Sertifikat Tanah Program “PTSL” Hanya Rp 200 Ribu

32 views
Kepala Kantor Pertanahan Bengkulu Selatan Surahman, saat mensosialisasikan program PTSL

Kepala Kantor Pertanahan Bengkulu Selatan Surahman, saat mensosialisasikan program PTSL

LINTASBENGKULU.COM, BS – Berdasarkan Keputusan Bersama Tiga Menteri, yaitu Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Menteri dalam negeri (Mendagri) dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrari (Mendes PDTT).

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hanya dikenakan biaya sebesar Rp 200 ribu. Hal ini tertuang dalam SKB Tiga Menteri, Nomor: 25/SKB/V/2017, Nomor:5930-3167A Tahun 2017, dan Nomor: 34 tahun 2017, Tanggal 22 Mei 2017. Hal ini dijelaskan Kepala Kantor Pertanahan Manna, Surahman, kepada awak media Selasa (5/12/2017).

Dikatakan Surahman, PTSL ini berbeda dengan Prona, biaya Rp 200 ribu tersebut untuk Provinsi Bengkulu yang masuk wilayah kategori IV dalam program PTSL. Yang mana uang Rp 200 ribu ini untuk kegiatan ada yang tidak di biayai APBN.

“Tidak adalagi Prona sekarang ini, diganti namanya PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Semua biaya dianggarkan dari APBN, kecuali biaya materai, patok batas dan biaya fotocopy-fotocopy,” kata Kepala Kantor Pertanahan Manna Surahman.

Lanjut dia, untuk kegiatan yang tidak di biayai APBN seperti biaya materai, patok batas dan biaya fotocopy-fotocopy itu, masyarakat hanya dikenakan Rp 200 ribu, namun dapat dianggarkan di APBD. Sehingga diharapkan juga kerjasama yang baik dan respon dari Pemerintah Daerah.

“Untuk biaya kegiatan yang tidak di biayai APBN dua ratus ribu, lebih dari itu tidak ada dasar hukumnya. Kalau ada yang memungut lebih dari Rp 200 ribu silahkan laporkan,” tegas Surahman.

Di jelaskannya, untuk tahun 2018, di Kabupaten Bengkulu Selatan ada 7 Desa dan 1 Kelurahan yang terpilih menjadi lokasi PTSL, yakni Desa Durian Seginim, Desa Jeranglah Rendah, Desa Batu Kuning Kecamatan Pino, Desa Pajar Bulan Kedurang, Desa Tanjung Aur II Pino Raya, Desa Muara Tiga Ilir Kedurang, Desa Tungkal I Pino Raya dan Kelurahan Masat.

Terpilihnya ke-7 desa dan 1 Kelurahan ini terang Surahman, karena respon masyarakatnya tinggi. Diharapkan kepada Kepala Desa yang lain dan Lurah untuk jemput bola dalam program PTSL ini.

“Tidak menutup kemungkinan kalau respon masyarakatnya tinggi, pada tahun 2018 yang akan datang jumlah desa terpilih bisa bertambah, karena target pengukuran pada tahun 2018 sebanyak 17 ribu bidang tanah,” papar Surahman.

Program PTSL ini tidak hanya untuk masyarakat miskin saja, namun untuk semua lapisan masyarakat, kata Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Selatan ini mengakhiri sosialisasinya. (tom)

Related Post

loading...