Pasal selingkuh: Warga Tuntut Kades Diberhentikan.

by

Lintasbengkulu.com – Perbuatan yang di lakukan Kades Padang Serasan Kecamatan Pino Raya sepekan yang lalu membuat gerah warganya. Akibat ulah Kades tersebut, jum’at (24/6) sekitar pukul 09.00 WIB warga Desa Padang Serasan, mendatangi kantor Bupati Bengkulu Selatan (BS).

Sayangnya ketujuh warga yakni Saripudin, Sutarbrin, Suhan, Lihim, Burdin, Zul dan Wawan gagal menemui Bupati BS Dirwan Mahmud yang saat itu sedang ada tugas keluar kota.

Saat ditemui wartawan, ketujuh warga Desa Padang serasan itu menyampaikan, bahwa kedatangan mereka ke kantor Bupati untuk menindaklanjuti perihal perbuatan Kades yang dianggap telah melanggar norma.

“Kami sangat malu dengan perbuatan yang dilakukan Kades kami itu, sebagai tokoh dan pejabat desa mestinya kami diberi contoh yang baik, bukan seperti ini,” ungkap Suhan tokoh agama desa Padang Serasan kepada wartawan.

Seperti diketahui bahwa Desa Padang Serasan merupakan hasil pemekaran dari Desa Tanggo Raso, yang memiliki 250 kepala keluarga. “Intinya kami meminta Kades itu diberhentikan,” Ketus Suhan diaminkan enam warga lainnya.

Selain itu, warga juga mengancam akan gabung ke Desa Tanggo Raso jika tuntutan mereka tidak diakomodir Bupati. “Apabila Kades Padang Serasan tidak di berhentikan, maka 80% warga akan pindah secara administrasi ke Desa Tanggo Raso yang dulu desa sebelum pemekaran dan kami mintak untuk secepatnya kades Padang Serasan diberhentikan “tambah Sutabrin.

Sebelumnya, sehari menjelang bulan Ramadhan sekitar pukul 17.35 WIB, Sa yang merupakan Kades Padang Serasan ditemukan berduaan dengan Wi (32) perempuan bersuami yang juga warga setempat di kawasan Pantai Sekunyit.

Saat dipergoki, Sa saat itu sedang bermesraan sambil tidur-tiduran di atas pangkuan Wi. Tanpa mereka  sadari oleh keduanya (Sa dan Wi -red), tiba-tiba datanglah Arpin dan Ujang yang merupakan Ayah dan Suami Sa. (CW)