Sekda BS Warning Kontraktor Beli Material Pada Tambang Tidak Berizin “Pidana”

by
batu-ini-diduga-diambil-dari-galian-c-ilegal
Proyek Pembangunan di Bengkulu Selatan

 

LINTASBENGKULU.COM, Bengkulu Selatan – Belum lama ini pihak Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten (Sekdakab) Bengkulu Selatan (BS) mengeluarkan surat edaran kepada setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang berisi suatu himbauan kepada pihak rekanan (Kontraktor). Dimana bagi pihak rekanan yang memerlukan material tambang galian C, seperti bebatuan dan pasir, disarankan diambil atau di beli dari tempat penambangan galian C yang sudah mengantongi izin resmi.

Berikut ada 9 (sembilan) Tambang Galian C yang mendapat izin dan direkomendasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), yaitu: Usaha galian C di Desa Gunung Ayu, Kota Manna, atas nama Rukman. Di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Manna atas nama Lendarwati. Sementara di Kecamatan Ulu Manna, yakni di Desa Kayu Ajaran terdapat 2 lokasi yang di-izinkan, yaitu atas nama Martanudin dan atas nama Alian.

Selanjutnya di Kecamatan Kedurang Ilir yakni di Desa Lubuk Ladung terdapat di 4 lokasi, yaitu atas nama PT Rico Putra Selatan, PT Waskita Karya, serta atas nama Emlan, dan milik Aldi Jaya Mandiri (AJM). Sementara Untuk di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kedurang, atas nama PT Anugerah Rezeki.

Sesuai dengan SK nomor 500/11/2017 tertanggal 21 Februari 2017, sebagai acuan dalam membuat rencana anggaran biaya (RAB). Bagi pihak rekanan atau kontraktor yang membutuhkan pasir dan bebatuan dalam pekerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) dihimbau agar tidak bermasalah dikemudian hari dan tidak diproses secara hukum gunakanlah material dari 9 tambang galian C yang sudah mengantongi izin tersebut.

“Material pasir maupun bebatuan yang diambil di luar dari 9 lokasi tambang galian C tersebut, jelas ilegal dan bisa di pidana serta dapat diproses secara hukum,” tegas Plt Sekdakab BS, Darmin SE kepada wartawan, saat dikonfirmasi terkait penggunaan material galian C oleh pihak kontraktor pelaksana pembanguan proyek pemerintah, Senin (19/5/17).

Plt Sekda BS ini menambahkan, jika ada lagi tambang galian C, selain dari 9 galian C yang direkomendasikan tersebut, yang izinnya habis dan belum diperpanjang diharapkan untuk segera mengurus izinnya kembali, demikian Darmin. (tom)