Mutasi Pejabat Dilingkungan Pemkab BS Terkesan Amburadul

by
kawal-1
Mutasi eselon III dan IV Senin 5 Desember 2016

//Sangat Memprihatinkan//
LINTASBENGKULU. COM, Bengkulu Selatan – Mutasi dan rotasi pejabat eselon dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terkesan Amburadul. Pasalnya, dari ratusan pejabat yang dimutasi itu terindikasi ajang balas dendam dan ajang balas uang.

Data diperoleh, dari daftar mutasi pada tanggal 10 November 2016 yang lalu, dan pada daftar mutasi Senin kemarin. Ada puluhan pejabat eselon yang difungsionalkan. Puluhan Pejabat yang difungsionalkan ini diperkirakan mayoritas orang-orang dekat mantan Bupati BS Reskan E Awaluddin.

Pada daftar 122 (119) pejabat Eselon III dan IV yang dimutasi pada 10 November 2016 yang lalu itu, diantaranya terdapat 18 pejabat masuk dalam daftar yang diduga mutasi susulan. Ironisnya lagi draf mutasi yang diduga susulan tersebut pada hari, tanggal dan bulan yang sama, yakni, Kamis, tanggal 10 November 2016. Mutasi ini diduga berlangsung tertutup dan tidak banyak diketahui orang, termasuk para awak media tidak diberitahu.

Padahal dalam draf awal total keseluruhan yang terkena mutasi 122 orang, namun setelah diteliti ulang hanya 119 orang, hal ini dibenarkan kepala BKD BS Minarman SH, dengan alasan salah ketik.

Sebanyak 18 pejabat yang masuk dalam daftar 122/119 itu kembali ditarik, sehingga terdapat daftar baru, yang ditandatangani Minarman SH dan hanya Dto (tampa tanda tangan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud).

Saat dikonfirmasi lintasbengkulu.com beberapa hari yang lalu, terkait 18 orang yang masuk dalam draf mutasi susulan itu, Minarman membantah adanya daftar susulan tersebut. Namun ketika dibuka data yang dimiliki media ini, Kepala BKD BS itu baru mengaku. Akan tetapi dirinya membantah sebanyak 18 orang tersebut.

18
Daftar 18 pejabat diduga hasil lobi-lobi

“Benar itu, tapi bukan 18 orang, cuma dua orang. Masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan. Biasa itu salah ketik,” kata Minarman kepada Lintasbengkulu.com

122
Daftar mutasi eselon III dan IV pada waktu yang sama 10 November 2016

Padahal jelas mutasi pertama pejabat Eselon III dan IV pada tanggal 10 November 2016 yang lalu itu total yang sudah ditandatangani Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, berjumlah 122 orang, tetapi kenapa ada daftar baru.

 Anehnya lagi, daftar tersebut pada hari, tanggal, bulan dan tahun yang sama, yaitu tanggal 10 November 2016. Dari daftar tersebut, diduga sebanyak 18 pejabat yang masuk dalam daftar 122/119 yang dimutasi itu tidak sesuai keinginan yang bersangkutan, sehingga kembali ditarik, dan terdapat daftar mutasi susulan. Hal ini mengundang suatu pertanyaan, ada apa..???

Sepertinya kesalahan dalam pengetikan ini diduga faktor disengaja. Hal ini terjadi lagi pada mutasi Eselon III dan IV pada tahap kedua yang dilaksanakan kemarin, Senin (5/12/16).

250
tampak angka 250 dan ditandatangani Bupati BS

Dari daftar 250 pejabat dimutasi yang ditandatangani Bupati BS Dirwan Mahmud dan di setempel basah Pemkab BS itu, bertambah menjadi 253 orang (ini terlihat dari daftar mutasi lembar BKD 15).

253
Tampak dari nomor urut seebanyak 253

Padahal yang ditandatangani dan diketahui bupati Dirwan Mahmud sebanyak 250 orang (terdapat pada daftar mutasi lembar BKD terakhir). Hal ini juga menimbulkan pertanyaan, koq bisa terjadilah lagi kesalahan, aneh bukan….? Diduga sebelum mutasi digelar, terindikasi adanya permainan, sehingga terjadi perubahan atau penambahan nama-nama dalam daftar mutasi.

Informasi diperoleh, mutasi yang dilaksanakan Senin kemarin terjadi adanya mutasi susulan pada malam hari.

“Adik saya diberitau tadi malam sekitar pukul 21.01 WIB, kalau dia masuk dalam sisipan. Namun seandainya SK adik saya itu keluar tidak akan kami terima dan akan dikembalikan. Sebab adik saya itu yang basis pendidikannya Kesehatan, masak di letakan ke UPTD Dikpora. Dari 250 orang yang dimutasi kemarin itu hanya 4 nama orang dekat Wabup,” beber Roy Martin yang merupakan orang dekat Wabup BS ini.

Menurut Roy Martin yang merupakan tim pemenangan Dirwan-Gusnan pada Pilkada lalau itu, mutasi ini aneh dan lucu,” Aneh daftar mutasi bisa berubah dalam hitungan jam. Padahal sudah selelasai pelantikan, ternyata ada susulan pada malam hari. Mutasi ini amburadul, dan diduga praktik suap masih berjalan,” ujar Roy Martin.

Dilain pihak yakni Awal Eflie, dirinya membantah kalau Ia tidak masuk dalam daftar mutasi Senin (5/12/16) kemarin itu. “Saya itu masuk dalam daftar mutasi tersebut. Akan tetapi saya itu kesal dan kecewa karena beberapa teman seperjuangan dalam pemenangan DG pada Pilkada yang alalu itu tidak masuk daftar. Karena itulah makanya saya tidak ikut dalam pelantikan kemarin,” kata Dia.

Disampaikan  adik Wabup BS ini, mengenai nama-nama teman seperjuangannya yang diusulkan itu sudah disampaikan Bupati BS Dirwan Mahmud kepada Kepala BKD. Namun kenyataannya banyak yang tidak masuk dalam daftar mutasi yang dilaksanakan Senin kemarin.

Dijelaskan Awal Eflie, saat ditemui kepala BKD, Minarman lempar bola, malahan Minarman yang menuduh Erwin (Kadis Kebersihan) merubah susunan draf mutasi itu. Ketika di temui dan ditanya kepada Erwin, yang saat itu ikut menyaksikan acara mutasi pejabat eselon III dan IV di gedung Reptaloka kemarin itu, malah sebaliknya, yakni Erwin menuduh Minarman yang merubahnya.

“Keduanya ini saling lempar,” pungkas Eflie.

Hal inilah yang membuat sedikit insiden kericuhan sebelum pelaksanaan pelantikan para pejabat Eselon III dan IV, Senin (5/12/16) kemarin.

Sementara itu Ketua FPKBS (Front Penyelamat Kabupaten bengkulu Selatan), Bel Rahmad, Ia menuding Mutasi yang yang dilaksanakan pemkab BS itu ilegal, karena tidak sesuai Mekanisme yang sebenarnya. “Mutasi yang dilaksanakan kemarin itu Luar biasa. Tanpa persetujuan baperjakat berarti tidak sesuai dengan mekanisme, artinya mutasi itu ilegal,” tegas Bel Rahmad. (tom)