Terperosok Kedalam Lobang Galian PDAM Warga Kota Manna Tewas

by
TKP Laka Tewas pada lobang galian Pipa PDAM

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Nahas dialami Siradjuddin alias Datuk Gering yakni warga Belakang Gedung Kota Manna. Pasalnya sepeda motor Yamaha RX King yang ditungganginya menabrak rambu perbaikan lalu terperosok ke lobang galian pipa PDAM. Akibat kejadian ini membuat korban terluka parah dan mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala, mulut dan hidung hingga korban meninggal dunia sekira pukul 00.01 WIB dinihari tadi, Rabu (06/02/2018).

Data terhimpun, kejadian ini sekira pukul 20.01 WIB, Selasa (05/02/2019) malam. Berawal dari korban yang profesinya sebagai mekanik sepeda motor ini hendak mengambil kunci untuk memperbaiki sepeda motor kerumah temannya di Kecamatan Manna.

Nah, saat melintas dijalan raya lintas barat Bengkulu-Lampung, tepatnya di desa Batu Kuning, Kecamatan Pasar Manna, korban yang sendirian mengendarai sepeda motor RX King tanpa adanya lampu ini menabrak rambu-rambu dan papan merk tanda perbaikan pipa PDAM, dan lalu masuk kedalam lubang galian sedalam 1,5 meter itu hingga beberapa gigi korban lepas serta luka berat pada bagian kepala. Warga yang mengetahui kejadian ini langsung memberikan pertolongan, mengangkat dan membawa korban ke rumah sakit RSUDHD Kota Manna, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Korban sempat di larikan ke RSUDHD kota Manna untuk mendapat pertolongan, namun sekira pukul 00.01 WIB tadi malam, karena mengalami luka cukup serius pada bagian kepala, korban akhirnya meninggal dunia,” kata Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kasat Lantas AKP Kusman Jaya SH.

Menurut Kasat Lantas Kusman Jaya, saat cek TKP (Tempat Kejadian Perkara) tindakan yang dilakukan pihak PDAM untuk mengantisifasi akan bahaya terhadap pengendara sudah dilaksanakan. Namun karena korban saat berkendaraan tidak ada lampu kendaraannya sehingga rambu-rambu serta tanda hati-hati yang dipasang tidak terlihat lalu tertabrak dan masuk lobang galian, ujarnya.

“Tadi saya ikut cek ke TKP, tanda perbaikan dan merek hati-hati sudah dipasang oleh pihak PDAM. Karena sepeda motor korban ini tidak ada lampunya sehingga menabrak tanda perbaikan dan masuk ke-lobang galian pipa tersebut. Kalau sepeda motor korban itu ada lampunya saya yakin tidak akan terjadi peristiwa ini,” terang Kasat Lantas Kusman Jaya.

Kasat Lantas menghimbau, untuk menjaga keselamatan dalam berkendara, kepada pengendara untuk selalu melengkapi kendaraanya sesuai standart layik jalan, kata AKP Kusma Jaya.

Sementara itu dari pihak PDAM Tirta Manna, dikonfirmasi terkait insiden ini, Kepala PDAM Tirta Manna Zarhardi, S.Sos mengatakan, sebelum melakukan perbaikan pada pipa yang bocor pada TKP yeng merenggut nyawa warga Belakang Gedung itu, sebelumnya pihaknya telah melayangkan surat permohonan perbaikan kepada pihak balai jalan di Kota Bengkulu. Namun hingga hari ini Rabu (06/02/2019) belum ada tanggapan dari pihak balai.

“Kami datang langsung ke Balai Jalan dan secara resmi menyerahkan langsung permohonan perbaikan pipa PDAM yang pecah akibat kerusakan eksternal saat pembangunan jalan tersebut. Sejak surat kami masukan pada tanggal 29 Februari 2018 itu hingga hari ini tidak ada tanggapan,” terang Zarhardi.

Perbaikan dengan membongkar jalan itu dilakukan, Kepala PDAM Tirta Manna menjelaskan, karena telah mendapat rekomendasi dari PUPR Kabupaten.

“Karena ada rekomendasi dari PUPR Kabupaten Bengkulu Selatan yang mempersilahkan untuk di bongkar, makanya pipa yang pecah akibat tekanan alat berat saat pengerjaan jalan itu kami perbaiki dengan membongkar sebagian jalan. Namun sebelum perbaikan dengan pembongkaran jalan tersebut, rambu dan tanda hati-hati sudah dipasang sebelum insiden kecelakaan ini,” demikian Kepala PDAM Tirta Manna, Zarhardi. (tom)