Pandangan Islam Tentang Berpacaran dan Dampaknya

by

Berpacaran berasal dari kata “pacar” yang artinya teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih . Berpacaran artinya adalah “bercintaan” atau “berkasih-kasihan”

Cinta adalah anugerah Allah Swt dan dia akan berkembang menjadi cinta yang hakiki (sebenarnya) apabila manusia yang beriman mengisinya dengan  amal-amal saleh yang bermanfaat baik bagi dirinya ataupun bagi orang lain.
Cinta seorang laki-laki kepada lawan jenisnya begitu juga cinta wanita sebelum menikah sering disebut cinta semu. Cinta itu hanya bersifat sementara dan sangat rapuh. Cinta pada  pandangan pertama adalah awal dari cinta selanjutnya. Dan itu sangat terbatas pada kekaguman kepada wajah yang cantik ataupun pakaian yang bagus, atau kekayaan (materi) yang dimiliki. Masing-masing terbatas kepada keinginan menikmati  yang manis-manis dan yang indah-indah saja.
Ada pandangan bahwa cinta itu harus dibentuk dan ditumbuhkan sebelum kawin. Sebagai refleksi dari pernyataan ini, maka dilakukan suatu cara bergaul yang dinamai “pacaran”. Karena tidak mempunyai norma-norma agama dan tradisi yang disepakati masyarakat, maka pacaran sering berakibat fatal. Biasanya yang menjadi korban adalah wanita. Ada yang ditipu atau ditinggalkan dan malah ada yang sampai dihamili.
erpacaran yang umumnya dilakukan oleh anak-anak muda, jelas menyalahi dari norma-norma agama. Karena berpacaran di sini bukan dimaksudkan untuk menuju kepada perkawinan, tetapi hanya sekedar iseng, mengikuti trend yang terjadi di kalangan anak muda, dan hanya semata-mata menuruti nafsu birahi.

SELENGKAPNYA . . . . .