Pleno Kecamatan Manna Berakhir Ricuh

by

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Tinggal menyisahkan 2 Tps terakhir, Pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK Kecamatan Manna berkahir ricuh.

Informasi diperoleh media ini, kericuhan terjadi pada Kamis (25/04/2909) sekira pukul 18.15 WIB, berawal dari salah seorang saksi dari Partai Gerindra yang mempertanyakan tidak singkronnya jumlah DPT (daftar pemilih tetap) dengan jumlah pemilih, serta daftar hadir/absen pemilih (form C7) tanpa tandatangan dan hanya tertulis nama pemilih saja, terjadi pada TPS 1.

Sementara pada TPS 2 sama sekali blangko daftar hadirnya tidak berada dalam box kertas suara saat pembukaan kotak.

Hal inilah yang menyulut kericuhan serta menimbulkan beragam asumsi dari para saksi partai dan berakhir aksi W O (walk out) dari acara pleno rekapitulasi penghitungan suara di PPK Kecamatan Manna tersebut.

Pantauan lintasbengkulu.com langsung dilokasi penghitungan suara di tingkat Kecamatan Manna hingga sekitar pukul 9.32 WIB, tidak satu pun saksi partai yang masuk dan menyaksikan langsung proses penghitungan suara dalam ruang rapat pleno di Aula Kecamatan Manna tersebut. Para saksi partai terlihat hanya mendengar dan duduk manis diluar ruangan saat proses penghitungan suara berlangsung.

Para saksi partai duduk di luar ruangan

“Baru dimulai penghitungan suara Presiden. Awalnya jumlah DPT dan jumlah pemilih tidak singkron. Lalu saat kami minta dihadirkan daftar pemilih melalui absensi dan dilakukan pembukaan kotak, ternyata daftar hadir pemilih pada TPS 1 tidak ada tandatangan pemilih, sedangkan TPS 2 sama sekali tidak ada dalam kotak,” kata Riki Maulana saksi partai Nasdem, kepada lintasbengkulu.com, saat di konfirmasi.

Atas keteledoran petugas KPPS desa Tambangan itu, para saksi mengajukan keberatan dengan menandatangani surat keberatan dari PPK untuk tidak dilanjutkan penghitungan suara dan meminta kepada KPU Bengkulu Selatan (BS) untuk melakukan PSU (penghitungan suara ulang) yang disertai dengan aksi keluar dari ruang rapat Pleno.

Penghitungan suara tetap dilanjutkan.

Menanggapi keberatan serta telah dilakukannya permintaan para saksi untuk melihat form C1 Plano, form C6 dan hasil C1 hologram. Berdasarkan rekomendasi dari pihak Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan dengan disaksikan oleh Komisioner KPU Bengkulu Selatan, Panwascam, dan saksi, maka kotak suara dibuka untuk melihat form C1 Plano, form C6 dan hasil C1 hologram.

Namun setelah dilakukan pengecekan dan penghitungan suara, bahwa untuk daftar pemilih, perolehan suara masing-masing kandidat, suara sah dan tidak sah telah sesuai. Penghitungan rekapitulasi perolehan suara pada TPS 1 dan 2, di Desa Tambangan, pada ttingkat Kecamatan Manna tetap di lanjutkan walaupun tanpa saksi partai.

“Setelah dilakukan pembukaan kotak suara tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan/pengelembungan suara sehingga pelaksanaan pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tetap dapat dilanjutkan,” tegas Ketua Bawaslu BS, Azes Digusti, S.Kom.

Menjawab pertanyaan para saksi terkait PSU, Ketua Bawaslu Bengkulu Selatan mengatakan, bahwa syarat dilakukannya pemilihan ulang adalah bencana alam, pemilih eksodus (tidak terdaftar dalam DPT, DPTb, DPK maupun tidak memiliki kelengkapan administrasi kelengkapan diri, demikian Azes.

Proses rekapitulasi rekapitulasi penghitungan suara tetap dilanjutkan, berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo, S.IK, MH dan didampingi oleh Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kapolsek Manna dan Perwira pengendali pengamanan PPK.( tom)