Tonan Limbah B3 RSUD-HD Kota Manna Dibiarkan Menumpuk Berbulan-Bulan Digudang

by
Limbah B3 RSUD HD Kota Manna yang dibiarkan menumpuk

Lintasbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Diduga faktor anggaran dana yang belum tersedia sehingga tonan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSUD-HD) Kota Manna Bengkulu Selatan ini dibiarkan menumpuk di gudang.

Pantauan lintasbengkulu.com langsung bersama beberapa awak media baik cetak, online dan Tv, Kamis (14/02/2019), limbah B3 yang yang berada didalam gudang tempat penampungan limbah medis padat RSUD-HD tersebut, diduga sengaja dibiarkan menumpuk.

Setelah dilakukan konfirmasi terkait menumpuknya limbah B3 itu ke pihak rumah sakit RSUD-HD, melalui Kabid Sarpras Robet Ginting, ia mengaku, belum diangkutnya limbah B3 tersebut oleh pihak ke-tiga dikarenakan faktor anggaran dana yang belum tersedia.

“Kalau MoU dengan pihak ketiga sudah, perkilogramnya Rp 35 ribu, tapi karena anggaran dananya belum ada makanya belum di angkut,” kata Ginting.

Robet Ginting juga mengakui, menumpuknya limbah B3 tersebut sudah lebih dari dua bulan, padahal informasi yang di dapat media ini, terhentinya pengangkutan limbah padat medis RSUD-HD ini diduga sejak akhir 2018 yang lalu.

“Perminggunya ada sekitar 50 kg limbah B3 ini yang terkumpul. Tergantung pasien yang berobat,” bebernya.

Dijelaskan Ginting, menumpuknya limbah B3 tersebut bukan berarti putus kontrak dengan pihak ketiga. Tapi karena faktor anggaran dana pengelolaan limbah B3 yang belum bisa dicairkan, terangnya.

Sementara itu penyidik Sat Tipidter Polres Bengkulu Selatan, terkait masalah menumpuknya limbah padat medis di RSUD Kota Manna itu, pihaknya segera akan memanggil petugas rumah sakit.

“Kita akan panggil dulu pihak rumah sakit, karena kalau B3 ini di biarkan hingga berbulan-bulan sangat berbahaya bagi kesehatan disekitar lingkungan RSUD, dan ada pidanya itu,” tegas Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK, disampaikan Kanit Tipidter, Ipda Gunawan, kepada Lintasbengkulu.com, Kamis (14/02/2019). (tom)