RSUD Amburadul Plt Gundul Geram

by

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Persoalan dalam tubuh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Hasanudin Damrah Kabupaten Bengkulu Selatan masih berlanjut.

Dalam gelar audiensi yang dihadiri Pelaksana tugas Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, dengan pihak manajemen Rumah sakit, Selasa lalu, terkuak beragam persoalan yang ada di RSUD HAsanuddin Damrah itu, diantaranya belum terbayarnya uang jasa paramedis, stabilitas keuangan manajemen dan ketersediaan alat medis yang minim.

“Kita mau berbenah, jadi silahkan apa yang harus dilakukan sampaikan agar persoalan yang ada perlahan terselesaikan,” kata Gusnan dalam memberikan arahan saat gelar pertemuan, Selasa (12/02/2019) lalu.

Gusnan menyoroti, permasalahan keuangan yang terkesan amburadul, persoalan kebersihan dan kebutuhan mendasar yang kerap ia temui secara langsung.

“Kecil saja, sampah rumah sakit saja tidak mampu terselaikan. Mau cuci tangan pakai alkohol saja mesti cari sana sini,” cetus Gusnan.

Dalam kesempatan itu juga, Gusnan menegaskan agar pihak manajemen agar terbuka dan tegas terhadap persoalan yang ada.

“Begini saja, saya lihat tenaga sukarela yang ada saat ini mencapai ratusan. Kalau itu memberatkan dari sisi keuangan tolong pangkas! Saya tidak peduli itu saudara siapa atau siapa, bohong itu kalau tidak memberatkan rumah sakit. Kalau mereka benci silahkan alamatkan kepada saya,” tegas Gusnan.

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab dengan paramedis, Plt Bupati dicecar beragam keluhan seperti uang jasa atau intensif yang belum terbayarkan.

“Sudah beberapa bulan ini uang itu belum dibayar, bagaimana kami mau semangat melayani pak. Selain itu peralatan kerja kami juga sering tidak tersedia belum lagi obat-obatan yang juga sering kosong,” ujar dr. Madi, perwakilan paramedis.

Pertanyaan kemudian dijawab oleh Plt Bupati, “Pastikan itu dibayar, kita sudah anggarkan Rp.11 milyar. Untuk peralatan silahkan berkoodinasi dengan bagian perencanaan, tapi ingat tenaga medis juga harus sepenuh hati. Jangan mendua atau sering nyambi ke rumah sakit lain,” pungkas Gusnan.

Hadir dalam temu wicara tersebut, Direktur RSUD, pengawas eksternal dan pegawai serta paramaedis yang terdiri dari dokter dan perawat. (tom)