Mengintip Ritual Cuci Pantai Nelayan Bengkulu Selatan

by
Mengintip Ritual Cuci Pantai Nelayan Bengkulu Selatan

Ratusan warga terutama yang berprofesi sebagai nelayan berduyun-duyun memadati tempat pelelangan ikan (TPI) Pasar Bawah, Jumat (11/5/2018). Mereka melaksanakan ritual cuci pantai yang memang biasa digelar di bulan ke lima setiap tahunnya, khususnya menjelang puasa.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Yusti Murni menceritakan, ritual tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur nelayan atas nikmat dan rizki yang diberikan para nelayan selama ini. Baik hasil tangkapan maupun keselamatan para nelayan.

Melalui ritual cuci pantai tersebut, mereka memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari marabahaya serta meminta rizki yang berlimpah kepada nelayan. Pasalnya, selama ini banyak kejadian buruk yang menimpa para nelayan seperti karam bahkan ada yang jatuh korban jiwa.

Baca Juga : Kalau Bisa Angkat Meriam Ini, Keinginan Kamu Terkabul

Diceritakannya, syarat-syarat yang disiapkan warga untuk gelar ritual cuci pantai itu yakni jambar burung dara, jambar ayam kampung hitam, dan kambing jenis kambing kumbang. warga juga menyediakan kopi dan teh pahit serta rokok 6 gelintir dari kulit jagung dan subang sirih 7 lembar.

Pertama, ritual diadakan dengan acara sejumlah nelayan membawa jambar burung dara dan berdoa yang dilaksanan di mulut muara. Kemudian, ritual dilanjutkan di keramat Pematang Ciwir yang terletak di tebing dekat muara atau depan sekretariat HNSI BS. Di tempat keramat itu, warga juga berdoa dan membawa jambar ayam kampung hitam.

Setelah itu, masyarakat setempat akan menggelar ritual cuci pantai dimulai dari ujung pasar sawah atau ujung pantai pasar bawah (air terjun) berjalan hingga ke mulut muara. Disertai dengan membaca tahlil berdoa kepada Allah untuk menjauhkan dari marabahaya dan juga dilimpahkan rizki yang banyak.

Selengkapnya …