Terungkap, Pelaku Penyuntik PL Juga Berprofesi Sebagai Dukun Beranak

by
TSK AB

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – AB (40) pelaku yang memberikan satu suntikan obat magh kepada korban Desi Sevtianti yang pada akhirnya meninggal dunia, Senin (04/02/2019) yang lalu itu ternyata juga berprofesi sebagai dukun beranak. Hal ini diakui pelaku saat press release yang digelar Sat-Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Kamis (07/02/2019).

Pressrelease

Kepada awak media, saat dikonfirmasi terkait tewasnya wanita pemandu lagu (PL) dikota Manna tersebut, selain bisa membantu menyembuhkan sakit para PL, pelaku yang mengaku sebagai perias pengantin ini juga mengakuĀ  pernah membantu orang agar mendapatkan keturunan.

“Sudah biasa saya menyuntik, tapi tidak pernah kejadiannya hingga meninggal dunia seperti ini. Selain menyuntik, juga pernah mengobati orang yang belum mempunyai anak, caranya dengan diurut,” kata AB kepada awak media saat dikonfirmasi terkait pengobatan yang diberikannya.

 

Akibat perbuatannya AB diancam pasal berlapis, yakni melanggar pasal 83 jo pasal 64 UU RI nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dengan ancaman pidana kurungan paling lama 5 tahun dan pasal 78 jo pasal 73 ayat 2 UU RI nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dengan ancaman kurungan badan paling lama 5 tahun.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Enggarsah Alimbaldi menghimbau, kepada pemilik toko obat dan apotik untuk tidak menjual obat keras tanpa resep dokter.

“Karena obat yang disuntikan pelaku ini termasuk obat keras yakni Antrain 2 ml, maka apotik yang menjual obat ini kepada pelaku juga akan kita panggil untuk dimintai keterangannya,” pungkas Alimbaldi.

Adapun obat-obat yang disita dari tangan pelaku yaitu, Mefenamic Acid 500 mg sebanyak 9 tablet, Amoxicilin Trihydrate 500 mg sebanyak 9 tablet, Obat magh cair Antrain 2ml, 1 botol vitamin B kompleks 20 ml, Suntikan merk Baimed Disposable Syringe 3 ml serta 1 jarum suntik2,5 ml.

Saat dilakukan penggeledahan dikediaman pelaku, polisi juga menemukan tempat ruang praktek khusus pelaku dalam melakukan pengobatan terhadap pasiennya. (tom)