Tak Bayar Uang Jasa, Thamrin Brothers Dilaporkan Mantan Karyawannya

by
Petugas Disnajer Provinsi Bengkulu saat mediasi antara kedua belah pihak

LINTASBENGKULU.COM, BS – Dealer Yamaha Thamrin Brothers yang beralamat di jalan Raja Kalifa Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan ini,  dilaporkan beberapa mantan karyawannya ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bengkulu.

Hal ini terkait tidak dibayarnya uang jasa terhadap mantan karyawannya yang mengundurkan diri dari perusahaan Sepeda motor Yamaha Cabang Bengkulu Selatan itu.

Informasi terhimpun dari beberapa mantan karyawan Thamrin Brothers yang mengundurkan diri, diantaranya ada yang telah menerima uang jasa.

Namun pembayaran dilakukan setelah para mantan karyawan ini melapor ke Disnaker Provinsi, kata Roy Marten yang juga merupakan sebagai pelapor pasca dirinya di mutasikan ke Provinsi Palembang oleh pihak Perusahaan beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Roy, sesuai dalam perjanjian kontrak kerjasama. Setiap mantan karyawan yang mengundurkan diri dengan masa kerja lebih dari 1 tahun maka akan menerima uang jasa dari perusahaan. Dan apabila di berhentikan akan mendapat pesangon, tuturnya.

Dirinya berharap kepada pihak perusahaan Thamrin Brothers agar dapat melunasi kewajibannya terhadap para mantan karyawannya yang berhenti atau di berhentikan.

Dan apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi maka beberapa mantan karyawan Thamrin Brothers ini akan menempuh ketingkat jalur pengadilan tenaga kerja, demikian Roy.

Adapun mantan karyawan Thamrin Brothers yang belum menerima uang jasa yakni, Septian Beni Alta, Yudi Santoso, Roy Marten, Giri Hartono, Lufti Rahmat, Rio Pratama, Fauzul Azmi, Sumitro, dan Yudi Santosi, dengan masa kerja rerata diatas 4 tahun. (tom)