sari, ia menyampaikan, untuk mencegah penyakit Demam Berdarah ini tidak cukup dilakukan dengan poging saja.
Namun yang paling penting dan utama adalah dengan memberantas sarang nyamuk.

Dengan ini dihimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan gerakan 3M plus (Menutup Menguras dan Mengubur), kata Elfa Sari.

“Memang ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu sampai akhir tahun sebanyak 71 kasus,” sebut Elfa.

Meski ada peningkatan jumlah pasien DBD terang Elfa, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan belum mengubah status penanganan DBD menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dijelaskannya, kenaikan jumlah pasien DBD ini berbarengan dengan siklus lima tahunan angka DBD. Umumnya, terjadi peningkatan jumlah pasien DBD di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Bengkulu Selatan, dalam rentang waktu lima tahun, ujarnya.

“Beberapa kecamatan seperti Kota Manna, Manna masih menempati kawasan dengan jumlah pasien DBD terbanyak di Bengkulu Selatan,” beber Elfa.

Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak meningkatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Kalau hanya fogging itu tidak menyelesaikan masalah sampai akarnya. Gerakan yang efektif itu pemberantasan sarang nyamuk,” terang Elfa.

Maka dari itu perlu ditekankan disini fogging bukan untuk mencegah DBD karena fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, fogging juga berbahaya untuk kesehatan pada dasarnya.

Jadi sebaiknya lakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan memberantas jentik jentik nyamuk, terutama pada saat musim hujan, pungkas Elfa. (MC)