PT PKA Terima Surat Teguran Bukan Pencabutan Izin

by

alur-normalisi-sungai-air-nipis-yang-dikerjakan-pt-pka
Aktivitas Normalisasi dihentikan sementara

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Terkait adanya informasi yang disampaikan oleh Koordinator lapangan (Korlap) Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Seginim yakni Wadimin dan Kabid ESDM Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu Sultanul Askar, mengenai adanya rekomendasi pencabutan izin PT PKA (Pesona Karya Abadi) yang melakukan pengangkutan dan penjualan material dari kegitan Normalilsasi sungai Air Nipis di Kecamatan Seginim Bengkulu Selatan oleh Dinas ESDM Provinsi Bengkulu itu salah informasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT PKA Hengki Ertanoplin kepada awak media mengatakan, bahwa informasi itu tidak benar. Sebab dalam kegiatan normalisasi sungai Air Nipis, hingga hari ini Selasa, 4 Oktober 2016 pihaknya belum sama sekali menerima rekomendasi penghentian atau pencabutan izin dari Dinas ESDM Provinsi.

“Itu hanya sekedar isu, yang sengaja dihembuskan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan Forum yang tidak jelas legalitasnya. Orang-orang ini mungkin kurang senang terhadap kami karena permintaannya tidak kita diakomodir. Yang kami terima hanya sebatas surat teguran,” kata Hengki.

Surat teguran tersebut diterima melalui Faximil PT PKA, yang ditandatangani oleh kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Drs. H, Hermasyah Burhan, dengan nomor surat 503.1/1645/ESDM/21.540.5 tertanggal 03 Oktober 2016, Perihal Teguran bukan pemberhentian atau pencabutan izin, tegas Hengki.

Direktur PT PKA ini menjelaskan, ada tiga poin dalam surat teguran tersebut. Ketiga poin itu akan dipatuhi dan dilaksanakan sesuai rekomendasi. Seperti halnya pada poin pertama dalam surat teguran ini, Hengki membacakan, yang mana Agar PT PKA (Pesona Karya Abadi) tidak melakukan atau menghentikan sementara aktivitas pengangkutan dan penjualan batuan yang didapat dari hasil normalisasi sampai tidak ada lagi permasalahan dengan masyarakat sekitar. Hal ini akan dilaksanakan, selama dua minggu ini aktivitas yang dimaksud akan dihentikan. Namun untuk aktivitas normalisasi seperti, pembuatan kesdam dan tanggul penahan banjir tetap dilaksanakan, terangnya.

Untuk poin kedua yang mengatakan agar PT PKA melakukan sosialisasi dalam kegiatan ini. Pihak PT PKA siap dan akan mengundang instansi terkait, masyarakat, pihak kepolisian, camat, Bupati dan Wakil Bupati untuk melakukan sosialisasi terhadap dampak yang ditimbulkan dalam kegiatan tersebut.

Sementara pada Poin ke-tiga agar Pt PKA lebih fokus dalam kegiatan normalisasi. Hal ini menurut Hengki, akan dilaksanakan Sesuai dengan rencana kerja yang diterima PT PKA dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dan apabila PT PKA tidak melaksanakan hal-hal seperti 3 poin diatas maka surat keputusan (SK) Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu nomor 259 tahun 2016 tentang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi untuk Penjualan Mineral Batuan akan dicabut, ini bunyi poin ke empat, paparnya.

“Nah pada poin atau butir keempat ini kan jelas, kegiatan seperti yang dimaksud sudah kami laksanakan sesuai rencana kerja yang diterima dari Dinas PU Bengkulu Selatan, namun belum selesai dan masih berjalan. Bahkan permintaan masyarakat sekitar yang tanah dan rumahnya terkena dampak abrasi sungai Air Nipis ini semuanya kami penuhi. Warga sekitar pada sepanjang alur normalisasi ini tidak ada yang menentang atau menghambat kegiatan Normalisasi. Dengan kegiatan yang sudah berlangsung ini mereka sudah dapat merasakan manfaatnya. Bahkan baru saja terjadi banjir bandang sungai air nipis beberapa kali dalam beberapa hari terakhir ini, air sungai tidak lagi menghantam rumah warga. Malahan kita yang rugi karena beberapa material untuk pembuatan kesdam yang sudah kita cor terendam dan hanyut terbawa arus banjir. Sudah dua kali hanyut dan terendam, untuk mengatasi hal tersebut, tanggul untuk kesdam, kita buat dari beton tahu cor agar lebih kuat. Sat ini pengerjaan beton tahu cor masih terus dikerjakan,” jelas hengki.

Menurut Hengki masyarakat yang menentang kegiatan ini bukanlah masyarakat sekitar yang terkena dampak abrasi, namun mereka masyarakat yang datang dari luar desa Darat Sawah yang tidak mempunyai kepentingan dalam hal ini. “Kalau masyarakat desa darat sawah dipinggiran sungai air nipis ini semuanya sangat setuju dan berterimaksih dengan dilaksanakan normalisasi ini, karena¬† permohonan Normalisasi yang mereka usulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terealisasi, cetusnya.

Diharapkan kepada masyarakat untuk bersabar, dan mohon doa restunya agar apa yang diharapkan dapat tercapai. “Kami optimis, apa yang diperintahkan Negara ke PT PKA untuk Normalisasi sungai Air Nipis ini bisa kita laksanakan dengan baik. Kami sangat terbuka ruang diskusi untuk saran dan kritik jika apa yang kami lakukan kurang maksimal atau menyimpang dari arahan yang tertuang dalam rekomendasi teknis Balai Sungai. Kami disini hanya melaksanakan pekerjaan, sesuai dengan izin yang dikeluarkan, dan pekerjaan ini atas permintaan masyarakat yang terkena dampak dari abrasi sungai Air Nipis. Diharapkan juga kepada rekan-rekan yang tidak menguasai detail teknis pekerjaan dilapangan untuk tidak mengintervensi atau menggurui tim teknis dilapangan yang sudah ditunjuk oleh dinas PU Bengkulu Selatan,” demikian Hengki. (tom)¬†