Terkait Akun Palsu “ASN Dinas Perpusda BS Datangi Undangan Polisi”

by
Sri Hartati Tunjukan Surat Undangan Polisi
Sri Hartati Tunjukan Surat Undangan Polisi

LINTASBENGKULU.COM, BS – Sri Hartati, ASN (Aparatur Sipil Negara), yang bertugas sebagai seorang Kepala Bidang pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan ini, sekitar pukul 09.15 Wib, Kamis (22/01/18) pagi tadi memenuhi undangan penyidik Tipiter Satreskrim Polres Bengkulu Selatan (BS).

Sri Hartati diundang atas Laporan Pengaduan “Mardalena” pada tangal 12 Februari 2018 yang lalu, terkait dugaan penipuan mutasi pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Mardalena merupakan salah seorang ASN Dinas Kominfo Pemkab BS.

Informasi didapat, dalam laporan pengaduan dan keterangan Mardalena kepada penyidik Tipiter Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, dirinya diduga tertipu oleh Akun Palsu Kabid Mutasi BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Pemkab BS itu, melalui Sri Hartati.

“Dari hasil keterangan Mardalena kepada penyidik, bahwa dirinya ikut tertipu mutasi jabatan itu melalui Sri Hartati. Makanya Sri Hartati ini kita undang untuk diklarifikasi,” kata Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu. Ahmad Khairuman SE, kepada awak media kemarin.

Ahmad menambahkan, kasus dugaan penipuan mutasi jabatan di Kabupaten Bengkulu Selatan ini masih tahap penyelidikan. “Kasus ini masih dalam penyelidikan dan akan terus diselidiki sampai pelaku utamanya kita tangkap,” tegas Kasat Reskrim.

Sementara itu Sri Hartati, usai diperiksa sekitar 4 jam lamanya oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres BS, kepada Wartawan Ia mengatakan, bahwa keterangan yang diberikannya hari ini sama dengan keterangan yang disampaikan pada laporannya tanggal 15 Desember 2017 yang lalu.

“Saya sampaikan kepada penyidik sesuai laporan saya pada tanggal 15 Desember yang lalu. Bahwa kami ini sama-sama bigal “sama sama tertipu” oleh akun palsu “Niko Dwipayana” yang mengaku Kabid Mutasi BKPSDM BS itu,” kata Sri Hartati.

Ditambahkan Sri Hartati, uang Rp 100 juta milik Mardalena itu, yakni Mardalena sendirilah yang menyetorkannya ke Rekening atas nama NN. “Saya hanya menemani saja, dan uang itu saya tidak melihat dan tidak memegangnya, Mardalena yang menyetorkannya sendiri,” ujar Sri Hartati yang terkenal dengan panggilan Sri Kahar itu.

Data terhimpun,  uang disetorkan ke 2 rekening dengan nama pemilik yang berbeda. Diduga total uang ASN yang  disetorkan itu seluruhnya mencapai Rp 240 juta. Informasi diperoleh, ada ASN di BKKBN yang menyetor langsung tanpa perantara atas permintaan pelaku dalam rangka untuk mempertahankan jabatan (isi ulang pulsa mun katau jemau mbak kini aghi-red).  (tom)