Pak Gubernur..? Jangan di Putus Kontrak Jembatan Sebilo..!!!

by

//Ditinggal Tukang Kabur Pembangunan Jembatan Sebilo Mangkrak//

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Pembangunan jembatan permanen sepanjang 95 meter yang melintasi sungai Air Manna menuju desa Sebilo dan desa Kota Bumi, Kecamatan Pino Masat yang dikerjakan PT Aliandro Karya Utama, terhenti karena ditinggal para pekerja pulang.

Pantauan media ini di lokasi tidak terdapat papan merk proyek dengan penanggungjawab kegiatan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu tersebut, sementara karyawan yang ada cuma 1 orang lagi yang tinggal di Mes proyek.

“Iya saya sendiri lagi tinggal disini mes ini, yang lainnya pada pulang semua karena belum menerima gaji,” kata Ade penjaga gudang yang tinggal di mes karyawan PT Aliandro Karya Utama tersebut.

Menurut keterangan Ade, hingga masuk bulan ke-3 pembangunan jembatan penghubung antar desa tersebut belum sama sekali menggunakan uang negara, diduga pengurusan administrasi keuangan yang terlalu berbelit-belit.

“Sejak pembangunan ini berjalan, belum ada sama sekali uang negara yang di cairkan dari dinas terkait,” tutur Ade.

Galian sumuran tiang jembatan

Saat ini terlihat progres pekerjaan jembatan dengan pagu dana belasan Milyar itu diperkirakan paling tinggi baru mencapai 20 persen. Dari pantauan lintasbengkulu.com langsung ke lokasi, pembangunan yang ada baru sebatas galian 3 unit sumuran untuk tiang jembatan. Diperkirakan akan terputus kontrak karena mengingat waktu maksimal yang tinggal dua bulan lagi pada tahun anggaran berjalan di 2019 ini.

Dengan terhentinya pembangunan jembatan menuju SKT (Suka Nanti, Kota Bumi, Talang Guyun) tersebut masyarakat merasa sangat kecewa.

“Kami sangat kecewa dengan pak Gubernur kalau pembangunan jembatan ini gagal. Harapan kami kepada pak Gubernur Rohidin agar jangan sampai pembangunan ini terhenti dan gagal apalagi sampai di putus kontrak. Kami sangat mengharapkan jembatan ini permanen,” kata Dudiman (37), salah seorang warga Tanjung Saung Masat. (Tom)