Memaknai dan Menghargai Kebhinnekaan Bearti Ikut Mempertahankan NKRI

75 views
gusnan-inspektur-upacara

Wabup Gusnan Mulyadi Inspektur Upacara Apel Besar Kebhinnekaan Cinta Damaidi Mapolres BS

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Kepolisian Resort Bengkulu Selatan Selasa pagi (15/ 11/16) menggelar Apel Besar Kebhinnekaan Cinta Damai di Lapangan Upacara Mapolres BS. Apel ini masih dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan yang diperingati seluruh warga Indonesia pada setiap tanggal 10 Nopember. Dengan tema untuk meningkatkan Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan Dan Kesatuan Nkri Yang Kokoh.

“Kegiatan ini bertujuan supaya seluruh rakyat Indonesia kembali menghargai Kebhinekaan di Inonesia, untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tetap cinta damai,” demikian disampaikan Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, SIK melalui Kasat Binmas AKP Arie Yansyah, SH.

Menurutnya, Apel Besar Kebhinnekaan Cinta Damai ini adalah yang pertama kali diselenggarakan dan secara serentak di seluruh tanah air. Dalam Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai diBengkulu Selatan ini dihadiri oleh Unsur FKPD, Bupati Bengkulu Selatan yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Gusnan Mulyadi yang sekaligus menjadi Inspektur Upacara.

hadir juga Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Perwira Kodim 0408 Bengkulu Selatan, para Kepala SKPD, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, LSM, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan dan para Kapolsek serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, menyampaikan Apel Besar Kebhinnekaan Cinta Damai ini dilaksanakan sebagai wujud kebhinnekaan yang cinta damai dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya kata-kata, tetapi kebhinnekaan itu sendiri harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan berdasarkan kekuatan spiritualitas,” ujar Gusnan.

Semua budaya, agama dan suku yang ada tetap pada bentuknya masing-masing, yang mempersatukan adalah rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki budaya dan adat istiadat, imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Gusnan menyebutkan bahwa menyampaikan pendapat dimuka umum baik itu dalam bentuk demonstrasi ataupun orasi memang merupakan hak seluruh warga negara. Hanya saja, perbedaan etnis, suku, agama, dan ras menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perbedaan sejarah Bangsa Indonesia. Selanjutnya, Bhinneka Tunggal Ika dan toleransilah yang menjadi perekat untuk bersatu dalam kemajemukan bangsa, tutup Gusnan.

Sementara itu Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, SIK juga menyampaikan, sebagai bangsa yang besar marilah bergandengan tangan untuk saling mengormati Hak Asasi Manusia sesuai dengan pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa serta menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat sebagai kemajemukan yang makin memperkaya kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Perbedaan pasti ada namun jika kita melihat perbedaan itu dari segi yang positif, maka keharmonisan yang akan terjadi. Marilah kita turunkan sifat ego serta selalu tanamkan jiwa nasionalisme yang kuat didalam diri,” kata Ordiva. (tom)

Related Post

loading...