Optimalkan Hasil Pertanian, Dinas PUPR Bengkulu Selatan Rehabilitasi Saluran Irigasi

by
Kadis PUPR BS Silustero dan Kabid Pengairan Yopriadi saat memantau pembangunan Saluran Irigasi Air Putih Muara Payang Seginim

LINTASBENGKULU.COM, BS – Untuk meningkatkan hasil pertanian, salah satunya dengan  memperhatikan dan menjaga saluran irigasi agar ketersediaan air petani dapat terpenuhi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan ditahun 2018 ini membangun/rehabilitasi sebanyak 12 saluran irigasi yang tersebar di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Pino, Pino Raya, Kedurang dan Seginim.

“Tidak hanya dengan membangun saluran, akan tetapi untuk optimalnya hasil pertanian tentunya harus didukung oleh berbagai elemen masyarakat,” kata Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan Ir Silustero, didampingi Kabid Pengairan, Yopriadi, kepada lintasbengkulu.com.

Seperti misalnya perkumpulan petani pemakai air (P3A) diharapkan untuk menjaga pasilitas irigasi yang telah ada, harapnya. Selain itu lanjut Silus, kebutuhan penjaga pintu air (PPA) di setiap Kecamatan harus diperhatikan oleh pemerintah.

Silaturahmi bersama seluruh PPA se-Kabupaten BS di UPTD Pengairan Kayu Kunyit

“Tadi dalam acara silaturahim saya dengan petugas PPA di kantor UPTD Pengairan Kayu Kunyit, saya mendapat laporan kalau fasilitas yang dibutuhkan oleh petugas PPA sangat minim. Padahal mereka ini adalah ujung tombak ketersediaan air bagi petani,” ujar Silustero.

Dengan minimnya fasilitas yang di butuhkan para petugas Penjaga Pintu Air itu, Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan ini berjanji akan menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan. “Seperti Jas hujan, sepatu, senter dan kebutuhan-kebuthan yang mendasar lainnya akan kita penuhi. Begitu juga untuk kendaraan dinas pada UPTD juga akan kita usahakan. Selayaknya kendaraan dinas pada UPTD ini harus ada,” tegas Kadis.

Ditambahkan Silus, dengan diterimanya laporan mengenai petugas PPA yang sudah 5 bulan belum menerima honor, dirinya akan memperjuangkan agar honor para petugas Penjaga Pintu Air segera dapat diterima. “Keterlambatan honor para PPA ini karena adanya pengahpusan UPTD, namun honor itu ada dalam kegiatan rutin, dan akan kita upayakan segera dapat direalisasikan,” katanya.

Usai pertemuan dengan seluruh petugas PPA di UPTD Pengairan Kayu Kunyit, Kecamatan Manna, sekitar pukul 12.15 WIB Kamis (24/05/18) siang tadi, Kadis PUPR Silustero yang didampingi Kabid Pengairan, Yopriadi, bersama rombongan menuju Kecamatan Seginim dan Kecamatan Kedurang dalam rangka monitor dan evaluasi (monev) pembangunan saluran Irigasi yang sedang dikerjakan.

Di Kecamatan Seginim Kadis PUPR bersama rombongan memantau pembanguan irigasi Air Putih desa Muara Payang. Dari hasil monev, pembangunan irigasi Air Putih Muara Payang sepanjang 174 meter, yang dikerjakan CV Nayla Utama Konstruksi dengan dana Rp 474,7 juta itu telah mencapai 90 %. Sementara pada pembangunan Saluran irigasi Induk Air Lubuk Napalan, Desa Muara Tiga Kedurang, yang menelan dana Rp  1,2 M ini baru mencapai sekitar 50 %. (tom)

Saluran Irigasi Lubuk Napalan Kedurang
Kadis PUPR pantau Pembangunan Irigasi Lubuk Napalan Kedurang
Kadis PUPR BS Silustero dan Kabid Pengairan Yopriadi saat memantau pembangunan Saluran Irigasi Air Putih Muara Payang Seginim