Masih Jam Sekolah, Pelajar SMPN 12 di Bengkulu Selatan Ini Berkelahi Gunakan Sajam

by
Beberapa pelajar di bawa ke Polsek Kota Manna saat dimintai keterangan

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Pada saat jam istirahat, sekira pukul 09.30 WIB, Selasa (22/01/19), beberapa pelajar di SMP N 12 Gunung Mesir, Kabupaten Bengkulu Selatan terjadi perkelahian sesamanya.

Ironisnya, pada peristiwa tersebut dua orang pelajar diantaranya mempunyai serta menggunakan senjata tajam (sajam). Kedua pelajar yang menggunakan senjata tajam tersebut yakni Fe (15) dan Ar (15). Akibat perkelahian ini salah seorang pelajar yaitu Oksan (15) terluka pada lengan belakang tangan kiri, diduga terkena senjata sajam saat akan melerai perkelahian kedua temannya itu.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Kota Manna AKP Tasrin didampingi Kepala SPK Aiptu Santoso, ia membenarkan adanya perkelahian di dalam lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Bengkulu Selatan tersebut.

Dijelaskan Aiptu Santoso, perkelahian sesama pelajar SMPN 12 Gunung Mesir itu merupakan lanjutan perkelahian pada Senin 21 Januari 2019 kemarin, antara Fe dan We.

“Dari pengakuan beberapa pelajar yang kita bawa ke Polsek Kota Manna, bahwa perkelahian antara We dan Fe tersebut telah terjadi pada Senin kemarin. Namun sudah di damaikan oleh Kepsek SMP N 12. Diduga sama-sama masih menaruh dendam, We dan Ar ini kembali berkelahi sekira pukul 9.30 WIB saat jam istirahat pertama pagi tadi. Untuk beberapa pelajar yang kita bawa ke Polsek ini yaitu teman-teman We yang ikut membantu dalam perkelahian melawan Fe dan Ar yang menggunakan sajam tersebut,” jelas Ka SPK Polsek Kota Manna.

Dari keterangan beberapa pelajar yang di dibawa ke Polsek, mereka ini ikut membantu temannya We saat berkelahi dengan Ar. “Saat petugas kepolisian datang kesekolah, We dan Ar ini sudah kabur. Salah seorang pelajar yakni Oksan terluka pada siku sebelah kiri, diduga terkena senjata tajam saat akan melerai, tapi itu belum pasti karena belum dilakukan visum. Termasuk soal terjadinya perkelahian ini kita juga belum tahu dan akan didalami lagi lebihlanjut nanti,” demikian Santoso. (tom)