Sosialisasi DAS Padang Guci Hanya Undang PNS “Tanpa Mengundang Masyarakat”

by
das-pd-guci
Sosialisasi DAS Padang Guci oleh Balai DAS Ketahun

 

LINTASBENGKULU.COM, Kaur – Kamis (29/12/16) Bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kaur, di laksanakan acara sosialisasi DAS (Daerah Aliran Sungai) Padang Guci.

Dalam acara tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Kaur tidak bisa hadir, karena masih ada urusan penting di Bengkulu dan di wakilkan kepada Kabid Penelitian dan Pengendalian (LITI) Bappeda Kabupaten Kaur, Mardi SPd.

Bertindak sebagai Nara sumber dalam acara sosialisasi Derah Aliran Sungai Padang Guci ini langsung dari Pegawai Balai DAS Ketahun Provinsi Bengkulu. Peserta yang di undang adalah perwakilan dari seluruh SKPD di Kabupaten Kaur.

Saat di komfirmasi terkait yang diundang dalam acara sosialisi itu, Kabid LITI Bappeda Kaur Mardi mengatakan, kalau dirinya tidak paham mengenai siapa saja yang diundang. Apakah ada undangan atau perwakilan dari tokoh masarakat, “saya tidak paham,” kata Mardi.

“Saya tidak tahu hal itu. Yang saya tahu undangan yang datang di acara sosialisasi ini adalah Pegawai Negeri perwakilan dari seluruh SKPD Kabupaten Kaur,” ujarnya.

Sementara itu Pegawai DAS Ketahun yakni Pindi, saat di komfirmasi wartawan, Ia mengatakan, kalau dirinya tidak ada wewenang untuk menjelaskan. “Sebenarnya untuk memberikan keterangan bukanlah wewenang saya, karna saya punya atasan. Tetapi bisa saya sampaikan sedikit bahwa, sosialisasi berkaitan dengan peninjauan DAS (Daerah Aliran Sungai) Padang Guci seluas lebih kurang 61.000 Hektar,” kata Pindi.

Saat dimintai penjelasan apakah sudah sesuai dengan Tata Ruang Wilayah atau RTRW Kabupaten Kaur, Ia mengatakan, bahwa sosialisasi ini bukannya materi untuk penanaman di DAS. “Itu saja Pak ya, kalau mau lebih jelas Bapak tanyakan dengan atasan kami di Balai DAS Ketahun. Kantornya ada di Bengkulu,” demikian tutur Pindi singkat.

Sosialisasi DAS yang di selenggarakan Balai DAS bertempat di Aula kantor Bappeda Kabupaten Kaur, dilaksanakan hanya Satu Hari saja, setiap peserta yang di undang di beri uang transportasi atau uang saku. (rza)