Warga Bengkenang Laporkan Pengurus Bumdes ke Polisi

679 views

Ilustrasi Foto net, terlihat Kadis Koperindag BS Junior Hafis saat kunjungan kesalah satu Bumdes diluar Kabupaten Bengkulu Selatan

 

LINTASBENGKULU.COM, BS – Warga Desa Tanjung Besar (Bengkenang) yakni Erik Ashari (35) dan Tarmizi (31) sekira pukul 11.30 WIB pada Senin (01/10) dua hari yang lalu mendatangi Mapolres Bengkulu Selatan. Kedatangan kedua warga Bengkenang ini untuk melaporkan pengurs BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Desa Tanjung Besar, Kecamtan Manna.

Informasi diperoleh, keduanya melaporkan uang Rp 45 juta yang disuntik dari Dana Desa (DD) anggaran tahun 2017 untuk pengembangan usaha Bumdes desa setempat untuk jual beli batu hias.

Diduga dana tersebut disalahgunakan dan uang tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pengurus Bumdes, sehingga Erik Ashari dan Tarmizi bersama rekannya yang lain membawa permaslahan ini ke aparat penegak hukum.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu A.Kahiruman membenarkan adanya laporan warga desa Tanjung Besar Bengkenang tersebut.

“Semua laporan masyarakat kami terima. Untuk laporan warga desa Tanjung Besar Bengkenang ini sudah kita terima, dan akan kami tindaklanjuti,” tegas Ahmad Khairuman.

Sementara itu Ketua BUMDES Desa Tanjung Besar, Sarjono, dikonfirmasi lintasbengkulu.com melalui handfhonenya, ia mengatakan, kalau dirinya siap memberikan keterangan kepada pihak penyidik kepolisian apabila dipanggil.

“Memang benar uang itu Rp 45 juta, namun tidak semuanya digunakan untuk jual beli batu hias, karena usaha kami ini baru dimulai. Batu hias yang belum terjual masih ada dan masih ada juga yang belum dibayar oleh pembeli,” ujar Sarjono.

Lanjut Dia, semua adminitrasi lengkap dan pertanggungjawaban keuangan selalu dilaporkannya kepada Kades. “Saya siap memberikan keterangan kepada polisi apabila dipanggil nanti,” demikian Ketua Bumdes Sarjono. (tom)

Related Post

loading...